SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 17. Isi pesan dari nenek Jisso.


__ADS_3

Hari ini rasanya aku enggan untuk melakukan latihan. Entah mengapa perasaanku tidak menentu, sepertinya terjadi sesuatu di dalam istana Kerajaan Suji. Aku pun mencoba menghampiri Yuka agar dia mengerti tentang apa yang aku rasakan.


"Aku ingin berbicara denganmu!" Ucapku kepada Yuka saat ini.


"Ada apa pangeran Kenzi? sepertinya ada hal penting yang kamu ingin bicarakan." Ucap Yuka dengan wajah polosnya.


"Sepertinya hari ini kita tidak melakukan latihan. Entah mengapa kondisi tubuhku menurun, perasaanku tidak menentu. Aku memikirkan tentang keadaan di dalam istana Kerajaan Suji." Ucapku seraya menjelaskan kepada Yuka saat ini.


"Baiklah, jika memang kamu sedang tidak enak badan hari ini. Sebaiknya kamu beristirahat dan tidak melatihku hari ini." Ucap Yuka seolah dia mengerti apa yang aku rasakan.


"Baiklah, Yuka. Apakah kamu bisa membuatkan aku semangkuk sup? hari ini aku ingin sekali memakan sup hangat." Ucapku kepada Yuka seraya aku meminta pertolongan agar dia membuatkan aku satu mangkuk sup.


"Tentu saja aku bisa, Kenzie. Tunggu sebentar, ya? aku akan membuatkan satu mangkuk sup yang sangat enak untukmu." Ucap Yuka sembari ia berlalu pergi lalu dia pun pergi ke dapur untuk membuatkan satu mangkuk sup saat ini.


Tidak lama berselang setelah Yuka pergi ke dapur, terdengar ketukan pintu.


Tok tok tok tok tok tok tok.


Bunyi ketukan pintu dari arah luar, sepertinya ada seseorang yang menghampiriku saat ini. Aku segera mengintip dari balik jendela, tidak mungkin aku langsung membukanya tanpa aku memeriksa terlebih dahulu. Sesaat aku menatap ke arah luar, ternyata itu adalah Jae Jun. Akhirnya aku segera membukakan pintu dan mempersilahkan dia masuk.


"Pangeran, ada kabar penting untukmu saat ini." Ucap Jae Jun dengan raut wajah sangat panik.

__ADS_1


"Sudah kamu masuk dulu, jangan berbicara sekarang. Akhirnya aku pun menarik tangannya dan saat ini Jae Jun berada di dalam gubuk.


Aku segera menutup pintu gubuk ini rapat-rapat, aku tidak ingin ada seseorang yang melihat percakapan kami.


"Ada apa, Jae Jun? sepertinya kamu merasakan khawatir saat ini." Tanyaku kepada pengawal pribadiku yang bernama Jae Jun.


"Begini pangeran, terjadi kericuhan yang amat sangat dahsyat. Ini disebabkan oleh kaisar keytaro. Semenjak kepergian pangeran Kenzi, Kaisar Keytaro berulah semakin menjadi-jadi. Dia mengamuk di dalam istana Kerajaan Suji. Bahkan dia meminta bahan makanan untuk disuplai ke Kerajaan Keytaro saat ini." Ucap Jae Jun dengan mata yang menunjukkan kesedihan.


"Apa?? bisa-bisanya Kaisar Keytaro berulah saat aku tidak ada di Kerajaan Suji, akan tetapi aku tidak bisa meninggalkan Yuka sendirian. Begini saja, tolong kamu jaga Yuka baik-baik. Ajari dia teknik dasar, Aku akan segera kembali setelah aku bertemu dengan Kaisar Keytaro." Ucapku kepada Jae Jun saat ini.


Sesaat kami berdiskusi, tiba-tiba Yuka datang membawakan satu mangkuk sup yang aku pesan tadi.


"Pangeran Kenzi, ternyata ada Jae Jun ke sini. Ini satu mangkuk sup yang kamu pesan telah siap untuk Pangeran santap." Ucap Yuka dengan polos, akhirnya aku meraih satu mangkuk yang ada di tangan nya lalu aku segera berbicara dengan lembut kepada Yuka.


Terjadi kericuhan di sana yang diakibatkan oleh pangeran Keytaro. Apakah kamu bersedia menunggu di gubuk ini bersama Jae Jun? dia telah aku utus untuk menjagamu di sini." Ucapku secara perlahan menjelaskan apa yang sedang terjadi.


"Aku sebenarnya tidak masalah, Pangeran Kenzi. Jika kamu ingin pulang ke Kerajaan Suji terlebih dahulu. Silahkan saja, akan tetapi aku mengkhawatirkan jika kamu tidak bisa kembali ke gubuk ini ." Ucap Yuka dengan penuh kekhawatiran.


Aku pun terdiam lalu aku duduk tanpa berbicara satu patah katapun, aku nikmati sup ini secara perlahan karena memang dari tadi aku menginginkan satu mangkuk sup hangat. Setelah aku menghabiskannya lalu aku segera meraih tasku seraya aku akan segera bergegas pergi ke Kerajaan Suji, akan tetapi ada secarik surat yang jatuh saat ini. Aku pun meraihnya dan aku segera membacanya.


"Ada surat ini.., sepertinya aku melupakan sesuatu. Aku harus membaca surat ini sekarang. Sedari awal Nenek Jisoo telah menitipkan surat ini untuk segera dibaca bersamamu, Yuka. Sebelum aku pergi, sebaiknya aku membaca surat ini. Bersediakah kamu Yuka, untuk menemaniku membaca surat?" Tanyaku kepada Yuka dengan memperlihatkan secarik kertas yang saat ini aku genggam.

__ADS_1


"Baik pangeran, mari kita baca bersama-sama." Ucap Yuka dengan menganggukan kepalanya, seraya ia menyanggupi untuk membaca surat ini. Perlahan aku buka surat ini lalu kami pun berdua membaca dengan seksama, betapa terkejutnya aku saat aku mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Baru setengah surat ini aku baca, akupun terperangah dengan isi surat ini lalu kami bertatap-tatapan seraya kami terkejut.


"Yuka.. Benarkah isi surat ini?" Tanyaku kepada Yuka.


Yuka pun menggelengkan kepala seraya dia tidak mengerti apa yang ditulis oleh neneknya.


"Pangeran Kenzi, sebaiknya kita lanjutkan hingga selesai membaca. Agar kita mengerti apa isi dari surat ini sebenarnya." Ucap Yuka menyarankan kepadaku, agar melanjutkan membaca secarik surat ini. Akhirnya kami berdua membacanya kembali hingga pada akhir kalimat yang dituliskan oleh nenek Jisoo,


"Kalian harus saling menjaga, jika kalian saling mencintai. Sebenarnya Suzuka adalah kakak kandung dari Yuka, sedangkan Kenzie adalah anak dari seorang selir yang bernama Keiko. Suzuka dan Yuka adalah anak Kaisar Keytaro sedangkan Kenzi adalah anak dari Kaisar Suji. Kalian jaga rahasia ini baik-baik untuk bekal nanti jika ada kendala saat kalian bertarung." Tulisan terakhir yang dituliskan oleh nenek di dalam surat ini.


Yuka pun menangis dengan tersedu-sedu, seraya dia tidak mempercayai kenyataan yang diterimanya. Aku pun merasakan hal yang sama saat ini. Rasa sakit ini begitu bergejolak kepada kaisar Keytaro.


"Bagaimana mungkin sepanjang hidup dari ayahku disakiti oleh kaisar yang jahat itu?" Seketika aku pun memukul meja yang ada di depanku.


Brak prak.


Bunyi dentuman meja yang saat ini aku pukul, aku kepalkan tanganku seraya aku menahan emosi yang membara saat ini.


"Ada apa dengan kalian? Apa yang terjadi?" Tanya Jae Jun saat ini.


"Jae Jun, aku harus segera pergi ke Kerajaan Suji. Aku harus memberi perhitungan kepada kaisar yang jahat itu." Ucap Kenzie dengan tegas kepada Jae Jun. Akan tetapi aku melupakan jika Yuka ada disampingku, bahwa pada kenyataannya adalah gadis ini anak kandung dari Kaisar Keytaro.

__ADS_1


"Pangeran Kenji, apakah kamu lupa Kaisar Keytaro adalah ayahku. Tolong jangan sakiti dia, aku belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah." ucapnya membuat hatiku luluh lantah, seketika aku pun dilanda perasaan yang sangat bimbang akan tetapi aku mencoba menjelaskan hal ini kepada Yuka.


"Yuka.. Dengarkanlah. Walaupun ayahmu jahat terhadapku dan juga terhadap ayah kandungku. Akan tetapi ini tidak ada hubungannya denganmu, biarkan hal buruk mendapatkan konsekuensinya. Walaupun pada kenyataannya Kaisar Keytaro adalah ayahmu. Percayakan padaku, Yuka. Aku ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik." Ucapku memberi pengertian kepada Yuka saat ini. Akhirnya aku pun pergi ke istana Kerajaan dengan menggunakan kuda yang digunakan oleh Jae Jun, sedangkan Jae Jun mendampingi Yuka berada di gubuk ini.


__ADS_2