SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM

SEDARAH PUSARA LEMBAH HITAM
Episode 20. Jurus murni Yuka.


__ADS_3

Setelah aku menyelesaikan masalah dengan Kaisar Keytaro aku pun segera menyambangi Yuka untuk datang ke gubuk pelatihan. Beberapa hari ini aku tidak datang ke Bukit hijau karena aku harus melancarkan strategi agar aku bisa memberi pelajaran kepada Permaisuri Yiza dan juga Kaisar Keytaro. Siang ini aku kembali bergegas pergi menggunakan kuda putihku bersama Jae Jun yang menunggangi kuda berwarna hitam. Kami berdua ingin melihat perkembangan Yuka dalam pelatihan bersama guru Kerajaan Suji. Sesampainya kami di sana, betapa terkejutnya aku saat aku melihat Yuka menguasai teknik jurus murni. Teknik itu dikuasai secara alami dikarenakan samurai yang dikenakan Yuka memang memilih Yuka untuk menjadi kesatria. Aku pun terperangah melihat melihat tekniknya, hingga aku tidak mengedipkan mata saat ini.


"Pangeran Kenzi, coba lihat gerakan Yuka. Sepertinya jurus Yuka semakin baik, mungkinkah dia adalah penerus dari ksatria murni?" Ucap Jae Jun saat ini yang memperhatikan gerakan Yuka yang begitu hebat, akhirnya aku pun mengangguk lalu tersenyum. Aku biarkan Yuka berlatih, kulihat Yuka mengeluarkan api yang membara sehingga samurai yang digenggamnya berwarna merah.


Samurai itu terlihat seperti bara api yang menyala, energi tenaga dalam Yuka seolah melontarkan api ke dalam pedang itu. Ini yang dinamakan jurus murni.


"Yuka, teruslah berlatih. Teknikmu semakin kuat, aku yakin kamu bisa menjadi Ksatria." Ucapku kepada Yuka saat ini.


Sontak Yuka pun terkejut mendengar suaraku, karena dia sedang fokus untuk berlatihan tanpa menyadari aku hadir di tengah-tengah mereka.


"Salam hormat, Pangeran Kenzi. Ternyata kamu telah datang." Ucap Yuka sembari membukukan tubuhnya seraya dia memberi penghormatan kepadaku saat ini.


"Yuka, kamu hebat sekali. Aku perhatikan jurusmu semakin canggih, terlihat kamu menguasai teknik murni dalam jurus pertempuran. Bisakah kamu menjelaskan dari mana kamu bisa menguasai teknik itu?" Tanyaku kepada Yuka saat ini.

__ADS_1


Tiba-tiba guru Kerajaan Suji menghampiriku lalu dia berkata Pangeran Kenzi.


"Sepertinya pedang samurai sakti yang dipergunakan oleh Yuka, memang memilih Yuka untuk menjadi kesatria jurus murni. Jurus itu datang dengan sendirinya, sepertinya ada kekuatan yang tersendiri membuat Yuka semakin kuat dan hebat. Aku pun bingung, baru kali ini aku memiliki murid yang sepandai Yuka." Ucap Guru Kerajaan Suji saat ini kepadaku.


Aku pun terdiam sejenak lalu aku menjawab pernyataan dari Guru Kerajaan Suji.


"Benar sekali, guru. Aku perhatikan Yuka memiliki kuda-kuda yang kuat lalu teknik menyerang dan juga teknik mundurnya sangatlah menakjubkan yang paling membuatku terkejut adalah Yuka bisa melontarkan bara api ke dalam samurai dan dia bisa melompat seperti layaknya ksatria yang sedang terbang." Ucapku kepada guru Kerajaan Suji, dengan spontan Yuka pun segera menyahuti apa yang aku lontarkan.


"Pangeran Kenzi, pada satu malam aku bermimpi bertemu dengan seorang Dewa. Sepertinya dia adalah Dewa Langit, dia memberi pesan kepadaku bahwa pedang sakti ini memang ditakdirkan untuk menjadi milikku. Awalnya aku ragu dengan apa yang aku alami di dalam mimpi itu, akan tetapi saat guru datang dan melatihku pada tempo hari aku pun seolah memiliki kekuatan super sehingga aku bisa berlatih dengan maksimal. Tubuhku saat itu bergetar, entah mengapa ada tenaga yang begitu kuat yang muncul dari dalam jiwaku. Seketika tanganku mengeluarkan asap lalu tanganku merah seperti bara, saat aku menyentuh samurai ini. Terlihatlah bara itu menyala, sepertinya memang benar tenaga dalam itu ialah teknik jurus murni yang kamu ceritakan Pangeran Kenzi." Papar Yuka menjelaskan tentang apa yang dia alami saat ini.


"Baiklah jika seperti itu, Yuka. Jadi mungkin memang sudah jodoh kamu mempergunakan pedang sakti itu. Kamu harus lebih berhati-hati karena teknik jurus murni akan kalah dengan teknik penyamaran. Teruslah kamu berfokus agar nanti Suzuka tidak mempergunakan jurus yang memang akan mengelabuimu." Seru Kenzi kepada Yuka saat ini.


"Baik, Pangeran Kenzi. Aku akan berusaha untuk berlatih sedemikian hingga, sampai aku dapat bertarung dengannya di Lembah hitam. Akan tetapi aku ingin menanyakan kepadamu, apakah keadaan ayahku baik-baik saja? Lalu bagaimana keadaan ibuku saat ini?" Pertanyaan yang begitu mengejutkanku, aku pun bingung untuk menjawabnya. Disisi lain memang benar mereka adalah orang tua dari Yuka akan tetapi aku sangat membenci sekali mereka, bahkan aku telah bersumpah mereka adalah musuh dari Kerajaan Suji.

__ADS_1


"Sebenarnya aku malas membahas tentang mereka, karena bagaimanapun mereka telah jahat kepada ayah kandungku. Akan tetapi aku juga bingung saat ini, kamu adalah gadis yang aku cintai. Yuka, keadaan ayahmu baik-baik saja. Bahkan ibumu pun sama seperti halnya ayahmu, akan tetapi ayahmu masih terus saja jahat kepada Kerajaan Suji. Aku bingung, bagaimana bisa kamu merindukan orang tua yang sama sekali tidak menganggapmu? kamu dibuang oleh mereka dan sekarang kakak kandungmu mengajakmu dalam pertempuran yang bisa saja mengancam nyawamu, tetapi kamu masih saja memikirkan tentang keluargamu yang sama sekali tidak mengharapkanmu." Ucapku menyadarkan Yuka saat ini.


"Pangeran Kenzi, bagaimanapun mereka adalah keluargaku. Biarkanlah mereka jahat kepadaku, tidak masalah aku terbuang selama ini. Akan tetapi aku hanya ingin mengetahui kabar mereka, Pangeran Kenzi mohon maaf jika apa yang aku lontarkan membuat kamu kecewa. Aku merindukan kasih sayang orang tua, selama ini yang kutahu hanyalah Nenek Jisoo dan sekarang aku pun tidak tahu bagaimana keadaan Nenek Jisoo." Ucap Yuka yang begitu membuatku tertegun, seketika hatiku luluh mendengar ucapannya lalu akhirnya Jae Jun menengahi pembicaraan kami.


"Sudahlah pangeran, lebih baik Yuka berlatih kembali. Sepertinya Guru Kerajaan Suji sudah mulai bisa pergi ke Kerajaan Suji. Biarkan aku menemani Yuka untuk bergantian." Ucap Jae Jun seraya menengahi perdebatan kami. Baiklah jika seperti itu, akan tetapi Yuka harus segera bergegas pergi untuk ke Muara Kasih, dengan berlatih di Muara Kasih. Yuka akan mendapat pertolongan dari Dewi Bumi." Ucapku saat ini.


Seketika Yuka pun terdiam, sepertinya dia mengingat-ingat akan sesuatu. Lalu Betapa terkejutnya aku saat mendengar ucapan Yuka saat ini mohon maaf.


"Pangeran, apakah tadi Pangeran Kenzie berbicara tentang Dewi Bumi? aku lupa berbicara sesuatu kepadamu bahwa pada malam hari di saat aku masih tinggal di rumah Nenek Jisoo, aku diberikan tongkat sakti oleh Dewi Bumi yang saat ini aku simpan di kolong ranjangku." Ucap Yuka membuat kami semua terdiam lalu dengan gugup aku memberanikan diri untuk berbicara kepada Yuka.


"Benarkah? Bolehkah aku melihat tongkat itu?" Tanyaku kepada Yuka saat ini.


Yuka pun mengangguk lalu ia segera pergi ke dalam gubuk, sepertinya ia akan segera mengambil tongkat sakti pemberian Dewi Bumi. Beberapa saat kemudian Yuka pun kembali dengan membawa tongkat itu, ternyata benar yang diucapkan oleh Yuka. Tongkat itu benar-benar sudah ada di tangannya.

__ADS_1


"Mungkinkah Yuka adalah Kesatria berikutnya?" Gumamku dalam hati.


__ADS_2