
Hari ini aku pergi dari Kerajaan Suji, rasanya sudah tidak sanggup lagi memiliki saudara seperti Kakak Suzuka. Kepergianku tidak diketahui oleh seisi kerajaan, aku pun tidak berpamitan kepada ayahku karena aku takut ini akan membahayakan Yuka. Sebenarnya aku tahu bahwa ayah tidak akan pernah melarangku, akan tetapi setiap ayah membelaku menimbulkan kericuhan yang sangat dahsyat di dalam Kerajaan Suji. Perdebatan bersama kakak Suzuka ataupun dengan ibuku membuatku jengah. Banyak sekali yang aku pikirkan saat ini, aku memikirkan cara bagaimana Yuka bisa berlatih dengan maksimal.
Ku persiapkan alat-alat pertarungan agar aku bisa melatih Yuka dengan bermodalkan alat-alat ini, sebisaku akan mengajarkan jurus-jurus yang telah aku pelajari di Kerajaan Suji. Langkahku memang sangatlah berat meninggalkan ayah di dalam kerajaan bersama ibu dan kakak yang egois, akan tetapi aku harus segera pergi ke rumah Yuka. Sesekali harus diberi pelajaran, karena jika aku biarkan kakak Suzuka akan terus mengganggu Yuka.
Terlihat ada Jae Jun yang sedang melintas di hadapanku saat ini.
"Jae Jun, kemarilah." Ucapku kepada pengawal pribadiku.
"Ada apa pangeran? Mengapa kamu membawa barang-barang begitu banyak? Apakah anda akan pergi?" Tanya Jae Jun saat ini kebingungan.
"Sudahlah jangan terlalu banyak bertanya, aku akan pergi dari Kerajaan Suji. Tolong rahasiakan kepergianku, bila ayah bertanya kepadamu cukup kamu tenangkan hatinya." Perintahku kepada Jae Jun saat ini.
"Tapi pangeran..Apakah kaisar tidak akan kesepian saat ditinggalkan anak kesayangannya? bukankah hanya pangeran yang diandalkan oleh Kaisar Suji." Ucap Jae Jun membuatku bingung saat ini.
"Dengarkanlah, aku. Ada hal yang lebih penting dari pada ini, kamu tahu apa yang dilakukan oleh kakak?" Tanyaku kepada Jae Jun sepertinya Jae Jun kebingungan, raut mukanya menandakan dia tidak mengerti apa yang sedang aku bicarakan.
"Pangeran Kenzi, sebenarnya ada apa? Aku sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi. Terakhir kali aku hanya melihat pangeran menolong Yuka saat terjatuh di tanah, akan tetapi aku tidak mengetahui apa inti dari permasalahan tersebut." Seru Jae Jun kepadaku dengan menaikkan alisnya.
"Jae Jun.. kakak menantang Yuka untuk bertarung di Lembah hitam. Apakah kamu tidak mengetahui seseram apa Lembah hitam itu?" Tanyaku kepada Jae Jun saat ini.
__ADS_1
"Apa.. Lembah hitam? Benarkah, pangeran? Lembah itu amat sangat berbahaya, tidak mungkin seorang Yuka bisa bertarung di sana. Aku khawatir akan terjadi kejadian yang begitu menyeramkan." Ujarnya dengan rasa tidak percaya, sontak wajahnya berubah menjadi sangat ketakutan. Aku pun mencoba menenangkan Jae Jun saat ini.
"Tenanglah, jangan terlalu panik. Kamu harus membantuku untuk melatih Yuka, ini ada alat-alat tempur yang aku kemasi. Pergilah kamu ke rumah Yuka dengan membawa barang-barangku, aku tidak mungkin membawa barang sebanyak ini keluar dari kerajaan. Para pengawal Kerajaan Suji akan mencurigaiku saat ini." Ucap tegasku kepada Jae Jun.
"Baik, pangeran. Aku akan lakukan perintahmu, sekarang aku pamit undur diri." Ucap Jae Jun sambil berlalu pergi dengan membawa barang-barangku saat ini.
Hari semakin gelap, sudah seharusnya aku segera bergegas ke tempat tinggal Yuka. Aku berjalan seperti tidak ada apa-apa, saat ini tidak ada yang mencurigaiku. Saat aku keluar dari Kerajaan Suji, terlihat ada ibu yang memperhatikanku. Ini masalah besar bagiku jika Ibu mengetahui tentang kepergianku.
"Kenzi.. mau pergi ke mana kamu? Hari mulai gelap, sebaiknya kamu masuk ke dalam istana kerajaan." Ucap ibu saat ini.
"Ibu, aku meminta izin untuk keluar sebentar. Ada keperluan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan." Ucapku sedikit berbohong kepada Ibu, mana mungkin aku berbicara yang sejujurnya.
Saat ini langkahku sedikit kupercepat karena aku pergi tanpa menggunakan kuda. Aku tidak ingin kepergianku meninggalkan jejak, maka dari itu lebih baik aku berjalan kaki. Setibanya di kediaman Yuka, terlihat ada Jae Jun yang sedang menunggu.
"Pangeran.. Apakah kamu berjalan kaki untuk pergi ke rumah Yuka?" Tanya Jae Jun saat ini keheranan.
"Jae Jun, bagaimana kamu ini. Mana mungkin Aku menggunakan kuda putih yang biasa aku tunggangi, itu akan meninggalkan jejak kemana aku pergi. Untuk sementara ini, aku akan tinggal di rumah Yuka jadi sering-seringlah kamu datang ke sini untuk mencukupi kebutuhanku." Ucapku kepada pengawal pribadiku.
"Baik, pangeran. Akan aku turuti semua perintahmu, jaga diri baik-baik pangeran." Ucapnya seraya mengkhawatirkanku lalu ia berpamitan untuk pergi kembali ke dalam istana kerajaan.
__ADS_1
"Pangeran Kenzi, kamu kabur dari kerajaan?" Tanya Yuka saat ini dengan wajah polosnya.
"Yuka, mengapa kamu masih mempertanyakan aku kabur atau tidak di sini. Aku memperjuangkanmu, aku tidak ingin kamu celaka saat bertarung dengan kakakku. Maka dari itu aku akan berusaha melatihmu sampai kamu menjadi ksatria yang tangguh." Ucapku kepada gadis cantik yang ada di hadapanku saat ini.
"Pangeran Kenzi, terima kasih banyak. Apakah ini tidak merepotkan?" Tanya Yuka dengan sedikit segan kepadaku.
"Tenanglah, Yuka. Kamu adalah orang yang paling aku sayangi, aku akan terus menjagamu hingga titik darah penghabisan. Semua ini terjadi karena sifat iri dengki yang berasal dari kakakku, kamu tidak usah khawatir dengan Kaisar Suji. Ayah akan selalu mendukung apa yang aku lakukan." Ucapku menenangkan Yuka saat ini, tiba-tiba Nenek Jisoo menghampiriku.
"Pangeran Kenzi, apakah kamu pergi dari Kerajaan? Nanti bagaimana jika pengawal tahu? kami akan terancam'kan pangeran." Ucap nenek Jisoo ketakutan saat ini.
"Nek, tenanglah. Aku tidak akan terus tinggal di tempat ini, aku akan membawa Yuka untuk melatihnya bersama Jae Jun. Ini alat-alat pertempuran sudah aku siapkan, aku melakukan ini karena aku mengkhawatirkan keadaan Yuka. Jika dia benar-benar bertarung dengan Kakak Suzuka, Yuka akan celaka jika tidak memiliki tehnik dasar bertempur. Seperti nenek ketahui perangai Kakak Suzuka memang licik, jadi aku tidak ingin Yuka masuk ke dalam perangkap jebakannya." Ucapku kepada Nenek Jisoo, syukurlah pangeran. Ternyata kamu benar-benar menyayangi cucuku tetapi sebelum kepergianmu aku akan menitipkan secarik surat yang nanti harus kamu baca bersama Yuka." Ucap nenek Jisoo seraya ia ingin memberikan informasi kepadaku.
"Baiklah, nenek. Izinkan aku bermalam di sini, besok pagi aku bersama Jae Jun akan pergi untuk berlatih. Tolong percayakan Yuka kepada kami, kami tidak mungkin menjahati Yuka." Ujarku kepada nenek.
"Baiklah, Pangeran Kenzi. Aku mengizinkanmu untuk melatih cucuku tetapi ingat satu hal, tolong jaga baik-baik Yuka karena hanya kamulah yang saat ini peduli kepadanya." Sahut nNenek Jisoo seraya ia menitipkan Yuka kepada kami.
Aku pun mengangguk lalu aku dipersilakan untuk beristirahat di salah satu ruangan yang memang disediakan oleh Nenek Jisoo untuk ku bermalam.
"Hari yang benar-benar melelahkan, sebaiknya aku segera beristirahat agar besok pagi kondisi tubuhku prima untuk melatih Yuka." Ucapku dalam kesendirian lalu aku tertidur pulas.
__ADS_1
Zzzz Zzz zzz