SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 50. Jawaban atas penantian Suji.


__ADS_3

POV. Kaisar Suji.


Hari ini kami semua telah kembali bertemu dengan keluarga kami masing-masing, akan tetapi entah mengapa hatiku begitu gelisah. Seolah aku masih saja memikirkan tentang keberadaan Keiko. Selama ini aku telah merasa bersalah karena aku tidak bisa melindunginya, walaupun di dalam lubuk hatiku yang terdalam. Aku sangat mencintainya, bahkan ingin menjadikannya sebagai seorang permaisuri. Dia telah memberikanku seorang putra yang begitu gagah perkasa, putraku yang bernama Kenzi memiliki perangai baik sama seperti ibunya. Tiba-tiba di dalam lamunan panjangku, tidak sengaja aku menjatuhkan sebotol tinta yang ada di meja.


Prak-gumprang.. Prak.


Tinta itu berceceran di bawah lantai.


"Ayah, apa yang terjadi?" Tanya putraku, seolah dia terkejut dengan bunyi dari jatuhan tinta yang saat ini berserakan di lantai.


"Tidak.. Putraku. Sepertinya aku terlalu hanyut dalam lamunan, etah mengapa hatiku gelisah memikirkan Ibu kandungmu. Aku merasa bersalah karena tidak bisa melindunginya, berulang kali aku memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa menemukan Keiko. Akan tetapi tetapi tetap saja, aku tidak memiliki informasi yang jelas tentang keberadaan Keiko. Aku sangat kecewa dengan perlakuan Yiza kepadanya, betapa teganya wanita yang menjadi permaisuri saat ini berbuat jahat kepada Keiko." Ucapku demgan menarik nafas lalu aku menarik rambutku seraya aku sedang frustasi.


"Ayah.. Tenanglah. Aku ingin berbicara kepadamu. Aku telah bertemu dengan ibu." Ucap putraku sontak membuatku terkejut.


"Hah, apa kamu bilang? Kamu bertemu dengan Keiko? Bagaimana bisa kamu bertemu dengan Keiko?" Ucapku kepada putraku saat ini. Terlihat Kenzi sedang memastikan keadaan di dalam ruanganku lalu dia menutup pintu rapat-rapat dan kembali menghampiriku. Ayah aku sudah mengetahui tentang rahasia besar yang terjadi di dalam Kerajaan Yamada dan Kerajaan Suji. Dengan berat hati aku harus berbicara secara perlahan, kemarin aku bertemu dengan ibu Keiko. Dia berada bersama nenek Jisoo di desa sebelah, aku tidak mengerti bagaimana mereka bisa bertemu akan tetapi rahasia ini seolah membukakan tabir dari semua pertanyaan yang ada di dalam benakku. Ibu Keiko adalah anak kandung dari Selir Jisoo, kejadian yang terjadi atas kelahiranku seolah seperti reinkarnasi dari terlahirnya ibu Keiko. Akan tetapi perbedaan nasib yang terjadi, Ibu Keiko yang malang.. Dia selalu terbuang, sedangkan aku masih beruntung berada di dalam kerajaan." Ucap kenzi dengan menatap mataku cara tajam.


"Apaa?? Keiko adalah anak kandung dari Selir Jisoo? bagaimana itu bisa terjadi?" Tanyaku heran kepada putraku saat ini.

__ADS_1


"Selama ini kita tidak mengetahui tentang kebenaran atas jati diri Ibu Keiko.. Perselingkuhan antara Kaisar Yamada dengan Selir Jisoo telah melahirkan Keiko ke dunia akan tetapi Ibuku memiliki kisah yang begitu sangat menyedihkan. Dia dibuang oleh Kaisar Yamada dan ditemukan oleh salah seorang prajurit yang bekerja di Kerajaan Suji. Hingga akhirnya takdir membawa karma itu kembali terulang, dia bertemu denganmu ayah dan aku dilahirkan di dunia ini." Ucapnya dengan tegas kepadaku, terlihat matanya berkaca-kaca seolah dia menahan perih di dalam hatinya.


"Hah, jadi Keiko sekarang sudah ada bersama Selir Jisoo? Aku ingin bertemu dengan Keiko." Ucapku kepada putraku.


Tidak lama, putraku-pun mengangguk seraya dia menyetujui atas pintaku saat ini.


"Oke.. Baiklah, ayah. Marilah kita pergi ke desa sebelah, tetapi kita harus waspada jangan sampai Suzuka dan Permaisuri Yiza mengetahui tentang keberadaan ibuku." Ucap putraku kepadaku saat ini. Aku-pun menggangguk lalu kami segera pergi bersama untuk menemui Keiko.


Sesampainya aku di desa sebelah, terlihat jelas ada wanita cantik yang telah melahirkan putraku. Dia berada persis di hadapanku saat ini.


"Keiko, itukah kamu?" Ucapku karena sangat terkejut melihat sosok Selir Keiko yang tetap cantik, walaupun dia telah lama hilang.


"Keiko, maafkan aku.. Maafkan karena aku tidak bisa menjagamu. Perbuatan Yiza, telah membuat kamu menderita selama ini. Biarkan aku menembus kesalahanku." Ucapku kepada Keiko saat ini.


"Kaisar Suji, masuklah! Lebih baik kita berbicara di dalam. Aku takut jika Permaisuri Yiza mengetahui tentang keberadaanku." Ucap Keko yang begitu tertekan saat menjelaskan tentang sosok wanita yang bernama Yiza.


Sepertinya dia sangat trauma, atas kejadian yang terjadi di masa lampau. Aku pun mengikuti maunya, aku segera masuk ke dalam rumah yang ditempati oleh Selir Jisoo dan juga Keiko. Sekarang aku sudah duduk di ruang tamu, aku-pun terus menatap wajahnya. Aku tidak ingin berhenti menatap Keiko.

__ADS_1


"Keiko, apa yang terjadi selama ini? Aku tidak mengetahui bagaimana Yiza memperlakukanmu. Aku bersyukur karena aku masih bisa bertemu dan melihatmu saat ini." Ucapku dengan menggenggam erat tangan Keiko.


"Kejadian Itu sudah berlalu, Kaisar Suji. Walaupun permaisuri Yiza telah berbuat jahat sekali kepadaku dan Putraku. Akan tetapi saat ini aku berbahagia karena aku bisa bertemu dengan ibu kandungku." Ucap Keiko dengan tersenyum kepadaku, betapa indahnya pemandangan ini. Aku bisa berhadapan dengan wanita yang memiliki hati setulus sutra, sosok wanita ini adalah ibu dari putra kebanggaanku.


"Baiklah.. Ayah, ibu. Sekarang kita sudah berkumpul, aku merasa lengkap dengan hadirnya kalian berdua. Akan tetapi aku masih belum bisa membawa ibu untuk masuk ke dalam istana Kerajaan Suji. Aku takut nyawa Ibu terancam, karena seperti kita ketahui Permaisuri Yiza dan Suzuka memiliki perangai yang ricik seperti Kaisar Keytaro." Ucap putraku dengan merangkul kami berdua.


"Sudahlah, nak. Jangan pikirkan ibu, lebih baik kamu selamatkan rakyatmu. Selamatkan dunia dari kejahatan mereka, bebaskan para tawanan dari Kerajaan Keytaro. Ciptakanlah kemakmuran di dalam negeri ini. Aku selalu mendoakanmu putraku, sampai tiba waktunya kalian bertempur di Lembah Hitam." Ucap Keiko seolah dia menyemangati putraku. Terlihat dari kejauhan, Yuka menghampiriku saat ini.


"Hai, Yuka.. Bagaimana kabarmu?" Tanyaku kepada kesatria murni yang saat ini membawakan minuman kepadaku.


"Baik sekali, Kaisar Suji. Aku ikut berbahagia dengan semua terbukanya rahasia dan mempertemukan kalian bersatu kembali." Ucap gadis manis ini seraya menyejukkan hati setiap orang yang mendengarkan ucapannya.


"Ayah.. Bolehkah aku menikahi, Yuka?" Tanya putraku dengan tersenyum kepadaku.


"Tentu saja, boleh. Apapun yang membuat kamu bahagia, aku akan selalu mendukungmu. Akan tetapi pernikahan itu tidak bisa digelar, sebelum pertarungan dimulai. Ingatlah.. Bahwa 3 hari lagi adalah waktu bulan purnama kedua, kami semua akan bertarung di Lembah Hitam. Persiapkanlah mental diri kalian, jangan sampai perasaanmu akan menghancurkan semangat yang membara saat ini." Ucapku memperingatkan kepada Yuka dan juga Kenzi saat ini.


Mereka-pun tersenyum lalu mereka pun mengangguk seraya mereka mengerti atas perkataanku.

__ADS_1


"Baiklah, jika seperti itu karena kita telah berkumpul marilah kita makan bersama-sama." Ucap Selir Jisoo saat ini, seraya mengajak kami untuk makan bersama.


"Wah.. asik. Kiita makan enak..!" Teriakan semua orang menyambut kebahagiaan yang saat ini telah melingkupi kehidupan kami.


__ADS_2