SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 28. Tentang rasa sayang.


__ADS_3

Hampir saja Permaisuri Yiza mengetahui tempat tinggalku bersama Yuka. Sejauh aku melangkah merawat anaknya tidak pernah sama sekali Yiza menyambangiku. Kupahami saat ini Yiza dilanda kegelisahan. Berpuluh-puluh tahun aku merawat Yuka, sampai aku lupa jika Yuka adalah anak titipan dari seorang permaisuri. Semenjak kecil hidup Yuka dirundung dengan kesulitan ekonomi, tidak ada perhatian sama sekali dari Yiza tentang kehawatiranya kepada Yuka. Saat konflik ini datang bersama takdir, Yiza baru tersadar bahwa dia melupakan satu anak bungsunya. Ini sangatlah beresiko besar untuk Yuka, jika aku memberitahu permaisuri bahwa putrinya masih hidup. Terlihat dari gelagat putri pertamanya yang bernama Suzuka, dia memiliki sifat iri dengki dan juga ambisius.


Aku tidak ingin apa yang aku ucapkan dapat membahayakan keselamatan Yuka yang telah aku anggap sebagai cucuku sendiri. Sepertinya aku harus berbicara dengan pangeran Kenzi, agar Yuka selalu dapat perlindungan dari pihak Kerajaan Suji. Aku perhatikan setiap sudut pasar tradisional, Aku ingin memastikan bahwa Yiza sudah pergi dari tempat ini. Dengan sigap aku segera berlari untuk menemui Jae Jun. Langkahku terasa berat saat aku berjalan dengan suasana hati yang tidak menentu.


Aku berjalan menuju kerajaan suji untuk menemui Jae Jun dan memberikan kabar kepada Pangeran Kenzi. Baru saja aku tiba di depan kerajaan, ternyata ada Jae Jun yang sedang berdiri. Aku segera menghampirinya seraya aku ingin segera memberikan informasi tentang kejadian tadi siang.


"Jae Jun, tahukah kamu bahwa tadi permaisuri Yiza datang bertemu denganku di pasar tradisional? Sepertinya dia mencari tahu tempat tinggalku. Apakah kamu mengetahui tentang hal itu?" Tanyaku kepada Jae Jun.


"Hah, Nenek Jisoo! Apakah benar permaisuri Yiza berhasil menemukanmu?" Tanya dari Jae Jun saat ini.


Tentu saja benar, untuk apa aku berbohong kepadamu. Untung saja aku bertemu dengannya di pasar tradisional, sehingga dia belum mengetahui tempat tinggalku. Aku hanya ingin memberikan kabar ini kepadamu dan juga kepada Pangeran Kenzi bahwa Yiza sudah mulai mencari tahu keberadaan Yuka." Ucap aku kepada pengawal pribadi Pangeran Kenzi.


"Ini sungguh bahaya.. Aku akan segera memberikan informasi kepada Pangeran Kenji." Ucap dari Jae Jun saat ini.


"Jae Jun, tolong jaga Yuka. Aku tidak ingin keberadaan Yuka diketahui oleh permaisuri Yiza, sepertinya permaisuri itu mulai mempertanyakan putrinya akan tetapi ini akan menjadi masalah untuk Yuka. Jika Suzuka tahu tentang Yuka pastilah membuat kecemburuan semakin tinggi, kebenaran ini ini adalah tentang kasih sayang bukan karena tahta. Dimana letak hati permaisuri Yiza saat Yuka menjalani kehidupan dengan keadaan yang sangat sulit? Mungkin saat ini memang benar dia mencari putrinya, akan tetapi Ini bukan tentang rasa kasih sayangnya. Ini hanya karena takut akan rahasianya terbongkar. Segeralah sampaikan pesanku kepada Pangeran Kenzi, jaga baik-baik Yuka. Sembunyikan identitasnya dan jangan beritahu tempat tinggalku pada siapapun." Ucapku kepada Jae Jun, dengan mulut bergetar mataku mulai berkaca-kaca seraya aku tidak bisa menahan air mata yang menetes.


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Yuka, putri malang yang telah dibuang oleh ibunya sendiri." Sambungku dengan isak tangis.

__ADS_1


"Baik, nenek Jisoo. Aku pasti akan memberikan informasi ini kepada Pangeran Kenzi. Nanti aku akan kembali menghampirimu nenek. Silahkan kamu pulang dulu ke tempatmu. Aku khawatir ada pihak kerajaan yang melihat perbincangan kita." Ucap dari Jae Jun seraya memperingatkanku saat ini.


"Baiklah, Jae jun. Cepat berikan kabar kepadaku jika sudah bertemu pangeran Kenzi." Ucapku kepada jejun dengan berangsur pergi.


Sesampainya aku di rumah, penantian ini terasa sangat mengkhawatirkan. Sudah 30 menit aku duduk di rumah tetapi belum ada kabar dari pangeran Kenzi. Sontak aku terkejut saat mendengar ketukan pintu yang berbunyi dari arah luar.


Tok tok tok tok tok tok tok tok tok.


Ketukan pintu yang diketuk oleh seseorang.


"Nek, ini aku Kenzie. Nenek Jisoo, segeralah buka pintunya." Ucap dari pangeran Kenzi yang melegakan batinku.


"Maaf pangeran, aku pikir siapa? Sekali lagi aku mohon maaf Pangeran Kezi. Sebentar aku bukakan pintu." Ucapku kepada pangeran yang sangat baik hati.


Setelah aku membukakan pintu, aku langsung berbicara kepada Pangeran Kenzi.


"Apa pangeran sudah mendengar informasi? Apakah Jae Jun sudah menyampaikan pesanku?" Tanyaku dengan beberapa pertanyaan sekaligus.

__ADS_1


"Nenek Jisoo.. Aku akan menyelamatkan Yuka dari kejahatan Permaisuri Yiza dan juga Putri Suzuka, akan tetapi kita tidak bisa gegabah. Setidaknya permaisuri Yiza belum mengetahui jika Yuka masih hidup dan telah melaksanakan pelatihan untuk pertarungannya. Sebaiknya jangan ada yang membicarakan tentang Yuka di area Kerajaan Suji. Nenek segeraah pindah ke desa sebelah, aku akan perintahkan Jae Jun untuk mencari tempat tinggal untuk nenek. Ini sangat membahayakan bagi diri nenek dan juga Yuka. Nenek sydah tidak aman tinggal di sekitaran Kerajaan Suji." Ucap dari Pangeran Kenzi yang menyadarkanku. Aku pun mengangguk seraya aku menuruti perintah pangeran baik hati ini.


"Baiklah pangeran, aku akan menuruti semua perintahmu. Apapun yang terbaik untuk Yuka akan kulakukan. Rasa sayang ini begitu besar, sehingga aku merasakan bahwa Yuka adalah cucuku sendiri. Walaupun sebenarnya Yuka adalah seorang putri yang terbuang." Ucapku dengan wajah sendu kepada Pangeran Kenzi.


"Baiklah jika seperti itu, sebaiknya Yuka kita beri nama dengan sebutan kesatria mawar hitam. Panggilan ini akan mengelabui keberadaan Yuka." Ucap dari Pangeran Kenzi kepadaku saat ini.


"Pangeran Kenzi, mohon maaf. Mengapa kamu memanggil Yuka dengan sebutan ksatria mawar hitam?" Tanya Jae Jun kepada pangerannya.


"Kalian tidak akan pernah menyangka bahwa selama pelatihan Yuka. Ada takdir baik yang menyelimuti gadis itu. Yuka ditakdirkan terlahir sebagai ksatria, sekarang dia telah memiliki kekuatan dan juga pakaian bertempur untuk bertarung. Takdir baik telah merubah kehidupan Yuka saat ini. Aku ambil sebutan mawar hitam karena dibalik keindahannya tersimpan ke pahitan yang begitu memilukan. Semoga saja dengan takdir baik ini, Yuka akan hidup bahagia. Ini tentang sebuah rasa kasih sayang, hatinya begitu bersih dan juga tulus. Tidak ada dendam yang dia rasakan. Dia hanya ingin memerangi kejahatan dan juga membela martabat harga dirinya. Maka dari itu semesta akan selalu melindungi Yuka dalam segala hal. Tidak perlu kita berlama-lama untuk berdiskusi, sebaiknya segeralah nenek merapikan barang-barang nenek. Jae Jun antarkan nenek ke desa sebelah. Berikan dia tempat yang aman agar Permaisuri Yiza tidak dapat menemui Nenek Jisoo kembali." Ucap dari pangeran ini yang begitu amat sangat bijaksana.


"Siap pangeran.. Aku akan melaksanakan semua perintahmu dengan baik. Jika seperti itu, nenek Jisoo.. Mari kita berangkat." Ucap dari seorang pengawal yang sangat setia kepada pangerannya.


Aku pun saat ini telah menaiki kereta dari Kerajaan Suji. Kereta kuda ini membawaku untuk pergi ke desa sebelah agar keberadaanku tidak diketahui oleh Kaisar kaitaro dan juga Permaisuri Yiza.


Plak keteplak keteplak keteplak keteplak keteplak.


Langkah kaki kuda kereta ini saat berjalan meninggalkan desa yang aku tempati.

__ADS_1


__ADS_2