SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 9. Percakapan Jisoo dan Yurika.


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 03.00 sore, akan tetapi sampai detik ini belum terlihat Yurika menyambangi rumahku. Ada rasa khawatir yang terbersit di pikiranku saat ini. Mungkinkah Yurika kesulitan untuk keluar dari istana kerajaan? Jantungku berdetak kencang, aku pun tidak bisa menahan rasa ingin tahu ku tentang asal-usul Pangeran Kenzi. Sebenarnya bukan hanya itu, aku menginginkan Yuka mendapatkan pasangan yang baik. Tidak dipungkiri setiap orang pasti ingin memiliki pasangan seorang putra mahkota, akan tetapi aku tahu persis tentang tabiat permaisuri di Kerajaan Suji.


Kteplak plak plak keteplak.


Terdengar suara hentakan langkah kaki yang mengarah ke rumahku saat ini, sepertinya ada seseorang yang sedang berlari untuk menuju ke rumahku. Aku bergegas menghampiri pintu utama, ternyata itu Yurika yang sedang berlari ke arah rumahku. Dengan wajah panik Yurika tergesa-gesa menemuiku.


"Jisoo.." Ucap Yurika dengan wajah ketakutan.


"Kenapa kamu berlari-lari Yurika? Sebenarnya apa yang telah terjadi di Kerajaan Suji." Tanyaku kepada temanku Yurika.


"Apakah benar Yuka sering bertemu dengan Pangeran Kenzi?" Tanya Yurika dengan terbata-bata.


"Memangnya ada apa? Hal itu benar adanya, bahkan aku mengetahui tentang pertemanan mereka. Itu bukan suatu masalah sepertinya karena aku tahu fakta tentang asal-usul Yuka. Mungkin sekarang Yuka tidak pantas dekat dengan Pangeran Kenzi, akan tetapi saat semua orang tahu tentang kebenaran jati diri Yuka. Mereka pun akan berpikir ulang untuk merendahkan Yuka." Ucap tegasku kepada Yurika saat ini.


"Benar, Jisoo. Aku tahu tentang asal-usul putri cantik itu, akan tetapi rahasia ini sudah ditutup rapat. Siapa yang berani membuka tabir ini? Apakah kamu ingin mati, jika nekat membuka tabir rahasia yang terjadi di dalam kerajaan." Ujar Yurika dengan tergesa-gesa. Matanya seolah terfokus kepadaku memandangku dengan sorot tajam.


"Yurika, kamu bisa berbicara baik-baik? Cobalah sedikit tenang dalam berucap kepadaku. Jangan membuat keadaan semakin rumit, ada apa gerangan?" Tanyaku kepada Yurika saat ini.


"Duduklah sebentar, ini minuman untukmu. Kamu aman berada di sini, tidak ada satu orang pun yang akan mengetahui tentang keberadaanmu." Sambung ucapku menenangkan Yurika.

__ADS_1


Gelek gelek gelek.


Suara tegukan air yang diteguk oleh Yurika, sepertinya dia kehausan. Mungkin dengan meneguk air, bisa menenangkan hatinya.


Tidak lama, dia pun menarik nafas seraya ia sedang benar-benar merasa panik.


Huuuuh huffffh


Nafas Yurika yang di hembuskan secara kasar, terdengar jelas olehku.


"Apakah keadaan kamu sudah membaik, Yurika? Bisakah kita mulai pembicaraan." Ucapku memulai percakapan dengan serius.


"Sepertinya aku sudah tenang, Jisoo. Apa yang sebenarnya kamu ingin ketahui dari Kerajaan Suji?" Tanya Yurika saat ini, dari raut wajahnya terpancar berbagai macam keingin tahuan. Sepertinya dia sangat penasaran sekali dengan maksud tujuanku.


"Oh, itu masalahnya. Aku sudah paham sekarang, Jisoo. Rahasia ini sebaiknya kamu tutup rapat, Kenzi bukanlah anak dari permaisuri Yiza." Ucapnya mengejutkanku.


"Lalu siapa Kenzi sebenarnya? Apakah dia anak angkat atau ini adalah taktik dari Permaisuri Yiza agar mendapat perhatian dari Kaisar Suji" Dengan spontan aku pun bertanya kepada Yurika.


"Bagaimana bisa putra mahkota bukan anak dari seorang permaisuri?" Aku-pun mempertanyakan itu kepada Yurika.

__ADS_1


"Kamu belum mengetahui banyak tentang Kerajaan Suji karena kamu adalah selir dari Kerajaan Yamada. Aku coba menjelaskan kepadamu saat ini, semoga kamu mau menjaga rahasia ini. Kenzi adalah anak dari seorang selir cantik dan baik hati, selir itu bernama Keiko. Saat itu Permaisuri Yiza tidak kunjung mendapatkan anak laki-laki, membuat keresahan di hati Kaisar Suji. Dengan berbagai perjanjian, akhirnya terjadi kesepakatan dengan Permaisuri Yiza. Saat itu Kaisar di ijzinkan berhubungan dengan salah satu selir yang bernama Keiko. Sebagai imbalanya, permaisuri meminta Kaisar Suji untuk menuruti semua permintaanya. Baik dari harta ataupun jaminan tahta untuk Putri Suzuka. Dari hubungan itu, Kaisar mempunyai seorang putra yang bernama Kenzi. Setelah Pangeran Kenzi lahir, Keiko di usir dari kerajaan dan diberikan jaminan kehidupan layak yang di rahasiakan. Rahasia ini hanya diketahui oleh beberapa orang saja, aku adalah salah seorang yang mengetahui persis kejadian itu. Fakta yang sebenarnya adalah Pangeran Kenzi benar-darah darah daging dari seorang Kaisar Suji." Ucap Yurika sembari menggenggam tanganku.


Sontak aku pun terkejut tetapi ada rasa lega di hatiku saat ini bahwa hubungan Yuka dengan Kenzi tidaklah memiliki keterikatan darah. Aku pun mulai mendekat ke arah Yurika.


"Syukurlah, jadi seperti itu Yurika ceritanya. Apakah Pangeran Suji tahu bahwa ada anak yang pernah dilahirkan oleh permaisuri Yiza selain Suzuka?" Tanyaku saat ini dengan menatap tajam wajah Yurika.


"Sampai sekarang Kaisar Suji belum mengetahui tentang kebenaran itu, Jisoo. Begitu cerdik Permaisuri Yiza menyembunyikan aibnya. Sampai detik ini pun, Suzuka tidak mengetahui bahwa dia adalah anak dari Kaisar Keytaro. Aku takut Suzuka mencelakai Yuka yang tidak lain ialah adik kandungnya sendiri. Aku pun mulai bimbang saat Kerajaan Keytaro mengajak kerjasama kepada Kerajaan Suji. Aku takut masalah di masa lalu akan terkuak atau bahkan akan diulangi oleh Permaisuri Yiza." Tutur Yurika dengan segala keresahannya.


"Tenanglah, Yurika. Saat ini aku akan selalu menjaga Yuka, aku pun merasa kasihan kepada Pangeran Kenzi yang selalu ditekan oleh kakaknya. Walaupun kenyataanya Suzuka itu ialah kakak dari Yuka." Ucapku berusaha menenangkan Yurika.


"Setidaknya kamu telah mengetahui kebenaran ini, Jisoo. jadi tolong jaga semua rahasia yang kau tahu, jaga baik-baik Yuka. Kasihan putri malang itu." Ucap Yurika dengan berderai air mata, diapun menoleh ke arah luar seraya ia sedang mengamati keadaan.


"Jisoo.. Aku pamit undur diri. Aku harus kembali ke dalam istana kerajaan. Jika tidak segera pulang, aku akan dicurigai oleh pengawal kerjaan." Sambung ucap Yurika seraya berpamitan denganku. Percakapan kami ditutup sampai di sini, akhirnya Yurika pun pulang ke istana Kerajaan Suji.


Aku kembali tertegun dalam keraguan, mungkinkah Yuka akan bahagia jika rahasia ini terus ku tutup rapat? akupun mencoba menenangkan fikiranku dengan menghela nafas yang panjang.


Huuuhhh


Nafas ini seolah berat ku hirup.

__ADS_1


"Nek, wanita tadi itu siapa?" Ucap Yuka yang membuatku terperanjat dari duduku.


"Yuka.." Ucapku terhenti dengan terkejut.


__ADS_2