Seimbang

Seimbang
Bab 22. Anggoro membuat ulah!


__ADS_3

Papa!!" sentak Riki pada Anggoro. Tetapi tak dihiraukan Anggoro karena pengaruh alkohol.


" Hehe siapa nih? Ada tamu ternyata. Hehehe. Cantik banget."


Anggoro mendekati Dania ingin memegang wajahnya.


Dania terlihat ketakutan dan berusaha menghindar.


" Papa jangan kurang ajar ya! "


Riki mendorong Anggoro hingga nyaris terjatuh. Anggoro yang sedang mabuk tentu saja masih berulah. Dengan langkah terhuyung Anggoro berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang akan jatuh.


Atmika ingin sekali menampar wajah mesum itu dengan tangannya.


" Riki! Kamu bisa bawa Dania pergi?"


Atmika ingin menghindari hal yang tak di inginkan. Riki langsung membawa Dania pergi dari meja makan.


" Haha syukurin, emangnya enak! Itu balesan buat kata kata Kamu sama Tante Ky, " Siska puas sekali melihat kejadian itu. Melihat Dania hampir di goda Papanya sendiri.


*


*


Atmika memijit kedua pelipis dahinya itu. Apa yang sebaiknya Ia lakukan untuk menghukum Anggoro yang sudah mempermalukan Dirinya.


" Anggoro, Kamu ini benar benar ya! "


" Hehe apa sih? Hehe! Kamu jangan ganggu kesenangan Aku dong! hehe" celoteh Anggoro tak jelas.


" Sini! " Atmika menyeret Anggoro menuju kamar mandi di kamar tamu.


" Jeburr. " Suara air akibat jatuhan tubuh Anggoro masuk di bathtub. Hingga air tumpah meluber kemana mana. Atmika tersenyum kecut. Puas sekali melihat Anggoro gelagapan, air bathtub itu sepertinya bekas Siska mandi tadi sore yang belum dibuang.


" Hah. Hah. Hah. " Anggoro mengatur nafasnya, badannya menggigil tapi berkat itu kesadarannya sedikit pulih.


" Sialan! Pasti ini ulah Atmika."


Anggoro segera bangkit, dan naik keatas tangga dengan baju yang basah kuyup itu.


" Udah sadar?" Atmika sedang menghapus makeup diwajahnya.


" Ini ulahmu kan? " Anggoro segera melepaskan bajunya itu.


" Itu hukuman buat Kamu. Kamu gak tau malu banget goda pacar anak sendiri. "


Anggoro menatap Atmika membuka matanya lebar.


" Aku menggoda pacar Riki? Kamu gak bohong kan? "


" Bohong? Buat apa? " Atmika memungut baju Anggoro yang berceceran di lantai, lagi lagi tercium aroma parfum wanita yang menempel di baju Anggoro.

__ADS_1


" Hah. Dasar tua tua keladi! "


Atmika langsung melempar baju itu ke keranjang baju kotor. Ternyata benar dugaan Atmika jika Anggoro kembali berulah lagi.


Anggoro tak sadar jika Atmika mengetahui tingkah nakalnya itu. Atmika langsung mengambil handphonenya untuk kembali melakukan traveling bersama temannya.


" Atmika! Aku kedinginan! " Anggoro memasang wajah penuh harap meminta kehangatan pada Sang Istri.


" Peluk aja panci panas diatas kompor! " Ucap Atmika ketus.


Atmika jutsru pergi dari kamar utama dan meninggalkan Anggoro.


" Kenapa lagi wanita itu? Apa jangan jangan Dia tahu Aku main api lagi? " Anggoro mulai sadar jika Atmika sudah curiga. Rasa takut menjalar ke tubuhnya itu. Sungguh memang aneh! Jika takut mengapa Anggoro harus bermain api lagi.


*


*


Riki merasa malu. Hari ini Dania melihat langsung tingkah Papanya sedang mabuk bahkan hampir melecehkan dirinya.


" Riki? Kamu gak papa? " Dania melihat wajah Riki menahan emosi berusaha untuk meredam.


" Aku malu Dan, Papa gak ngertiin Aku banget sih! "


" Sabar Sayang! Aku gak papa kok."


Riki menoleh bagaimana bisa Dania berkata seperti itu.


" Kenapa Papa gak bisa kayak Pak Burhan sih? " Gerutu Riki menyamakan Anggoro dengan Pak Burhan.


" Mau tukeran? " Tanya Dania sengaja mencairkan suasana.


" Ah. Kamu ini Dan, Aku lagi sebel! Jangan goda Aku lah! "


Dania justru semakin semangat menggoda Riki. " Unch.. pacarku marah. Atu tu tu. Manisnya." Dania mencubit pipi Riki manja.


" Dan, Aku udah bilang ya jangan goda Aku! "


" Haha. Emang Kamu mau ngapain coba sini Aku lihat! "


Riki melihat ada lahan kosong didepan, bak pembalap profesional Riki langsung bisa memarkirkan mobilnya dengan cepat.


" Srak. "


" Eh kok berhenti! " Tanya Dania melihat Riki berhenti disini.


" Srukkk." Riki menarik badan Dania dan memangkunya. Riki menatap Dania penuh rasa cinta. Memegang wajahnya dan mendekatkan bibir Mereka satu sama lain. Riki juga menyibak rambut Dania yang mengganggu.


" Emh. " Rintih Dania.


Kegiatan mereka disaksikan oleh lampu penerangan jalan. Tak tahu bagaimana jika seseorang mengetahui kegiatan Mereka dipinggir jalan. Kedua insan itu sungguh tak perduli lagi. Mereka sedang di mabuk asmara.

__ADS_1


*


*


Eric pulang dengan wajah yang berbunga bunga. Sesuai dengan solusi yang Dania beri. Eric segera mengungkapkan perasaannya terhadap Nila.


Ternyata benar Nila langsung menerima ungkapan Eric tanpa harus menimbang jawabannya.


" Hah! Dania mana nih kok belum pulang. Padahal mau Aku traktir seblak." Eric menunggu kedatangan Dania menepati janjinya pada Sang Adik


" Dania belum pulang Ric?." Tanya Ibu Melati yang membawa sayur asam di mangkok, menata piring diatas meja bersama lauk pauk.


" Belum Bu, tauk lama banget."


" Gimana ya hari pertama kerja ? Kok Ibu kepikiran! " Ibu Melati sadar jika Dania belum mempunyai pengalaman. Bagaimana jika Dania akan merasa kesulitan di Kantornya.


" Gak papa Bu, Dania kan berani Dia juga supel anaknya."


" Iya, Ibu juga tahu watak Adikmu itu. " Bu Melati kembali tenang dan ikut Eric duduk di kursi meja makan.


Eric memang merasa kalah dengan Adiknya itu. Dania lebih mudah untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Tapi sebaliknya jika ada yang membully atau mengganggunya Dania bisa acuh dan cuek seakan tak pernah mendengar bullyan orang lain dan justru bisa membuat penyerang merasa malu dan capek sendiri.


*


*


Riki dan Dania segera sadar diri. Mereka saling tersenyum.


" Kita ini kayak gak punya tempat lain aja ya Dan, ?" Riki merasa terhina sendiri dengan tingkahnya mengajak sang kekasih memadu kasih di pinggir jalan.


" Hehe gak papa! Aku suka kok. " Dania megacak rambut Riki itu.


" Dania jangan! Nanti ketampananku berkurang. " Riki kembali bercermin merapikan rambutnya yang berantakan.


" Hehe biarin sih! Gue tetap suka kok."


Riki langsung meluncur ke rumah Dania pasti Bu Melati sudah cemas menunggu Dania tak segera pulang.


" Maaf ya semua berantakan gara gara Papa ! " Riki kembali merasa bersalah atas sikap Papanya yang kurang ajar.


" Gak papa Sayang! " Jawab Dania santai.


Sebenarnya Dania memang tak menyangka akan mendapatkan perlakuan tak menyenangkan. Tapi demi menjaga perasaan Riki, Dania berusaha menyembunyikan ekspresi sedihnya itu. Dania tahu Riki tak bersalah dalam hal ini. Ia juga tak mau ikut mengompori Riki untuk semakin membenci Ayah kandungnya.


Hubungan Riki dan Ayahnya sudah merenggang jadi Dania tak mau memperkeruh suasana.


Mereka sampai di depan halaman rumah Dania.


" Dania??"


Dania menoleh ke sumber suara melihat sosok itu datang menghampirinya. Siapakah Dia??

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2