
Kali ini aku harus kompak bersama calon kesatria. Musuh yang saat ini kami hadapi adalah sesosok Monster berkepala naga, ukuran tubuhnya 4 kali lipat dibandingkan ukuran tubuh manusia normal.
"Aku harus bertarung dengan Monster raksasa itu dengan menggunakan kekuatan murni. Kenzi.. Seranglah dia dengan tendangan maut yang kamu miliki." Ucapku seraya mengarahkan Kenzi untuk menyerang monster naga itu.
"Baiklah, Yuka."
"Tendangan maut. Hiyatttttt.." Teriak Kenzi, dia berlari ke arah Monster naga itu dan menyerang sosok itu dengan kekuatan kakinya.
Akupun berlari mengarahkan serangan kekuatan murni, aku menghadang Monster itu. Aku ayun'kan samurai sakti serta aku tebas lehernya. Sekarang, aku arahkan tempat di kepalanya.
Srek jeb.. Sreng xx slash les...Hiya hiya hiya...
"Serangan samurai sakti. Aku arahkan kepadamu, wahai Monster naga." Ucapku dengan menyerang monster itu, dari arah belakang guru kerajaan menyerang Monster itu dengan pukulan tenaga dalam.
Dappp, buk-buk-buk.
Terdengar suara pukulan yang begitu keras, pukulan tenaga dalam guru memang kuat.
Dari arah kiri, Kaisar Suji pun tidak kalah sengitnya. Kaisar menghujamkan tombak tepat ke jantung Monster itu.
Jerkkkk cleb.
Tombak itu, tepat menusuk di jantungnya.
"Ah... Tidak!" Teriak Monster naga kesakitan, akhirnya Monster naga terkapar dan dia hilang menjadi asap.
Wuzzzzzsh tring..
__ADS_1
Seketika Monster itu hilang.
"Syukurlah pertarungan kali ini telah selesai. Kita telah melewati satu rintangan. Satu monster yang bersosok besar, setelah kita habisi bersama-sama. Bersemangatlah terus, yakinlah bahwa kita dapat memenangkan dalam pertempuran di Lembah Hitam." Seru kepada semua orang disini.
"Benar, Yuka. Aku pun tidak menyangka, Monster itu akan mudah kita kalahkan." Sahut Kenji kepadaku saat ini.
"Wahai, Kaisar Suji. Ternyata teknik pertempuran Kaisar Suji, memanglah masih tetap baik. Kaisar menusuk tombak, tepat di tengah-tengah jantungnya." Ucap dari seorang guru dari Kerajaan Suji.
"Untung saja, aku membawa tombak ini. Ini adalah tombak emas pemberian dari ayahku. Dulu.. Ayahku pernah berkata. Jika ada sesuatu hal yang menyerangmu sampai kamu tidak bisa berbuat apa-apa, gunakanlah tombak emas ini dengan bijaksana. Petuah dari ayahku selalu aku dengarkan, maka dari itu selain aku membawa samurai. Aku pun membawa tombak emas ini." Ucap dari Kaisar Suji sambil memperlihatkan tombak emas yang dia genggam saat ini.
Aku pun menghampiri Kaisar Suji lalu aku meminta izin untuk melihat tombak itu dari dekat.
"Mohon izin, Kaisar Suji. Bolehkah aku melihat tombak emasmu." Ucapku kepada Kaisar Suci saat ini.
"Tentulah boleh, Yuka. Kemarilah.. Lihatlah tombak emas ini!" Sahut dari Kaisar Suji yang mempersilakan aku untuk melihat tombak emasnya. Aku pun meraih tombak yang digenggam oleh Kaisar Suji lalu aku memperhatikan detail dari ukiran yang terdapat di tombak ini.
Pangeran Kenzi pun segera berlari untuk menghampiri kami berdua lalu dia pun memperhatikan tombak emas yang digenggam oleh ayahnya. Sepertinya dia baru pertama kali melihat tombak emas ini?
"Ayah, sejak kapan ayah memiliki tombak ini?" Tanya Pangeran Kenzi kepada Kaisar Suji.
"Sebenarnya, tombak ini sudah ada dari sebelum kamu lahir Kenzi.Akan tetapi ayah menyimpannya dengan baik, akan ayah gunakan tombak ini. Jika keadaan kerajaan sedang genting. Maka dari itu, ayah baru memperlihatkannya kali ini." Ucap dari Kaisar Suji menjelaskan kepada putra mahkota.
"Pangeran Kenzi.. Tolong pegang tombak ini, aku akan mengambil tongkat emas pemberian dari Dewi Bumi. Aku akan cocokan. Apakah teka-teki rahasia yang disampaikan gerbang Jumali itu adalah rahasia tombak emas ini." Ucapku kepada Kaisar Suji dan juga Pangeran Kenzi.
Tiba-tiba sang pelatih pun menghampiri kami semua.
"Benar, Yuka. Aku mengingatnya sekarang.. Pada saat kita berada di Gerbang Jumali, ada satu teka-teki. Segerah, Yuka." Sahut pelatih.
__ADS_1
Saat aku berada di Gerbang Jumali, aku mrncari rahasia itu tidak kutukam. Akhirnya kami memutuska ke gurun Haisa. Akupun segera berlarin kenarah gubuk.
"Segeralah, kamu ambil tongkat emas pemberian Dewi Bumi. Apakah mungkin tongkat dan juga tombak ini berpasangan? Mungkinkah alat tempur ini akan membantu kami nanti saat di pertarungan?" Ucap tanya dari seorang pelatih kerajaan, akhirnya aku segera mengambil tongkat emas yang berada di dalam peti. Aku raih tombak emas itu lalu aku berlari ke arah semua orang peserta pertarungan.
" Wahai, Kaisar Suji. Coba lihat ini tongkat yang diberikan oleh Dewi bumi. Lihatlah dengan seksama, begitu persisnya tongkat ini dengan tombak emasmu." Ucapku kepada Kaisar Suji. Kaisar Suci pun meraih tongkat emasku lalu dia memperhatikan dengan seksama. Matanya begitu teliti, memperhatikan ukiran demi ukiran yang terdapat dari tongkat emas yang diberikan oleh Dewi Bumi.
"Sepertinya Kaisar Suji, sedang mengamati sesuatu?" Gumamku dalam hati.
"Lihatlah.. Kristal yang terdapat di tongkat ini sepertinya berpasangan dengan kristal yang ada di tombakku. Mungkinkah kita bisa gabungkan antara kedua benda emas ini?" Ucap dari Kaisar Suji.
"Baiklah.. Mari kita gabungkan!" Ucap Pangeran Kenzi.
Aku pun mengangguk, seraya aku menyetujui apa yang dikatakan oleh Kaisar Suji. Akhirnya dengan perlahan aku meraih tongkat emasku dan menggabungkannya dengan tombak emas milik Kaisar Suji, tiba-tiba munculah cahaya yang begitu terang. Getaran yang begitu dahsyat yang mengalir dari tongkat emas yang aku genggam.
Zzzzz cekit cekit cekit trilingg..
Pancaran sinar yang begitu terang yang membuat kami begitu terpesona, ternyata memang benar tongkat emas pemberian dari Dewi Bumi berpasangan dengan tombak emas milik Kaisar Suji.
"Woaaaah.. Lihatlah tongkat dan tombak ini telah bersatu. Ini adalah kesempurnaan dari alat pertempuran, menurut petuah dari Dewi Bumi tongkat ini dapat digunakan jika terjadi sesuatu yang mengancam jiwa kami semua. Pada akhirnya rahasia dari Gerbang Jumali telah terpecahkan." Ucapku dengan bahagia saat ini.
Kaisar Suci tersenyum dengan manis, bahkan Kenzi pun seraya bersorak karena dia bergembira.
"Dengan kita memiliki alat pertempuran sakti, banyak persenjataan yang kami persiapkan. Besar kemungkinan kita akan menang. Wah... keren sekali. Semoga saja alat ini dapat membantu kami semua." Ucap dari Pangeran Kenzi seraya dia kegirangan lalu akhirnya guru dari Kerajaan Suji pun menepuk pundakku.
"Wih.. Kamu hebat, Yuka. Kamu telah menyelesaikan dua misi sekaligus pada hari ini." Ucap dari pelatih Kerajaan Suji.
"Baiklah sepertinya tubuh kita sudah kotor hari ini. Lebih baik kita semua membersihkan diri. Aku akan membuat masakan yang enak untuk disantap." Seruku mengajak semua orang untuk segera membersihkan diri dan aku pun segera memasak.
__ADS_1