
POV. YUKA
Hari ini adalah hari keduaku untuk berlatihan, entah kenapa hati ini mulai ragu untuk melanjutkan pertarungan. Aku pun duduk termenung di samping bilik gubuk yang ada di Bukit hijau, pikiranku melayang seolah aku meragukan kemampuan diriku. Bagaimana mungkin aku bisa melawan Putri Suzuka? lebih baik aku berbicara kepada Kenzi, agar aku bisa mundur dalam pertarungan ini.
"Kenzi.. Bisakah aku berbicara denganmu sebentar? Ada hal yang aku ingin tanyakan kepadamu." Ucapku dengan sedikit bergetar saat ini. Mulutku seolah kelu akan mengucapkan kata-kata yang pasti mengecewakan Kenzi.
"Ada apa Yuka, sepertinya penting sekali kamu ingin berbicara denganku." Ucap Kenzi saat ini, matanya menyiratkan suatu tanda tanya besar yang ingin dia tanyakan.
"Kenzi.. Sepertinya aku ragu dengan kemampuanku, apa lebih baik aku mundur saja dari pertarungan ini?" Ucapku kepada Kenzi saat ini.
"Yang benar saja kamu, Yuka. Kamu sudah di tengah-tengah perjalanan. Mana mungkin kamu bisa mundur begitu saja? Kuatkan tekadmu, yakinlah pada kemampuan dirimu sendiri." Ucap Kenzie menyemangatiku saat ini.
"Tetapi, Kenzi.." Ucapku tiba-tiba terhenti saat melihat mata Kenzie yang berkaca-kaca.
"Kenzi, maafkan aku. Kamu pasti sedih dengan ucapanku saat ini? iya, kan?" Tanyaku kepada Kenzie saat ini.
"Bagaimana mungkin aku tidak sedih, Yuka. Aku telah memperjuangkanmu, sampai aku pergi dari kerajaan. Akan tetapi kamu menghancurkan tekad bulatku." Ucapnya dengan terbata-bata.
"Maafkan aku, Kenzie. Aku hanya takut kalah dalam pertempuran nanti." Sahut ku kepada Kenzi saat ini.
"Dengarlah, Yuka. Tidak ada orang yang langsung menjadi kesatria, semua butuh proses. Kamu harus berlatih dengan giat, aku berjuang saat ini agar kamu dapat dihargai oleh keluargaku. Apakah kamu tidak merasakan bahwa aku menyukaimu?" Ucap Kenzi yang mengejutkanku saat ini.
Sontak aku pun terperangga dengan pernyataan Kenzi, bagaimana bisa seorang putra mahkota mencintai rakyat jelata.
"Kenzi, apa mungkin kamu mencintai gadis miskin sepertiku?" Ucapku meyakinkan diriku sendiri.
"Yuka, apa bedanya miskin dan juga kaya? Saat ini aku hanya tertarik kepadamu. Aku mencintaimu, sudahlah akhiri percakapan ini. Aku malasbmembicarakan hal yang bisa membuat dirimu semakin pesimis. Lebih baik kita memulai latihan hari ini." Ucap Kenzi dengan tegas kepadaku.
"Oke, baiklah. Jika seperti itu, aku akan berusaha semaksimal mungkin. Disaat kamu memperjuangkanku, aku juga akan memperjuangkanmu." Ucapku dengan spontan saat ini.
__ADS_1
"Apa.. Kamu memperjuangkanku? Apakah kamu merasakan hal yang sama sepertiku saat ini?" Tanya Kenzi kepadaku. Tatapan matanya seolah penuh harap lalu dia meraih tanganku.
"Jika aku tidak mencintaimu, mana mungkin aku ingin berlatih sampai detik ini. Bisa saja aku menolak saat Putri Suzuka menantangku. Akan tetapi aku tidak melakukan itu, karena aku tahu aku tidak akan pernah bisa jauh darimu. Hanya kamulah satu-satunya orang yang menemaniku dengan setia." Ucapku dengan lugas, Kenzi pun tersenyum saat ini. Sepertinya dia merasa bahagia, saat aku berucap seperti ini.
"Baiklah, gadis cantik. Mari kita latihan ini, peganglah samurai ini untuk memulai berlatih. Kita akan berlatih menggunakan pedang samurai sakti, pedang ini biasa digunakan para putri ataupun raja saat bertarung. Aku sengaja membawakan pedang ini untukmu, agar kamu bisa menguasai teknik dalam penyerangan." Ucap Kenzi dengan memberikan sebilah pedang samurai sakti.
"Wah, pedang ini sangat tajam sekali. Aku takut mempergunakannya, Kenzi." Ucapku yang sangat Terkesima melihat kilauan pedang yang saat ini.
"Genggam samurai ini, tidak usah khawatir. Aku akan mengajarkanmu bagaimana cara menyerang. Lekaslah kamu berdiri!" Ucap Kenzi saat ini, akhirnya aku menuruti pinta nya. Sekarang aku berdiri dengan tegak lalu dia mencontohkan kepadaku, bagaimana cara berkuda- kuda yang baik.
"Lihat ini, Yuka. Ini adalah kuda-kuda kuat, kamu harus bisa memfokus'kan kekuatan kepada kakimu. Dalam teknik penyerangan, selain menggunakan kekuatan tangan kamu pun menggunakan kekuatan otot kaki. Jadi lekaslah kamu berkuda sekarang." Seru Kenzi saat ini seraya memintaku untuk mengikuti perintahnya. Akhirnya aku mempraktekkan apa yang Kenzi contoh'kan.
"Apakah sudah benar kuda-kudaku?" Tanyaku saat ini.
"Kuda-kuda mu masih belum terlalu sempurna, Yuka. Sini aku perbaiki." Ucap Kenzi kepadaku dengan segera memperbaiki kuda-kuda ku.
"Nah, ini baru yang benar. Teruslah kamu berkuda-kuda seperti itu hingga waktu yang aku tentukan. Fokuskanlah pandanganmu pada satu titik yang ingin kamu serang." Ucap Kenzi saat ini.
"Dengan segera, Kenzie mencontohkan apa yang seharus aku lakukan. Aku lakukan gerakan itu dengan baik, aku fokuskan mataku ke satu titik untuk aku menyerang. Setelah aku lolos dalam tahapan kuda-kuda yang kuat lalu sekarang waktunya aku menggunakan samurai sakti ini.
"Sekarang kuda-kuda dan langkah kakimu sudah tepat, Yuka. Sepertinya kamu sudah siap untuk memulai latihan dalam penyerangan, genggam erat samurai lalu gerakan ke kiri dan ke kanan. Lakukan dua kali ke arah atas dan dua kali ke arah bawah, kamu harus bisa menangkis pedangku.
"Aku coba gerakan ke arahmu." Seru Kenji saat ini.
"Baiklah, Kenzi. Ayo mari kita lakukan." Sahutku kepada Kenzi.
X slash slash x slash slash, srereng sreng.
Bunyi pedang saat ini yang berbenturan satu sama lain.
__ADS_1
"Bagus, Yuka. Gerakanmu memulai memiliki kekuatan sekarang, coba kamu gerakan kaki belakangmu agar kamu bisa mundur satu langkah lalu kamu melompat untuk menyerang." Ucap Kenzi saat ini.
"Kenzi, aku tidak bisa menyerangmu. Jika nanti kamu tertusuk oleh samurai sakti, apakah ini tidak membahayakan?" Tanyaku penuh hati-hati.
"Yuka, tidak perlu khawatir. Aku menguasai teknik dalam menghindar, jadi kamu tidak usah takut." Ucap Kenzi menenangkanku saat ini.
"Baiklah, Kenzie. Akan kulakukan semampuku." Sahutku saat ini.
Hiya hiya hiya x slash slash slash slash.
Bunyi pantulan pedang yang saat ini saling berbenturan, aku pun mulai mundur dengan perlahan lalu aku melompat untuk menyerang Kenzi. Tepat persis akan mengenai pundaknya, Kenzi dengan cekatan segera menghindar.
Gubrak gubrak
Kenzi pun terjatuh ke tanah, saat ia menghindar dari samuraiku.
"Kenzi ... Apakah kamu baik-baik saja? Maafkan aku Kenzi, aku tidak sengaja melakukan itu." Ucapku dengan ketakutan, mengkhawatirkan keadaan Kenzi saat ini.
"Tidak apa-apa, Yuka. Gerakanmu semakin bagus, ini yang aku harapkan." Ucap Kenzi yang saat ini memujiku, akupun menunduk malu.
"Aku takut melukaimu, jika aku teruskan latihan penyerangan." Ucapku seraya meminta kepada Kenzie, untuk berhenti latihan pada hari ini.
"Baiklah, Yuka. Hari ini cukup sekian untuk latihan, mari kita beristirahat." Sahut Kenzi kepadaku, tiba-tiba samurai ini memancarkan kilauan cahaya yang begitu sangat terang.
"Kenzi, ada apa dengan samurai ini? Mengapa samurai ini memancarkan cahaya. Apa ada kesalahan yang aku lakukan?" Tanyaku kepada Kenzie saat ini.
"Oh, tidak Yuka. Kamu tidak melakukan kesalahan, pedang Sakti ini yang akan memilih siapa yang bisa menggunakannya. Sedikit cerita, beberapa kali Suzuka menggunakan samurai ini untuk berlatih akan tetapi pedang ini seolah tidak mau diajak untuk bekerja sama. Akan tetapi saat pedang ini digenggam olehmu sepertinya kamu adalah pilihan dari pedang samurai sakti ini.
"Benarkah itu, Kenzie?" Tanyaku dengan keheranan.
__ADS_1
Kenzie pun mengangguk lalu ia tersenyum, tidak lama kemudian dia menepuk bahuku lalu dia berkata.
"Percayalah kepadaku, Yuka. Semua akan baik-baik saja." Ucap Kenzie dengan begitu gagah berani.