
Rasa marah sedang menyelimuti jiwaku, kekesalanku begitu memuncak saat tau Kenzie masih saja berhubungan dengan gadis miskin itu. Aku merasa sangat yakin sekali bahwa Yuka tidak akan berani menghadapi pertarungan sengit di Lembah hitam. Siapa yang tidak tahu tentang Lembah itu, Lembah itu menyimpan banyak misteri bahkan saksi bisu atas kematian para pembangkang Kerajaan.
Saat ini aku sedang duduk termenung sambil memikirkan apa yang akan aku lakukan, tiba-tiba aku dikejutkan dengan langkah kaki Kenzi yang begitu keras.
Duk duk duk duk duk.
Langkah kaki Kenzi, seolah sedang berlari ke arahku. Aku tahu dia pasti akan marah kepadaku, terlebih gadis yang Kenzi sukai telah terancam jiwanya.
Tok tok tok tok tok tok.
Bunyi ketukan pintu dari arah luar, sepertinya itu ialah Kenzi.
"Kakak, buka pintu." Teriak lantang seorang putra mahkota yang saat ini ada di depan kamarku. Aku pun segera bangkit dari dudukku lalu aku hampiri Kenzi seraya aku ingin tahu apa maksud kedatangannya.
"Kenapa kamu berteriak seperti itu, Kenzi? tidak bisakah kamu menggunakan sopan santun di dalam istana kerajaan." Ucapku dengan tegas kepada adikku saat ini.
"Apa yang kamu lakukan, Kakak Suzuka? mengapa kamu mendorong Yuka hingga jatuh ke tanah? Jika kamu ingin bertarung, sudah seharusnya kamu bertarung level yang sepadan. Kamu menguasai jurus dari Guru kerajaan, sedangkan apa yang bisa diperbuat oleh Yuka? gadis malang itu semakin terancam dengan tantangan darimu. Tidak bisakah kamu sedikit manis, sebagai putri mahkota." Ujar adikku dengan kemarahan yang begitu membara.
__ADS_1
"Cukup sudah, Kenzi. Tidak perlu kamu membela gadis miskin itu. Ini adalah konsekuensi dari apa yang kalian lakukan, beberapa kali aku peringatkan Jangan pernah kamu bergaul dengan gadis miskin yang tidak sama sekali memiliki strata sosial sama seperti kami. Dengan sikapmu yang begitu keras, aku pun bisa melakukan hal yang sama." Sahutku kepada Kenzi dengan melirik mata yang tajam, tepat di sampingnya. Apa kamu bilang? Ini larangan dari kerajaan? Siapa yang membuat aturan? Kamu dengar sendiri'kan ayah berkata demikian? Ayah mengizinkanku untuk bergaul dengan siapapun, sesuka hatiku. Mengapa kamu begitu membeda-bedakan sesama manusia?" Ucap Kenzie dengan penolakan atas ungkapanku saat ini.
"Lucu sekali kamu, Kenzie. Kamu merasa ada pembelaan dari ayah, sedangkan aku pun ada pembelaan dari ibu. Bukankah kita impas saat ini? Jika aku ingin bertarung bersama Yuka, apa urusanmu? Dia pun mengiyakan ajakanku. Mengapa kamu bersikap seolah tidak terima? apakah kamu mencintai gadis miskin itu?" Tanyaku dengan mendelik mata saat menoleh ke arahnya.
"Oh, jadi ini yang Kakak Suzuka inginkan? baiklah, kak. Aku akan pergi dari kerajaan. Semoga saja dengan kepergianku akan membuat pertempuran semakin sengit!" Tantang adikku saat ini.
"Berani kamu melawan kakakmu? jika kamu ingin pergi, pergilah! Itu urusanmu. Akan tetapi seluruh pengawal kerajaan tidak akan membiarkan kamu pergi, kamu akan segera ditangkap." Ucapku menakuti adikku.
"Terserahlah, kak. Mungkin dengan kepergianku akan membuatmu semakin bahagia. Jika aku harus memilih, aku pasti akan memilih Yuka dibandingkan kamu kakakku. Sedikitpun kamu tidak mencerminkan sikap sebagai Putri mahkota dari Kerajaan Suji. Apa yang kamu tahu tentang kerajaan ini? Kamu hanya bisa menyimpan rasa iri dengki yang membuat hancur diri kamu sendiri." Ucapan Kenzi yang begitu menyakitkan hatiku.
"Teruslah kamu melawan kepadaku. Suatu saat nanti, kamu akan menyesal telah membela Yuka di hadapanku saat ini." Ujarku kepada Kenzie dengan menunjuk ke arah wajahnya saat ini.
"Tidak bisakah kamu sopan sedikit, kakak? bagaimanapun aku adalah putra mahkota. Tahta ku lebih tinggi dibandingkan tahta mu. Mahkota kerajaan Suji, ada di tanganku. Apakah kamu memilikinya? dengarlah kak, kamu bukanlah Raja di Kerajaan ini. Putra mahkota itu gelarku, tugasku adalah sebagai penerus ayah. Aku berhak melakukan apa yang aku mau, bagaimana jadinya Jika seorang pangeran dari Kerajaan Suji diatur oleh kakaknya? ini mustahil. Baiklah, Kak. Kali ini aku sanggupi tantanganmu kepada Yuka dengan demikian, kamu otomatis menantangku." Seru adikku yang tidak main-main saat ini.
Lalu aku pun mengusir Kenzie dari dalam kamarku, seraya aku tidak ingin melanjutkan perdebatan ini.
"Kenzie, Pergilah kamu dari kamarku. Aku malas berdebat denganmu, jika memang kamu ingin bertarung denganku? Silahkan. Atunggu kamu di malam bulan purnama." Bentakku kepada Kenzie dengan tidak kalah sengit saat ini.
__ADS_1
Kenzie pun pergi meninggalkanku lalu aku segera menutup pintu kamarku saat ini.
Cekrek cekrek cekrek cekrek.
Pintu saat ini aku tutup, aku kembali duduk di kursi riasku. Aku pun kembali berpikir tentang apa yang baru saja kami perdebatkan. Bagaimana bisa kakak beradik bertarung demi gadis miskin itu? ini adalah hal yang paling memalukan. Ancaman besar bagi kerajaan Suci, jika kerajaan lain tahu tentang pertarungan sedarah. Aku tidak mungkin menarik ucapanku, karena apa yang aku ucapkan bernilai dengan harga diriku saat ini.
"Kenzi, kamu benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya kamu melawan kepadaku, hanya demi membela seorang gadis miskin." Ucapku di dalam kesendirianku saat ini. Begitu bingung rasanya hati ini, menghadapi masalah antara aku dan Kenzi. Pikiranku begitu kacau, rasa-rasanya tidak bisa lagi aku berpikir dengan normal. Aku pun segera bergegas ke ruangan pelatihan Kerajaan. Dengan langkah kaki yang begitu resah, aku pun menghampiri guru Kerajaan Suji.
"Guru, bisakah aku berbicara denganmu?" Ucapku kepada guru kerajaan.
"Wahai Putri Suzuka, ada apa? kenapa kamu gelisah seperti itu? terlihat dari raut wajahmu seolah kamu sedang memikirkan hal yang berat." Tanya dari guru Kerajaan saat ini.
"Begini, guru. Aku menantang seorang gadis miskin yang membuat keributan di dalam Kerajaan Suji. Kejadian ini diawali dengan Kenzi yang selalu bergaul dengan kasta miskin. Beberapa kali aku peringatkan kepada Kenzi, jangan sekali-kali bergaul dengan rakyat jelata. Saat ini Kenzi tetap membangkang karena dia merasa aman saat mendapat persetujuan dari ayah. Aku pun merasa tidak terima tentang hal ini, akhirnya aku menantang gadis miskin itu untuk bertarung di Lembah hitam." Ucapku dengan sedikit ragu.
"Apa...? Lembah hitam? ini sungguh nekat. Putri..seseorang yang bertarung di Lembah hitam adalah Kesatria yang memiliki level tertinggi jurus andalan. Sedangkan putri belum ke tahap itu, jangan gegabah putri. Ini akan mencelakai dirimu sendiri." Ucap guruku saat ini seraya ia tidak mengizinkan ku untuk pergi bertarung.
"Tapi guru...hal yang sudah aku ucapkan, tidak mungkin aku tarik kembali. Ajari aku jurus-jurus andalan Kerajaan Suji." Ujarku seraya memohon kepada guru Kerajaan Suji.
__ADS_1
Saat ini terlihat guru pun terdiam, sepertinya ia bingung harus menjawab apa tentang ucapanku.
"Putri Suzuka, bisakah engkau memberikan waktu kepadaku untuk berpikir? aku tidak ingin menanggung resiko yang begitu tinggi dengan melatihmu untuk bertarung di Lembah hitam." Ucapnya menghentikan percakapanku hari ini.