SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 19. Balas dendam.


__ADS_3

POV. Pangeran Kenzi


Hari ini aku telah menyusun strategi, sulit aku memaafkan perlakuan Kaisar Keytaro kepada ayahku. Sedemikian hingga rubah aturan kerajaan. Semua itu mungkin akan beresiko besar, akan tetapi aku harus melakukan hal ini demi kebaikan.


Malam ini cukup amat sangat dingin, hujan yang turun seolah melengkapi rasa sakit hatiku. Ayahku masih terguncang setelah menerima kenyataan pahit di hidupnya,


benar saja setelah aku merubah aturan terjadi kericuhan di dalam istana Kerajaan Suji.


"Kenzi apa maksudmu? Dengan seenaknya kamu membuat aturan baru tanpa mengikut sertakan aku di dalamnya." Tanya Suzuka yang terlihat marah.


"Wah, kamu tau apa tentang kerajaan. Sebaiknya kamu diam saja!" Seruku pada Suzuka.


"Beraninya kamu berucap seperti itu padaku?" Ucap Suzuka dengan tajam menatapku.


Haha hahahah haha.


Gelak tawaku seolah mengejeknya saat ini.


"Kenzi, ada apa ini?" Tanya Permaisuri Yiza menghampiriku.


"Kenapa kalian ikut sibuk disaat aku membuat aturan? Selama aku pergi apa ada yang bisa melawan kelicikan Kaisar Keytaro?" Tanyaku mendelik tajam pada mereka berdua.


Tiba tiba Permaisuri Yiza diam tidak berkata-kata.


"Kenapa malah diam? Apa Anda bisa mengatur Kerajaan Suji dari ancaman Kaisar Keytaro?" Tanyaku sedikit membentak.

__ADS_1


"Yasudah jika kalian tidak ada yang menjawab, aku akan pergi menemui Kaisar Keytaro" Sambungku dengan berlalu pergi.


Aku berlalu pergi tanpa menghiraukan mereka lalu aku segera menghampiri ayah saat ini.


"Ayah bolehkah aku masuk?" Tanyaku kepada ayahku yang sedang berada di tempat peristirahatan.


"Wahai putra mahkota, masuklah!" Sahut ayahku dengan suara yang begitu lirih. Akhirnya aku memasuki ruangan tempat peristirahatan ayahku, terlihat beliau sedang berbaring. Sepertinya ayah sakit karena belum bisa menerima kenyataan yang terjadi.


"Apakah Ayah sedang tidak enak badan? Lebih baik aku panggilkan tabib kerajaan agar ayah segera pulih. Baru saja aku mengganti peraturan di dalam istana Kerajaan Suji. Sekarang aku ingin berpamitan kepadamu untuk menemui Kaisar keytaro. Apa yang dilakukannya, harus segera aku balas dengan perlakuan yang sama." Ucapku kepada ayahku.


"Kenzi, lakukan yang terbaik untuk kerajaan Suji. Aku akan selalu mendukungmu." Ucap ayahku dengan wajah yang begitu pucat, akhirnya aku pun berpamitan kepada ayah lalu aku memberi penghormatan seraya aku meminta doa restu kepadanya.


"Ayah, do'akan aku bisa menyelamatkan kerajaan ini." Ucapku sembari membungkuk lalu aku pergi meninggalkan ayahku dan segera memanggilkan tabib untuknya.


"Salam hormat Pangeran Kenzi, ada apa gerangan?" Tanya dari ajudan pribadiku saat ini.


"Jae Jun, segeralah kamu panggilkan tabib untuk memeriksa keadaan Kaisar Suji lalu jangan pernah tinggalkan Kaisar Suji saat ini. Aku akan segera mencari Kaisar Keytaro sekarang juga." Ucapku pada Jae Jun saat ini.


"Pangeran Kenzi, Lalu bagaimana dengan Yuka? Dia sekarang berada sendirian di gubuk itu." Ucap dari Jae Jun saat ini.


"Tidak perlu khawatir, Kaisar Suji telah mengutus Guru Kerajaan Suji untuk melatih Yuka saat ini. Jadi kamu tidak usah khawatir, lebih baik kamu jaga ayahku baik-baik. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada ayahku karena hanya dialah yang aku miliki di dunia ini." Ucapku dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baiklah, Pangeran Kenzie. Akan kuturuti semua perintahmu, aku segera memanggilkan tabib untuk memeriksa Kaisar Suji." Ucap dari Jae Jun saat ini.


Aku pun segera bergegas untuk melakukan balas dendam kepada Kaisar Keytaro, aku utus semua pengawal kerajaan Untuk menghentikan aliran mata air lalu aku pun meminta kepada para ajudanku untuk tidak melakukan apapun sebelum aku mengutus mereka. Sekarang tib waktunya aku pergi untuk menemui Kaisar Keytaro dengan menunggangi kuda putih andalanku. Sesampainya aku di Kerajaan Keytaro aku langsung dihadang oleh beberapa pengawal Kerajaan Keytaro.

__ADS_1


"Mau apa lagi kamu ke sini, Pangeran Kenzie." Tanya pengawal Kerajaan keytaro.


"Aku ingin bertemu dengan Kaisar Keytaro, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepadanya." Ucapku dengan tegas saat ini, tidak lama kemudian terdengar suara Kaisar Keytaro.


"Pengawal biarkan dia masuk, aku ingin mengetahui apa maksud dia sebenarnya?" Ucap dari Kaisar yang licik.


Aku pun segera masuk lalu tidak ku sia-siakan waktu ini untuk berbicara dengannya.


"Wahai, Kaisar Keytaro. Apa yang kamu lakukan kepada ayahku saat aku pergi berlatih? Sepertinya kamu melakukan banyak kekacauan di Kerajaan Suji? Bukankah perjanjian kita sudah selesai untuk mengalirkan mata air ke dalam kerajaan, akan tetapi kamu menuntut kepada ayahku untuk menyuplai makanan kepada rakyatmu. Apa ini tidak berlebihan? Bukankah perjanjian antara kita adalah hanya mengalirkan mata air." Ucapku dengan tegas kepadanya.


"Hahaha, tahu apa kau tentang kerajaan?" Tawanya membuatku muak saat ini.


"Apa Kaisar Keytaro bilang? Aku tidak mengerti tentang kerajaan lalu apakah kamu tidak tahu aku adalah pemilik tahta utama di Kerajaan Suji. Jangan terlalu percaya diri jika Suzuka akan diberikan tahta. Aku tahu kebenarannya dengan pasti bahwa Suzuka itu adalah anakmu." Ucapku dengan senyum yang begitu sinis kepadanya.


"Maksud kamu apa, Pangeran Kenzi?" Ucapnya seolah tidak tahu apa-apa.


"Tidak usah kamu berpura-pura di depanku, aku tahu cerita yang sebenarnya. Banyak hal yang kamu lakukan dengan Permaisuri Yiza akan tetapi aku tidak bisa dikelabui seperti ayah." Ucap kasarku kepada Kaisar Keytaro saat ini.


"Jika kamu telah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, apa yang ingin kamu lakukan?" Ucapnya dengan sangat arogan saat ini kepadaku. Aku hanya ingin memutuskan tentang hubungan kerjasama antara Kerajaan Suji dengan Kerajaan Keytaro. Akan segera kututup akses untuk pengaliran air ke kerajaanmu, karena kamu telah melanggar kesepakatan dua kerajaan yang telah kita lakukan di waktu yang lalu. Aku hanya ingin meluruskan bahwa ayahku tidak sebodoh apa yang kamu pikirkan." Ucapku dengan senyum sinis seraya mendelikan mata kepadanya.


"Kurang ajar kamu Pangeran Kenzi." Ucap dari Kaisar Keytaro dengan sangat marah, akhirnya aku pun diusir keluar dari kerajaan. Segera aku pergi dengan begitu bahagia karena aku telah bisa membuat perhitungan dengan membalaskan dendam ayahku. Sesampainya aku di kerajaan, aku pun segera menghampiri para Perdana Menteri. Aku pun segera memberi peraturan baru bahkan mengatur ulang tentang sistem kerajaan, sepertinya mereka telah mengerti apa yang aku ucapkan seraya kendali Kerajaan Suji saat ini ada di dalam genggaman tanganku.


Setelah aku merasa cukup memberi pengarahan kepada semua Perdana Menteri. Akhirnya aku menghampiri ayahku yang ada di dalam kamar, sepertinya ayahku telah diobati oleh tabib maka kubiarkan dia beristirahat dengan tenang. Kulihat wajahnya yang begitu sangat lemah, sepertinya ayahku menyimpan banyak muka yang sulit untuk diungkapkan.


"Ayah Suji, aku berjanji kepadamu bahwa perlakuan Permaisuri Yiza dan Kaisar Keytaro akan segera terbalas." Ucapku sembari berbisik di samping ayahku yang sedang berbaring.

__ADS_1


__ADS_2