SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 25. Kegelisahan Permaisuri Yiza


__ADS_3

Semakin sering Keytaro berurusan dengan Kerajaan Suji, semakin resah rasanya hatiku takut rahasia terbesarku terbongkar saat ini. Aku merenungkan bagaimana nasib aku dan putriku, jika Kaisar Suji mengetahui tentang pengkhianatanku selama ini bersama Kaisar Keytaro. Walaupun telah ada perjanjian diantara kami. Menjadikan Kenzi sebagai putra mahkota yang dilahirkan dari rahim seorang selir yang bernama Keiko, akan tetapi tetap saja aku mengkhawatirkan tentang tahta yang akan diterima oleh Suzuka. Hal ini bisa menjadi kenyataan buruk yang aku terima saat Kaisar Suji kecewa dengan keadaan yang sesungguhnya.


Jiwaku resah tidak beraturan, detak jantungku begitu berpacu dengan cepat. Bagaimana mungkin aku bisa menahan kekhawatiran yang begitu tinggi. Resiko besar untukku jika rahasia ini terkuak. Aku pun baru tersadar bahwa aku memiliki satu putri yang aku lupakan. Dahulu aku sempat memberikan dia nama. Nama itu persis sekali dengan gadis yang saat ini bertikai dengan Shuzka putriku. Semoga saja gadis itu bukan putri kandungku. Jika hal itu terjadi ini adalah takdir buruk yang aku harus terima. Kedua putriku saling bertempur untuk mempertahankan harga dirinya masing-masing. Aku berjalan menyusuri kerajaan, kulihat gelagat putriku yang aneh tidak seperti biasanya.


"Suzuka, mengapa wajahmu begitu muram? Apakah kamu tidak berlatih hari ini?" Tanyaku kepada putriku saat ini.


"Ibu.. Maafkan aku. Dengan terpaksa aku harus bersekutu dengan iblis. Aku ingin mendapatkan kekuatan yang begitu luar biasa, sepertinya akan sulit sekali jika aku memenangkan pertarungan di Lembah Hitam tanpa ada seorang guru." Ucap putriku saat ini yang benar-benar mengejutkanku.


"Bagaimana bisa kamu berpikir untuk bersekutu dengan iblis, sedangkan pantangan dari seorang putri di kerajaan adalah memiliki kekuatan iblis. Kekuatan putri kerajaan berasal dari kekuatan murni. Mengapa kamu memilih jalan yang salah anakku?" Tegurku kepada putriku Suzuka saat ini.


Wajahnya memerah seperti dikuasai oleh amarah, aku pun segera membelai rambutnya.


"Wahai putriku yang sangat cantik. Mungkin sebaiknya kamu tidak usah bersekutu dengan iblis, itu akan membuat kekacauan dalam pertempuran nanti." Ucapku menasehati putriku saat ini.


"Tidak.. Tidak Ibu. Mau tidak mau aku harus melakukan ini karena hanya iblis yang dapat menolongku. Aku diberi kekuatan kekuatan super yang dapat mengalahkan dengan mudah seorang Yuka. Aku pun tidak mengerti mengapa tidak ada satu orang pun guru kerajaan yang ada di kerajaan ini? Ada apa sebenarnya, bu? Coba tolong jelaskan kepadaku!" Tanya putriku dengan begitu marah. Aku pun tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, bahkan kecurigaan ini mulai aku rasakan sejak awal-awal hadirnya kaisar keitaro yang masuk ke dalam Kerajaan Suji.

__ADS_1


Sejenak aku berpikir tanpa berbicara apapun kepada putriku lalu saat ini aku dikejutkan dengan teriakan yang dilontarkan oleh putriku di hadapanku saat ini.


"Ibu.. Apakah Ibu mendengar apa yang aku ucapkan?" Teriak putriku kepadaku.


"Suzuka.. Bisakah kamu berbicara pelan sedikit, kamu berbicara dengan ibumu bukan dengan musuhmu jadi tolong berbicaralah dengan baik. Dimana etikamu sebagai putri mahkota. Jangan sampai kamu dipermalukan oleh rakyat jelata, jika memiliki sifat seperti ini. Bagaimana nanti penilaian ayahmu, jika ibu yang disalahkan dengan perangaimu yang begitu buruk." Tegurku kepada putriku dengan sangat emosional.


"Aku tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, yang jelas Kenzi tidak memiliki perangai sama sepertiku. Dia sama sekali tidak takut kehilangan tahta, bahkan ayah pun selalu membelanya. Ini jauh berbeda denganku, akan tetapi aku selalu disalahkan oleh ayah. Dengan seperti itu aku semakin memberontak dan aku makin ingin menunjukkan kepribadianku kepada semua orang." Sahut putriku dengan wajah yang begitu merah. Sepertinya dia sangat marah kali ini.


"Sudahlah anakku. Lebih baik kamu segera berlatih, tidak usah kamu berpikir hal yang tidak penting untuk kamu pikirkan. Tujuan utamamu adalah mengalahkan gadis miskin itu akan tetapi jika pertarungan yang diiringi dengan amarah tidak akan mendapatkan kemenangan." Parpaku kepada putriku saat ini.


"Bagaimana bisa aku menemui Keytaro, sedangkan hal itu pantangan yang dilakukan oleh seorang permaisuri? Mungkin dulu aku bisa berpergian bersama Jisoo, akan tetapi telah lama Jisoo Ku usir untuk mengurus anakku. Dimanakah Jisoo berada?" Gumam dalam hati.


Tanda tanya besar di otakku saat ini. Ingin sekali aku mengetahui di mana keberadaan Jisoo. Dari segala pikiran burukku, aku pun segera pergi menghampiri suamiku saat ini.


Aku berjalan dengan langkah yang bergetar, seraya aku takut untuk berbicara dengannya. Aku tidak ingin rahasiaku terbongkar saat ini. Resiko ini mengancam keselamatan putriku yang akan bertarung di Lembah Hitam. Mau tidak mau, hal ini harus aku jalani karena pertempuran bermula dari Putriku. Aku harus bisa menyelamatkan putriku dari segala bahaya yang akan menimpanya.

__ADS_1


Tepat aku berada di belakang suamiku yang sedang duduk membaca struktur Kerajaan Suji.


"Wahai Kaisar Suji , suamiku tercinta. Bisakah aku berbicara denganmu?" Ucap tanyaku kepada suamiku saat ini.


Akhirnya suamiku pun menoleh ke arahku, wajahnya menggambarkan ia tidak nyaman dengan panggilan yang aku sebutkan saat ini.


"Apa yang kamu inginkan, Yiza? Sudahlah.. Cepatlah aku sedang sibuk." Ucap suamiku dengan nada yang sangat sinis.


"Suamiku, mengapa kamu berperangai seperti itu kepada istrimu sendiri? Apakah aku memiliki kesalahan kepadamu?" Tanyaku saat ini kepada Kaisar Suji.


"Yiza, kamu tidak perlu tahu apa yang aku rasakan. Lekaslah berbicara apa yang kamu inginkan saat ini." Ucap suamiku dengan memalingkan wajah di hadapanku.


"Wahai suamiku, tidak bisakah kamu melarang pertempuran antara Suzuka dan gadis miskin itu? Aku mengkhawatirkan sesuatu hal buruk akan terjadi kepada Suzuka. Tolonglah suamiku, hentikan pertikaian ini. Seruku kepada suamiku.


"Yiza, semua ini telah terjadi. Ini adalah hasil didikanmu, Suzuka memiliki sifat yang sangat egois dan arogan. Jiwanya benar-benar menguasai jalan pikiran manusia normal. Sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa aku perbuat karena Suzuka telah berurusan dengan Dewi Bumi dan Dewa Semesta. Bagaimana bisa putrimu melanggar tentang aturan kerajaan? Setiap pertempuran di Lembah Hitam harus memiliki persetujuan para pemimpin kerajaan, akan tetapi putrimu tidak ada bernegosiasi dengan siapapun dalam hal ini. Jadi jika terjadi sesuatu hal yang buruk. Terimalah resikonya karena ini atas ulahnya Suzuka." Ucap suamiku yang membuatku takut saat ini. Aku pun segera meninggalkan suamiku untuk menenangkan diri, hatiku sedang dilanda kekhawatiran yang tinggi.

__ADS_1


__ADS_2