
POV. SUZUKA
Kali ini tekadku sudah bulat. Aku akan terus bersekutu dengan iblis, tujuan ku agar aku memenangkan pertarungan di Lembah Hitam. Harga diriku dipertaruhkan, jika aku kalah memerangi gadis miskin itu. Akan tetapi saat ini ada satu kegelisahan di jiwaku, apa yang terjadi di dalam Kerajaan Suji membuat aku berfikir keras. Teka-teki dari segala kejanggalan sikap ayah dan adikku membuatku curiga. Hingga aku berpikir, bahwa aku akan bertarung dengan keluargaku sendiri saat ini.
Sekarang aku berada di ruangan rahasia, kali ini aku ingin bertemu dengan Iblis. Aku berjalan perlahan lalu aku segera berteriak, seraya aku memanggil Iblis.
"Wahai, Iblis. Dimanakah kamu berada? Aku akan melanjutkan persekutuanku kepadamu. Sebentar lagi akan tiba bulan purnama, itu menandakan bahwa aku akan segera bertempur. Segeralah beri aku kekuatan super, agar aku memenangkan pertarungan Lembah Hitam." Ucapku kepada Iblis.
Saat ini aku melihat kabut berwarna hitam, sepertinya Iblis datang menghampiriku. Benar saja, suara yang menggelegar ini membuat aku terkejut.
"Haha haha." Suara tawa Iblis yang menggelegar di satu ruangan.
"Hai, Suzuka.. Apakah kamu memanggilku saat ini?" Ucap Iblis kepadaku.
"Dasar Iblis, siapa lagi yang akan memanggilmu. jika bukan diriku saat ini?" Tanyaku dengan sinis kepada Iblis yang ada di hadapan ku.
"Ada perlu apa kamu memanggilku saat ini?" Tanya Iblis kepadaku.
"Aku ingin memiliki kekuatan yang lebih maksimal. Berikan aku kekuatan api, agar aku bisa membakar tubuh Yuka." Ucapku dengan lantang kepada Iblis itu.
"Huahaha hahaha, dasar kamu Suzuka. Kamu sama persis seperti ayahmu, perangaimu mirip sekali dengan Keytaro." Ucap Iblis sontak mengejutkanku saat ini.
Mataku membelalak, tanganku bergetar. Seraya Aku tidak mengerti apa maksud dari perkataannya.
"Apa maksudmu, Iblis? Aku memiliki ayah seorang Kaisar dari Kerajaan Suji. Mengapa kamu berbicara, bahwa aku ini adalah anak dari seorang Kaisar Kerajaan Keytaro?" Tanya ku dengan kebingungan kepada iblis.
"Huaha haha, dasar manusia bodoh kamu memang. Apakah kamu benar-benar tidak tahu apa-apa selama ini? Jadi, kamu belum tahu? Jika kamu sebenarnya adalah anak dari seorang Kaisar Keytaro?" Pernyataan Iblis membuatku terkejut saat ini.
"Apa kamu bilang?" Tanyaku untuk kesekian kalinya seraya aku tidak mempercayai ucapan Iblis.
__ADS_1
"Apakah kamu tuli? Aku berkata bahwa kamu itu, sebenarnya anak dari Kaisar Keytaro." Ucapnya membuatku terkejut.
"Hah? Benarkah? Mengapa ibuku tidak memberi tahu atas hal ini, pantas saja ayahku tidak pernah membelaku." Penuturanku dengan spontan kepada Iblis.
"Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa persekutuanmu saat ini adalah kutukan dari Kerajaan Keytaro?" Ucap Iblis dengan lantang.
"Apa maksud ucapanmu?" Tanyaku kepada Iblis licik ini.
*Seketika suasana hening...
"Iblis.. Jawablah pertanyaanku?" Seruku penuh penekanan kepada Iblis.
"Sebaiknya kamu ikut aku, akan aku pertemukan kamu dengan ayah kandung mu." Ujar iblis dengan mata memerah dan tanduk serta kuku tajam.
Tubuhku-pun tertarik olehnya dan aku sekarang ada di dalam dekapan Iblis. Tubuhku melayang seolah terbawa dalam energi ini.
Wuzzzz wuzzzz wusssssss.
Tiba-tiba...
Gubrak.
Tubuhku terjatuh dan aku terdampar di suatu ruangan yang asing saat ini.
"Dimana aku?" Tanyaku kepada iblis dengan mengamati seisi ruangan ini. Mataku tertuju pada satu sosok kaisar yang sedang duduk di singgah sana.
Tak lama terdengar suara dari kaisar itu.
"Hai, Iblis! Ada apa lagi kamu datang kesini?" Tanya pria itu kepada Iblis.
__ADS_1
"Hai, Keytaro. Sepertinya putrimu belum tahu siapa jati dirinya. Aku hanya berusaha membantu mu, agar dia tau tentang kutukan Kerajaan Keytaro." Ucap Iblis membuat aku ketakutan.
"Putriku...!" Ucap Kaisar Keytaro dengan menatapku penuh kehawatiran.
"Apa maksud semua ini?" Tanyaku kepada Kaisar Keytaro.
"Kamu memang putri kandungku, ibumu melahirkan mu dari hubungan terlarang bersamaku. Mengapa kamu mau bersekutu dengan Iblis licik itu? Kamu berada dalam bahaya putriku." Ucap Kaisar Keytaro dengan memeluk-ku.
"Ayah... Kamu benar ayahku? Pantas saja Kaisar Suji tidak menyayangiku." Ucapku dengan air mata yang mengalir deras.
"Haha haha haha, anakmu telah bersekutu dengaku. Alangkah baiknya kamu segera bersekutu karena sebentar lagi bulan purnama akan tiba." Ucap Iblis membujuk ayaku.
"Tidaaaakkk!" Teriak lantang ayahku saat ini.
"Pergilah kau Iblis, akan ku putuskan persekutuan putriku bersamamu." Ucap ayahku dengan lantang.
Tiba-tiba ayahku membuka buku panduan, lalu dia mengeluarkan kendi dan dan serbuk putih. Serbuk itu dia arahkan tepat ke tubuh Iblis yang saat ini ada di depan mataku.
Syuurrr trilingggg.
Suara taburan serbuk ajaib membuat iblis tebakar lalu dia masuk kedalam kendi.
"Sialan, berani sekali kamu menabur serbuk putih itu. Aaaakhhh, tidaaakkk." Iblis itu masuk kedalam kendi yang saat ini di genggam ayahku lalu dia segera menutup rapat kendinya.
"Anaku, kamu akan baik-baik saja.. Aku telah berusaha selama ini menemukan penawar pemutus persekutuanmu." Ucap ayah dengan merangkul ku.
"Ayah.." Ucapku dengan memeluk erat ayahku.
Bugghh.
__ADS_1
Kami terhanyut dalam pelukan hangat antara putri dan ayahnya.