
POV. KAISAR KEYTARO.
Dalam keresahan hati dan jiwaku, pikiran ini memaksaku untuk menemui Permaisuri Yiza. Wanita itu adalah sosok yang menjadi Ibu dari anak-anakku. Walau dalam kenyataan hidup, dia adalah seorang istri dari kaisar yang menjadi petarungku. Rasa bimbang yang aku rasakan tidak dapat terbendung lagi. Aku tidak menginginkan, hal buruk menimpa kepada putri-putriku. Aku menyadari ini adalah kebodohanku di masa lampau. Bagaimana bisa aku tidak pernah memperdulikan, nasib dari putri-putriku.
Pikiran aku semakin kacau, saat aku harus menyimpan permasalahan ini seorang diri. Mungkin inilah waktu yang tepat untuk menemui, Permaisuri Yiza. Aku segera bergegas keluar dari Kerajaan Keyaro, tujuanku adalah untuk meminta penjelasan kepada Permaisuri Yiza. Pertarunganku bersama Suji, sebaiknya tidak usah aku ceritakan kepadanya. Jika dalam masalah ini Yiza ikut campur, maka akan semakin kacau rencanaku yang telah ku susun dengan rapi.
Setibanya aku di belakang Kerajaan Suji. Aku mengingat tentang jalan alternatif, untuk memasuki kerajaan ini secara diam-diam. Satu-satunya orang yang bisa membantuku saat ini adalah Yurika. Yurika adalah selir terlama yang setia kepada Kerajaan Suji. Dia pun mengetahui tentang hubungan gelapku bersama Permaisuri Yiza saat itu. Aku mengendap-ngendap masuk ke dalam Kerajaan Suji. Bagaimanapun ini adalah pertaruhan nyawa dan juga harga diri. Nasib baik menghampiriku saat ini, terlihat Yurika yang sedang duduk memperhatikan bunga yang ada di belakang kerajaan.
"Yurika.. Lekaslah kemari." Ucapku kepada selir senior yang ada di Kerajaan Suji. Dia pun menoleh ke arahku, seraya dia terkejut dengan keberadaanku saat ini. Aku melambaikan tanganku kepadanya, seolah aku memerintahkan kepada Yurika agar segera menghampiri aku saat ini. Dia berjalan ke arahku dengan mata yang selalu mengawasi seluruh sudut Kerajaan Suji. Sekarang, Yurika berada di depanku.
"Kaisar Keytaro, untuk apa Anda datang kemari?" Tanya Yurika kepadaku saat ini.
"Sudah, kamu tidak usah banyak bertanya. Beritahu kepada Permaisuri Yiza, bahwa aku mencarinya saat ini. Ada masalah penting yang harus aku bicarakan kepadanya. Ini menyangkut tentang keselamatan putri-putriku. Sampaikan kepadanya, aku menunggu di bawah pohon besar yang terletak di sebelah kanan Kerajaan Suji." Ucapku kepada Yurika dengan tegas.
__ADS_1
"Baiklah, Kaisar Keytaro. Sebaiknya Anda segera pergi dari sini, sebelum pengawal pribadi dari Pangeran Kenzi mengetahui tentang keberadaanmu." Ucap Yurika memperingatkanku saat ini.
"Baiklah, Yurika. Aku pergi sekarang, jangan lupa kamu harus menyampaikan pesanku karena aku menunggu permaisuri saat ini!" Sahutku dengan meninggalkan Yurika.
Aku segera berlari untuk menaiki kudaku, aku segera pergi ke tempat tujuan. Setibanya aku di bawah pohon besar, aku hanya bisa menanti dengan sabar kedatangan Yiza disini.
Aku harus mengetahui tentang apa yang terjadi dengan putri-putriku. Berpuluh-puluh tahun sudah, aku tidak pernah menanyakan perihal ini akan tetapi saat Iblis mengatakan tentang persekutuanya dengan putriku. Aku pun memikirkan tentang keselamatan mereka. Satu jam aku menunggu kedatangan Permaisuri Yiza tetapi belum terlihat juga batang hidungnya sampai saat ini. Sontak aku terkejut saat dia menyentuhku dari arah belakang.
"Saat ini aku tidak ingin memperkeruh keadaan akan tetapi aku ingin menanyakan beberapa hal kepadamu." Ucapku menatap matanya dengan tajam.
"Apa yang ingin kamu tanyakan Keytaro?" Sahut dari Permaisuri Yiza saat ini.
"Aku tahu, kejadian dimasa lalu membuat kita saat ini menjadi terancam. Walau bagaimanapun aku memang mencintaimu akan tetapi keberuntungan itu tidak pernah menghampiriku dan aku selalu dihadapkan dengan persaingan bersama Kaisar Suji. Bukankah dulu kamu telah mengandung anakku? Dimana mereka sekarang?" Tanyaku kepada Yiza saat ini. Terlihat wajahnya begitu gugup, sepertinya ada hal yang dia tutupi saat ini. Aku pun kembali menatap matanya dengan tajam.
__ADS_1
"Jawablah, Yiza. Dimana putri-putriku?" Ucapku dengan membentaknya saat ini.
"Tolong sabar terlebih dahulu, Keytaro. Sekian lama kamu tidak mempertanyakan hal ini. Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Satu putrimu telah menjadi putri dari Kerajaan Suji, sebisaku menutupi tentang kebenaran itu. Aku tidak ingin jati diri Suzuka terbongkar, yang dapat mengakibatkan kami terusir dari Kerajaan Suji. Akan tetapi satu kebodohan yang telah aku perbuat, aku membuang satu putri bungsumu dari Kerajaan Suji dan menitipkannya kepada selir dari Kerajaan Yamada. Seperti kamu ketahui, aku adalah seorang putri mahkota dari Kaisar yang bernama Yamada. Pertolongan hanya bisa didapat dengan bantuan selir dari kerajaan ayahku. Mana mungkin aku meminta bantuan kepada selir yang berasal dari Kerajaan Suji?" Ucapnya dengan mata yang membulat, air matanya menetes saat ini. Seolah ada kekhawatiran yang begitu dalam yang dia sembunyikan.
"Apa?? Bisa-bisanya kamu membuang putrimu sendiri?" Ucap dariku saat ini kepadanya. Pertanyaanku adalah dimana satu lagi putriku?" Tanyaku dengan lantang seraya memperingatkan kepadanya.
"Maafkan aku, Keytaro. Ini benar-benar kesalahanku, beberapa hari ini aku pun mencari tahu dimana putriku. Dulu aku menitipkannya kepada Selir Jisoo, akan tetapi saat aku bertemu dengan Jisoo. Jisoo mengatakan bahwa putriku telah mati. Apa yang harus aku lakukan? Saat aku menerima kenyataan bahwa satu putriku telah meninggal dunia saat ini. Aku tidak bisa menyalahkan Jisoo karena aku yang ceroboh menitipkan putri bungsuku kepadanya. Aku pun lupa memberi kehidupan yang layak untuk satu putriku." Ucapnya dengan rasa penyesalan.
"Kamu tidak pantas menjadi seorang ibu. Bisa-bisanya kamu menitipkan anakmu dengan tidak mencukupi anakmu sendiri?" Ucapku seraya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Yiza. Kamu tidak bisa menyalahkanku seperti itu, mau bagaimanapun kamu turut andil dalam peristiwa ini. Jika kamu berniat bertanggung jawab kepada putrimu. Mengapa tidak kamu bawa satu putrimu saat itu? Tidak mungkin rasanya aku terus membohongi Suji. Aku telah menyelamatkan jati diri satu putrimu, akan tetapi dengan kelahiran putra mahkota yang saat ini memimpin di Kerajaan Suji. Sepertinya itu tidak mungkin, jika aku menghadirkan putri bungsu'ku secara tiba-tiba." Ucap darinya membuatku tertegun.
" Yasudah.. Jika memang keadaannya seperti itu. Aku minta jaga satu putriku dengan baik. Jangan sampai kesalahan itu terulang kembali, perhatikan terus dan awasi dia. Jangan sampai dia tergiur oleh kekuatan Iblis. Satu yang harus kamu ketahui dalam sejarah kerajaan Keytaro, setiap keturunan yang terlahir dari Kerajaan Keytaro akan didatangi dan dipengaruhi oleh Iblis. Ini adalah kesalahan dari leluhurku yang bersekutu dengan Iblis. Mereka berhenti menggangu sampai batas perjanjian itu habis." Ucapku seketika, membuat Yiza membelalakkan matanya seraya dia terkejut dengan penuturanku saat ini.
"Apa kamu bilang??!" Teriaknya menghentikan percakapan kami, akhirnya aku pergi meninggalkannya dengan menunggangi kudaku.
__ADS_1