
Malam ini begitu banyak beban dalam pikiranku, kisah di masa lalu itu tidak bisa aku lupakan begitu saja. Saat aku bertemu dengan Kenzi teringat akan asal usul Yuka. Yuka memanglah cucuku akan tetapi aku terpaksa berbohong menjadikannya cucu satu-satunya. Semua itu Bermula atas hubungan Keytaro dengan Yiza.
Kisah percintaan yang begitu dramatis, sehingga kalah oleh harta. Sebenarnya Suzuka iyalah putri dari Keytaro, hal itu di luar sepengetahuan Suji. Saat Suji menikahi Yiza, Suji tidak mengetahui bahwa Yiza sedang mengandung anak dari Keytaro. Wajar saja jika sifat Suzuka sama seperti ibunya, dia terlahir dari darah yang dimiliki Keytaro.
Hal ini aku sembunyikan rapat-rapat, dahulu aku adalah seorang selir kerajaan. Setiap saat aku selalu memani Yiza, sehingga hanya aku yang menjadi saksi bisu. Kaisar Yamada selalu memintaku agar setia menemani Putri mahkota yang saat ini telah menjadi permaisuri di Kerajaan Suji.
Entah mengapa, kebohongan demi kebohongan selalu diciptakan oleh permaisuri itu. Suji hanyalah korban dari ketamakan Yiza saat itu, di pikirannya hanyalah harta yang berlimpah. Kerajaan Suji yang memiliki kekayaan yang banyak, sehingga dia meninggalkan Keytaro. Hal itu menimbulkan dendam pribadi antara Kerajaan Keytaro dan kerajaan Suji. Tidak habis pikir aku dibuatnya, disaat kerajaan Suji mengalami krisis, Yiza malah kembali berselingkuh bersama Keytaro.
Hingga akhirnya lahirlah seorang gadis yang cantik yang bernama Yuka. Bagaimana jadinya, jika Suzuka tahu bahwa gadis yang ia tampar di pasar itu ialah adiknya sendiri. Luka lama itu seolah terbuka kembali atas kejadian kelam. Kebohongan Yiza mengorbankan kehidupan Yuka, seharusnya Yuka bisa hidup bahagia di dalam kerajaan.
Ayah ibunya adalah seorang kaisar dan juga permaisuri. Walaupun mereka dari kerajaan yang berbeda, hal ini menjadi tanda tanya besar bagiku. Bagaimana bisa permaisuri memiliki putra mahkota? sedangkan anak yang dikandungnya dua-duanya berjenis kelamin perempuan.
Paras Kenzi begitu mirip dengan Kaisar Suji, ini adalah teka-teki yang belum terpecahkan saat ini. Secara biologis Yuka dan Suzuka adalah saudara Seibu dan ayah, kedua gadis ini adalah anak dari Kaisar Keytaro. Bagaimana bisa permaisuri licik itu membohongi suaminya seumur hidup? dia seolah melupakan satu gadis kecilnya yang berada tepat di belakang kerajaan, tidak pernah permaisuri itu menyambangi putrinya sendiri. Sampai-sampai aku harus berbohong terhadap gadis manis ini, begitu miris kehidupan yang dijalani oleh Yuka. Gadis itu harus merasakan kesulitan ekonomi dan juga hidup bersamaku di gubuk yang memang tidak layak untuk Yuka tempati. Aku harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Siapakah Kenzi sebenarnya? Tapi, bagaimana bisa aku mendapatkan informasi yang akurat? Sampai detik ini akses ku ditutup rapat untuk dua kerajaan, mereka takut hal ini akan terkuak.
Sebelum masalah ini semakin rumit, aku harus membuka tabir ini. Aku takut jika Kenzi adalah saudara kandung Yuka saat ini. Sudah terlihat jelas ketertarikan antara satu sama lain. Mungkin Yurika Bisa membantuku karena satu-satunya selir yang setia menemani Kaisar Suji adalah Yurika.
__ADS_1
"Nenek, nenek. Dimana nenek berada?" Terdengar suara gadis manis itu memanggilku.
"Ada apa Yuka? Nenek sedang ada di kamar, kemarilah." Ucapku dengan manis kepada gadis yang sangat cantik.
Sesaat kemudian Yuka pun menghampiriku.
"Nenek, mengapa nenek melamun?" Tanya Yuka saat ini.
"Tidak apa-apa gadis cantik, nenek hanya sedang sakit kepala." Ucapku kepada Yuka saat ini. Sebaiknya nenek beristirahat, jangan terlalu banyak pikiran. Biarkan Yuka yang berdagang ke pasar. Lekaslah istirahat, nek. Sebelum keadaan nenek memburuk, sekarang Kenzi sulit ditemui. Mungkin dia dikurung oleh ibunya? tetapi mana mungkin pria dewasa seperti Kenzi bisa dikurung. Entahlah, aku bingung apa yang terjadi dengannya. Lebih baik nenek istirahat karena saat ini sulit untuk menemukan tabib jika tidak ada Kenzi." Ucap Yuka saat ini yang begitu mengkhawatirkanku.
"Baiklah, nek. Aku pamit ya? Do'akan aku agar dagangan laris habis." Ucap Yuka sembari berlalu pergi.
Setelah Yuka pergi ke pasar tradisional, aku bergegas menyusup masuk ke dalam Kerajaan Suji. Mataku terus mengawasi keadaan kerajaan, terlihat Yurika sedang duduk di dapur sendirian.
"Yurika..Yurika. Ini aku Jisoo." Ucapku kepada Yurika dengan sedikit berbisik. Yurika menoleh dan segera bergegas menghampiriku lalu dia menarik tanganku untuk keluar dari kerajaan.
__ADS_1
"Ada apa Jisoo? Sepertinya ada hal yang mendesak yang ingin kamu tanyakan kepadaku. Perbuatanmu sangatlah berbahaya, bagaimana jika ajudan dan pengawal tahu jika ada penyusup masuk ke Kerajaan Suji." Ucap Yurika dengan penuh kekhawatiran.
"Aku ingin berbicara denganmu besok, aku tunggu di rumahku. Kamu harus bisa keluar dari kerajaan, agar kita bisa berbicara secara leluasa. Yurika, waktuku tidak banyak. Aku akan segera pulang ke rumah, aku takut pengawal menangkapku saat ini. Aku tunggu di rumah ya?" Ucapku dengan bergegas berlari keluar kerajaan.
hari ini keberuntungan mengiringiku, aku berhasil menyusup masuk ke Kerajaan Suji bahkan aku pun bisa keluar dengan selamat. Tidak tenang rasanya jika tidak mengetahui siapa Kenzi sebenarnya, walaupun Yuka bukan cucu kandungku. Dia hanya seorang anak titipan yang dilupakan, tetapi rasa sayangku begitu besar terhadap gadis malang ini. Tidak terasa sebentar lagi usia Yuka 21 tahun, akan tetapi tabir misteri ini belum juga terkuak. Entah berapa lama lagi aku ada di dunia ini, sebelum aku menyesal sampai mati. Lebih baik aku mencari tahu siapa Kenji sebenarnya? aku khawatir keadaan Yuka akan terancam oleh perlakuan Suzuka. Hal ini membuatku semakin ingin menjaga Yuka, semoga saja tidak ada permusuhan saudara sedarah.
"Andai Suzuka tahu, jika Yuka adalah adiknya. Apa mungkin Suzuka akan tega menampar Yuka?" Batin kecilku.
Nafasku masih terengah-engah, aku berjalan dengan perlahan. Sepanjang perjalanan hanya pertanyaan dan pertanyaan yang ada dalam isi kepalaku, hingga detik ini belum bisa aku pecahkan. Sungguh malang nasibmu Yuka, karena takdir kamu menderita. Benar-benar Yiza adalah orang tua yang egois. Bagaimana bisa dia melupakan darah dagingnya sendiri? Sejahat jahatnya ibu di dunia ini, tidak ada yang sejahat dan sekejam Permaisuri Yiza. Setelah perjalanan yang begitu panjang tibalah aku di depan rumah, aku pun segera membersihkan badanku lalu meminum obat yang tersisa dari tabib. Ku jatuhkan tubuhku di atas ranjang.
Huffh
Nafas ini terasa sesak di dada, kupaksakan diri ini untuk beristirahat.
"Tuhan.. tolong jangan cabut nyawaku, biarkan aku membuka tabir misteri ini. Ingin sekali rasanya aku menyelamatkan Yuka dan memberi kebahagiaan yang memang sepantasnya ia dapatkan." Doaku saat ini kepada Tuhan. Perlahan demi perlahan rasa ngantuk mulai menyerangku, mataku mulai tertutup. Tidak lama kemudian aku pun tertidur pulas.
__ADS_1
ZzzZzzzzz