Segenggam Cinta Untuk Uci

Segenggam Cinta Untuk Uci
bab 20


__ADS_3

"Uci?" sapa Arifin kaget saat melihat Uci di depan rumahnya bersama dengan Mama Artika.


"Tuan Arifin?" sapa Uci balik tak kalah kaget melihat Arifin di sana.


"Kalian saling kenal?" tanya Mama Artika penasaran bercampur heran.


"Kenapa Mama bisa bersama dengan Uci?" tanya Arifin pada Mama Artika.


Mama Artika mengulas senyum. Wanita paruh baya itu pun mempersilahkan Uci untuk beristirahat sejenak di dalam sebelum Uci pulang.


"Ceritanya panjang! Mari masuk dulu! Tante buatkan teh, ya?" cetus Mama Artika pada Uci.


Uci pun menyambut baik tawaran dari Mama Artika. Gadis itu pun menikmati waktu berbincang santai dengan Arifin selama berada di kediaman megah tersebut. Mama Artika tidak menyangka jika Arifin juga akrab dengan Uci. Wanita paruh baya itu nampak suka sekali melihat Uci berinteraksi dengan Arifin.


"Mereka terlihat sangat cocok," gumam Mama Artika. Melihat kedekatan Uci dan juga Arifin, membuat Mama Artika pun berniat untuk menjodohkan Arifin dan juga Uci.


Daripada membiarkan Arifin dekat dengan Erin, sepertinya Mama Artika lebih mendukung Arifin dengan Uci. Terlebih lagi melihat sikap Erin yang cukup menyebalkan, membuat Mama Artika semakin tidak suka pada teman putranya itu.

__ADS_1


Setelah Uci pergi, Mama Artika pun mengajak Arifin berbincang sejenak. Wanita paruh baya itu pun mengajak Arifin berbicara tentang Uci.


"Kamu kenal Uci di mana?" tanya Mama Artika berbasa-basi pada Arifin.


"Oh, Uci itu salah satu pegawai di pabrik, Ma!" ungkap Arifin.


"Oh begitu!" komentar Mama Artika. "Kalian terlihat akrab sekali. Uci sangat baik, ya? Uci sampai mau mengantarkan Mama pulang, padahal Uci tidak mengenal Mama," sambung Mama Artika.


"Iya, Ma. Uci memang baik. Uci juga sangat ramah," sahut Arifin.


Arifin mengangguk setuju dan memberikan respon positif setiap kali mema artikan menyebut nama Uci. Melihat hal tersebut, Mama Artika yakin kalau Arifin juga menaruh minat pada Uci.


Sayangnya, Mama Artika mengira kedekatan Uci dan Hengki hanyalah kebohongan yang dibuat-buat oleh Erin. Wanita itu tidak tahu kalau ternyata Uci dan Hengki memang memiliki hubungan. Dan karena ketidaktahuannya itu, Mama Artika pun sudah memutuskan untuk menjodohkan Uci dengan Arifin, tanpa memikirkan Hengki yang ternyata merupakan kekasih resmi dari Uci.


****


Hari ini adalah hari yang paling menggembirakan bagi Uci. Setelah menjalani serangkaian tes untuk naik jabatan menjadi staff office, akhirnya gadis itu pun lolos menjadi salah satu staf di PT Scander usai dinyatakan lolos tes.

__ADS_1


Tentu saja orang pertama yang diberitahu kabar gembira itu adalah Hengki. Uci langsung berhambur ke pelukan Hengki saat kekasihnya itu menjemput dirinya di pabrik.


"Mas Hengki!" Uci berlari ke arah Hengki dan memeluk kekasihnya itu dengan erat


"Ada apa, Uci? Kamu terlihat gembira sekali?" tanya Hengku sembari membalas pelukan dari gadis yang ia cinta itu.


"Aku lolos tes, Mas! Aku lolos!" ungkap Uci dengan senyum sumringah.


"Benarkah?" tanya Hengki ikut berbahagia atas pencapaian dan keberhasilan kekasihnya yang sudah tekun bekerja itu.


"Selamat, Sayang!" ucap Hengki pada Uci.


Melihat kebahagiaan sang kekasih, Hengki pun berniat untuk melengkapi kegembiraan gadisnya itu. Pria itu pun berniat untuk melamar Uci. Hengki ingin segera meresmikan hubungannya dengan Uci dan tidak ingin terlalu lama menghabiskan waktu untuk berkencan.


Pria yang sudah lama tidak pulang ke rumah itu pun akhirnya mulai memberanikan diri menghadap sang ibu untuk mengutarakan keinginannya yang ingin meminang seorang gadis. "Sebelum aku melamar Uci, aku harus menemui Mama terlebih dahulu," gumam Hengki mulai merencanakan kepulangannya dalam waktu dekat dan tidak ingin menunda-nunda terlalu lama untuk menyunting kekasih hatinya.


****

__ADS_1


__ADS_2