
POV. Permaisuri Yiza.
Masalah ini semakin membebani pikiranku, hal yang paling terburuk dalam hidupku ialah melihat anakku Mati dalam pertempuran. Suzuka adalah anak yang sangat ambisius, dia persis menuruni sifat ayahnya Keytaro. Akan tetapi hal ini bisa saja mencelakakan jiwanya. Apa yang ia lakukan sangatlah beresiko tinggi kepada nyawanya sendiri.
Pertempuran di Lembah Hitam membuatku sangat ketakutan, pikiranku semakin melayang saat aku tiba-tiba selalu teringat dengan putri bungsuku. Aku telah melakukan kesalahan terbesar dengan membuang Yuka dan menitipkannya kepada Selir Jisoo, akan tetapi aku tidak tahu di mana keberadaan anak bungsuku itu sekarang. Untuk hal ini aku tidak bisa tinggal diam, aku harus mencari Selir Jisoo untuk memastikan gadis yang bertempur dengan Suzuka bukanlah putri bungsuku. Apa jadinya jika kedua putriku saling bertikai, walaupun aku telah membuang Yuka akan tetapi aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi Suzuka. Sepertinya aku harus turun tangan, agar aku tidak menyesal di kemudian hari. Aku berjalan keluar dari kamarku lalu aku saat ini menghadap kepada suamiku yaitu Kaisar Suji. Suamiku aku ingin izin keluar sebentar, apakah kamu mengizinkanya?" Ucapku seraya meminta izin kepada suamiku saat ini.
"Ada perlu apa hingga kamu harus keluar dari kerajaan? Bukankah sudah banyak pengawal dan ajudan yang bisa membantumu saat ini? Keadaan kerajaan sedang genting kamu jangan menambah masalah. Sudah cukup putrimu membuat keributan di kerajaan ini." Ucap dari suamiku dengan nada bicara yang terlihat amat sangat membenci Suzuka.
"Wahai suamiku, mengapa engkau berbicara Suzuka ialah putriku? Bukankah Suzuka ialah putri kami berdua?" Tanyaku kepada suamiku saat ini.
"Yiza.. Apapun yang kamu ucapkan, tetap saja Suzuka telah melampaui batas. Terlebih Kaisar Keytaro yang saat ini mencoba merusak kenyamanan di Kerajaan Suji. Lebih baik kamu berdiam diri di rumah, jangan menambah masalah yang membuat kerajaan semakin kacau." Ujar suamiku dengan meninggalkanku saat ini.
Aku pun terdiam lalu berpikir keras, bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari kerajaan ini? aku tidak bisa diam saja melihat masalah yang menimpa Kerajaan Suji. Bagaimana jika rahasiaku terbongkar? aku bisa diusir oleh suamiku dan aku tidak akan rela posisiku digantikan oleh Keiko telah memberikan Kaisar Suji putra yang menguasai segala keputusan di Kerajaan Suji. Benar-benar aku tidak ingin tahta Suzuka digeser oleh Kenzi.
Aku segera berlari keluar kerajaan lalu aku memanggil Jae Jun saat ini. Dia adalah satu-satunya orang yang tahu tentang jati diri dari gadis miskin itu.
"Jae Jun, kemarilah!" Ucapku dengan lantang kepada pengawal pribadi Kenzi saat ini.
"Wahai, permaisuri Yiza. Apakah Anda memanggilku?" Tanya dari Jae Jun.
"Iya, Jay Jun. Aku sedang memanggilmu, segeralah kamu menghampiriku." Sahutku kepada Jae Jun saat ini.
__ADS_1
Dia berjalan menghampiriku lalu sekarang kami tepat berhadapan.
"Ada perlu apa Permaisuri Yiza?" Tanya Jae Jun kepadaku.
"Aku ingin mengetaahui tentang gadis miskin yang bernama Yuka. Aku yakin kamu mengetahui dimana rumahnya. Bisa tolong antarkan aku ke sana sekarang?"
Ucap ku kepada Jae Jun dengan wajah yang begitu sinis mengamati gerak-geriknya. Terlihat wajah Jae Jun yang terlihat panik.
"Permaisuri Yiza, mohon maaf sekali aku tidak bisa mengantarkan Anda ke sana karena belum mendapat izin dari Pangeran Kenzie. Disini tugas ku hanya mengawal Pangeran Kenzi akan tetapi aku tidak berhak untuk pergi mengantar permaisuri saat ini." Ucap Jae Jun seraya menolakku saat ini.
"Bisa-bisanya kamu melawanku Jae Jun? Baiklah jika seperti itu, akan aku cari seorang diri di mana letak rumah gadis miskin itu. Gadis itu telah membuat keributan di Keajaan Suji. Aku harus memberi perhitungan kepada orang tuanya." Ucapku dengan lantang dengan meninggalkan Jae Jun saat ini.
"Aku pun pergi dengan menggunakan kuda yang berwarna hitam, aku sudah tidak ingin mendengarkan apa yang diperintahkan suamiku. Saat ini yang ada di otakku hanyalah, aku tidak ingin ada pertumpahan darah di antara kedua putriku. Semoga saja ini firasat buruk yang aku rasakan. Aku berharap gadis miskin itu bukanlah anak bungsuku.
"Hai kamu pedagang sayur.. Tahukah kamu tentang gadis miskin yang selalu ditemui oleh putra dan putriku." Tanyaku kepada penjual sayur di pasar tradisional.
"Salam hormat kami kepada permaisuri Yiza. Mohon maaf permaisuri, apakah yang anda maksud itu adalah Yuka? Yang aku ketahui pernah terjadi keributan antara Putri Suzuka dengan penjual lobak yang bernama Yuka." Ucap dari pedagang sayur di pasar tradisional.
Sontak akupun terkejut, ternyata mereka sudah sering bertemu.
"Iya.. benar sekali. Kamu mengenal gadis itu?" Tanyaku kepada pedagang sayur di pasar tradisional ini.
__ADS_1
"Kebetulan aku mengenalnya, rumah gadis miskin itu berada tepat di belakang Kerajaan Suji.
"Apakah permaisuri ingin aku mengantarkan permaisuri untuk pergi ke sana?" Tanya dari pedagang sayur itu, seraya dia ingin membantuku saat ini. Aku pun mengangguk lalu kami pergi bersama-sama ke sebuah rumah yang jauh dari kata sederhana. Rumaah ini persis seperti gubuk.
"Mungkinkah putriku yang tinggal di rumah ini?" Gumam batinku yang berkecambuk dengan keinginan yang tinggi.
"Wahai pedagang sayur, kamu bisa pergi meninggalkan aku sekarang." Ucapku seraya mempersilahkan pedagang itu pergi meninggalkanku. Aku tidak ingin percakapanku didengar oleh siapapun, terlebih aku belum mengetahui siapa gadis itu sebenarnya.
Sngat lama aku menunggu di depan rumah gubuk akan tetapi tidak ada yang menjawab panggilanku saat ini. Aku pun segera berangsur pergi hingga hingga berjalan untuk kembali menunggangi kudaku. Saat aku menaiki kudaku, aku melihat ada Jisoo yang sedang berkeliaran di pasar. Aku pun segera menghampiri Jisoo saat ini.
"Selir Jisoo... Apakah itu kamu?" Tanyaku kepada Jisso.
"Salam permaisuri Yizza, benar sekali ini adalah aku Jisoo. Apakah anda ingin berbicara denganku?" Tanya Jisoo dengan raut wajah yang begitu masam kepadaku.
"Aku ingin menanyakan kepadamu tentang putri bungsuku, dimanakah dia berada?" Tanyaku kepada Jisso saat ini.
Swsaat sebelum menjawab nampak raut wajauh dengan sedih. Aku dengarkan baik-baik apa yang dia katakan saat ini.
"Mohon maaf, permaisuri. Putrimu sudah lama tiada saat ini, aku hanya tinggal seorang diri. Sudah cukup terlambat jika kamu ingin menemui putrimu. Bukankah kamu saat itu tidak mengharapkan kehadirannya?" Ucap Jisoo yang begitu sengit kepadaku.
"Hah.., Apa kamu bilang? Putriku sudah meninggal? Mengapa kamu tidak memberitahuku?" Tanyaku kepada Jisoo saat ini.
__ADS_1
"Mungkinkah aku bisa masuk ke dalam Kerajaan Suji. Apakah kamu tidak ingin rahasiamu terbongkar?" Ucap Jisoo yang membuatku terdiam.