
Pagi ini cuaca begitu cerah, aku bersama Pangeran Kenzie bangun lebih awal.
"Pangeran Kenzi, cuaca hari ini sangat cerah sekali. Bagaimana kita awali dengan pelatihan tehnik pukulan terbang." Ucapku kepada pangeran tampan ini.
"Benar sekali, Yuka. Cahaya hari ini amatlah sangat cerah, akan tetapi terlihat ayah sepertinya kelelahan dan pelatih kerajaan pun terlihat belum bangun. Apakah kita akan memulai latihan terlebih dahulu?" Tanya Pangeran Kenzi kepadaku.
"Sebaiknya kita latihan terlebih dahulu, agar nanti saat Kaisar Suji dan guru sudah terbangun. Kita bisa berlatih bersama-sama. Saat itu, aku diajari oleh guru tentang tehnik pukulan terbang. Sayangnya, aku belum terlalu menguasainya. Apakah kamu bisa mengajarkanku Pangeran Kenzi?" Tanyaku kepada Pangeran Kenzi saat ini.
"Tentu saja aku bisa melatihmu, marilah kita berlatih." Seru Pangeran Kenzi saat ini. Kami pun berlatih dengan semangat, Pangeran Kenzie mengajarkan aku tentang tata cara memukul dengan tepat. Kami berdua pun melakukan pelatihan dengan sangat serius, di tengah-tengah pelatihan aku pun mendengar suara benturan yang sangat keras.
Gubrak!!
Bunyi benda yang terjatuh saat ini.
"Pangeran Kenzi.. Apakah kamu mendengar itu?" Tanyaku kepada Pangeran Kenzi saat ini. Mataku tidak luput dari memperhatikan sekitar tetapi saat ini aku tidak melihat apapun di sekitaran Gurun Haisa.
"Iya, Yuka. Aku'pun mendengar suara yang sama, seperti ada benda yang terjatuh dari atas langit. Lebih baik kita cari bersama-sama, agar kita tahu dari mana sumber suara itu." Ucap dari Pangeran Kenzi kepadaku.
__ADS_1
Aku pun segera berjalan menyusuri area Gurun Haisa. Mataku tetap mengawasi di sekitaran Gurun ini. Akan tetapi ada seusatu yang mengejutkan saat ini. Aku melihat kotak hitam, kotak itu sama persis dengan kotak yang aku temukan saat berada di Gerbang Jumali.
"Pangeran Kenzi, lihatlah itu di sana. Ada kotak hitam yang terjatuh dari bawah pohon, sebaiknya kita segera hampiri kotak itu dan segera melihatnya." Ucap aku kepada Pangeran Kenzi.
"Baiklah, Yuka. Segeralah kita ke sana." Sahutnya kepadaku.
Kami pun berjalan dengan rasa penasaran yang begitu tinggi, langkah kami dipercepat saat ini. Kami ingin segera melihat isi dari kotak itu. Sekarang kami berdua tepat berada di depan kotak hitam yang saat ini tergeletak di bawah pohon.
"Hai, Yuka. Marilah kita buka kotak ini bersama-sama." Ucap dari Pangeran Kenzi mengajakku untuk membuka kotak hitam ini. Akhirnya dengan keberanian dan keyakinan di dalam hati, kami berdua membuka kotak ini secara perlahan. Terlihatlah ada sabuk berwarna merah dan juga secarik kertas yang ada di dalam kotak hitam.
"Pangeran Kenzi.. Lihatlah di dalam kotak ini, terdapat sabuk merah dan juga secarik kertas. Sebaiknya kita segera membaca surat ini. Mungkin saja ada misi yang harus diselesaikan." Ucapku kepada Pangeran Kenzi, akhirnya Pangeran Kenzi.
"Baiklah, Yuka. Segeralah baca surat itu, aku ingin mendengarnya." Pinta dari seorang pangeran yang gagah perkasa.
"Baiklah, Pangeran Kenzi. Aku akan segera membuka isi dari secarik kertas surat ini." Sahutku kepadanya dengan perlahan. Aku raih surat yang ada di dalam kotak hitam, aku pun segera membacakannya agar Pangeran Kenzi bisa mendengarkan isi dari surat tersebut.
" Wahai kalian, para calon petarung. Surat ini, aku tujukan kepada pangeran yang baik hati.
__ADS_1
"Pangeran Kenzie telah melewati beberapa misi dalam kesabaran dan juga menahan emosi. Aku berikan penghormatan kepada Pangeran Kenzi untuk hari ini. Kamu sudah terpilih menjadi kesatria berhati emas. Sabuk ini bisa dikenakan oleh Pangeran Kenzi, ini dalah sabuk seorang kesatria berhati emas. Bila waktunya Kenzi bertarung di Lembah Hitam, kemungkinan sabuk ini bisa menjadi tanda bahwa kamu sudah menjadi kesatria berhati emas." Isi surat yang saat ini aku baca.
"Pangeran Kenzi.. Selamat atas kelulusanmu, sekarang kamu telah resmi menjadi kesatria berhatI emas. Kamu diberi penghargaan oleh semesta." Ucapku dengan tersenyum.
"Dengan gelar Kesatria. Silahkan kenakan sabuk merah itu pangeran, kamu pantas mendapatkan penghargaan dari semesta." Sambung ucapku kepada Pangeran Kenzi saat ini.
"Waah... Benarkah, Yuka? Aku senang sekali bisa menjadi kesatria berikutnya." Sahutnya dengan segera mengenakan sabuk merah yang saat ini tergeletak di kotak hitam.
Pangeran Kenzi sekarang telah memakai sabuk merah, tubuhnya menjadi bersinar dan kekuatannya bertambah hebat. Sekarang telah terlahir 2 ksatria yang akan bertempur di Lembah Hitam.
"Semesta.. terimakasih banyak." Ucap dari pangeran Kenzi seraya berterimakasih kepada semesta.
Akhirnya kami memutuskan melanjutkan pelatihan kembali saat ini.
"Ayo, Yuka. Kita berlatih kembali." Seru Pangeran Kenzi.
"Baiklah, ayo kita lanjutkan." Sahutku kepada Pangeran Kenzi.
__ADS_1
Hiyatttt... Buk-buk-buk-buk.
Suara teriakan ku saat aku berlatih tehnik jurus pukulan terbang saat ini.