Seimbang

Seimbang
Bab 59. Hati yang tegar!


__ADS_3

Tak ada yang berani menganggu Dania dikamarnya, setelah Eric pulang Bu Melati tahu tentang hal yang sedang menimpa putrinya itu.


" Kasian Dania, pasti sakit banget! Aku baru pacaran seminggu di tinggal nikah udah sedih banget, apalagi Dania yang sepuluh tahun" Ucap Eric iba.


Seketika Bu Melati duduk disebelah anak laki-lakinya itu.


" Kamu pernah pacaran? " Tanya Bu Melati baru tahu.


" Hehe, iya Bu, tapi ditinggal gitu aja. Terus kemarin Eric dapat undangan nikah dari dia!" Ucap Eric.


" Aduh kasihan anak Ibu, sabar ya Nak. Coba aja kalo Kalian gak lahir dari rahim ibu, pasti nasib kalian gak bakalan kayak gini." Ucap Bu Melati merasa bersalah,


"Kriett!"


" Ibu ngomong apa sih!" Sungut Dani tak terima. " Iya, Ibu kok ngomong kayak gitu! Kita seneng banget kok jadi anak Ibu." Timpal Eric.


Ibu Melati merasa ini juga salahnya karena bukan orang kaya hingga anaknya dicampakkan oleh orang lain.


" Ibu! Jangan berfikir kayak gini! Dania gak mau!" Ucap Dania menyesal, Ibunya sampai berfikir seperti ini, hal yang sangat menyakiti hatinya melihat Bu Melati menyalahkan dirinya sendiri.


" Ibu, Dania rela kehilangan apa saja! Asalkan bukan Ibu dan Ayah!" Ucap Dania.


" Eric juga sama! Eric bangga punya ibu dan Ayah." Ucap Eric.


Mereka berpelukan di ruang tamu, Dania berjanji tak akan bersedih, apalagi sampai menunjukkannya di depan Bu Melati.


" Awas! Ilermu tuh!" Goda Eric mendorong wajah Dania yang melekat pada bahu Bu Melati.


" Kakak! Apa sih! Jangan ganggu!" Protes Dania. Bu Melati memeluk kedua anaknya itu. Mengusap rambut mereka secara bersamaan.Mereka bergurau hingga larut malam.


*


*


Riki pergi entah kemana, hingga akhirnya dia duduk dipinggir jalan.


Riki termenung sendirian menenangkan dirinya. Langit mulai gelap segelap hati Riki yang hilang harapannya untuk meminang Dania.


Dani sedang mengantarkan barang dagangannya, melewati jalanan yang ramai itu. Tapi langkahnya terhenti.


" Eh, Riki?" Ucap Dani melihat Riki duduk ditepi jalan.


" Dug." Dani menepuk pundak Riki lirih, tapi Riki yang sedang fokus langsung tersentak.


" Eh maaf Ky. Kaget ya!" Ucap Dani menyesal. Riki sadar ternyata itu adalah Dani.


" Eh, Elo Dan, maaf gue reflek!" Ucap Riki kembali ke posisi duduknya.


" Elo ngapain disini?" Tanya Dani.


" Gue lagi frustasi!" Jawab Riki jujur.


Dani melihat ke sekeliling tak ada mobil Riki disekitarnya.


" Lo jalan kaki Ky?" Tanya Dani lagi.


" Iya! Mobilnya gue buang!" Jawab Riki seenaknya.


" He! Dibuang?" Tanya Dani dengan mulut ternganga.


" Iya! Gue tau pasti nyokap Gue taruh GPS di mobil gue!" Cebik Riki sengit.


Ketika Riki keluar dari gang perumahan Dania, dia melihat mobil Atmika mamanya sedang mengawasi di ujung gang. Atmika melambaikan tangannya agar Riki stop dan pulang kerumahnya.

__ADS_1


Tapi Riki kembali melajukan mobilnya kencang dan meninggalkannya dipinggir jalan, Ia kemari menggunakan taksi.


" Lo ada masalah?" Tanya Dani bisa melihat keputusasaan diwajah Riki yang kusut itu.


" Banyak!" Jawab Riki singkat tapi tak mengelak tentang permasalahannya yang rumit ini.


" Ayo kerumah Gue aja!" Ajak Dani.


Riki menatap sesaat, apakah ia mau ataukah tidak.


" Gak usah ragu! Ayo!" Ajak Dani lagi, Riki akhirnya mengikuti Dani berjalan menuju Rumahnya.


Mereka masuk ke sebuah rumah kecil itu, adik Dani Ratna sudah datang menyambut.


" Kakak udah pulang?" Tanyanya.


" Iya!" Jawab Dani menyerahkan box tempat dagangan pada Ratna.


Ratna melihat kearah Riki yang tertunduk lesu.


" Kakak! Siapa dia?" Tanya Ratna.


" Itu teman Kakak, namanya Kak Riki, kamu bisa bikinin Kopi?" Pinta Dani lembut.


" Bisa! Tunggu ya!" Ratna masuk kedalam membuatkan kopi untuk Dani dan Riki.


" Duduk Ky, maaf tempatnya jelek!" Ucap Dani, melihat Riki masih saja berdiri.


Riki duduk di kursi usang itu, tapi masih kokoh belum termakan rayap.


" Kamu ada masalah apa Ky?" Tanya Dani.


" Ini bakalan panjang, kamu yakin mau denger?" Tanya Riki, takut kisahnya akan membuat Dani bosan.


" Jadi gini.." Riki menceritakan semuanya,


" Ah, kamu masih berhubungan sama Dania? Hebat banget!" Ucap Dani justru tak menyangka Riki masih menjalani hubungan dengan orang yang sama dari masa SMA.


" Iya! Tapi sekarang udah berakhir!" Ucap Riki mengusap kasar wajahnya itu.


" Tenang Ky, kalo jodoh gak akan kemana! Kamu gak usah takut! Tapi emang kalo udah kaya dari lahir itu memang sombong ya!" Ucap Dani.


" Kok kamu ngomong gitu?" Tanya Riki ingin tahu alasannya.


" Ya, dulu waktu keluargaku masih kaya, aku selalu sombong dan seakan gak akan pernah jatuh kayak gini! Coba kamu lihat sama orang yang dari bawah dulu mereka bakal bisa hargain orang lain sih!" Pungkas Dani.


Riki memang tahu, jika keluarganya sudah kaya turun temurun.


" Ya, terserah apa katamu!" Ucap Riki pasrah, tak akan ada yang berubah nyatanya sekarang dia tetap berpisah dengan Dania.


*


Atmika mengikuti Riki, tapi mobil Riki berhenti dipinggir jalan Raya.


" Riki kok dari tadi gak jalan-jalan?" Ucapnya.


Atmika sudah menunggu selama tiga puluh menit, tapi tak ada pergerakan dari mobil Riki. Hingga akhirnya Atmika turun untuk melihat lebih dekat.


" Loh kok gak ada?" Ucap Atmika melihat mobil Riki kosong.


" Bu, itu mobilnya? Sayang amat punya mobil kok ditinggal gitu aja!" Celetuk bapak-bapak menggunakan topi dikepalanya, dilihat dari penampilannya dia seperti tukang parkir.


" Pak, yang bawa mobil ini mana ya?" Tanya Atmika.

__ADS_1


" Tadi pergi naik taksi Bu, ini mobil ibu bukan?" Tanya tukang parkir itu.


" Iya! Ini mobil anak saya Pak!" Jawab Atmika. Tukang parkir itu pergi ketika pemilik mobil telah datang.


Atmika mendapati ponselnya bergetar, dan melihat Choky mengirim sebuah foto.


" Ini kan!" Atmika membuka matanya lebar, Choky sedang Selfi di menara monumen nasional atau yang sering disebut Monas.


" Klunting!" Choky mengirim pesan lagi.


" Choky : Apa kau terkejut!"


" Atmika : kau sedang di Indonesia?"


" Choky: ya sayang! Im looking at you (aku mencarimu)!"


" Atmika : kau benar gila!"


" Choky: yes, IM crazy of you ( ya aku gila karena mu)!) Temui aku sekarang! Atau ku hancurkan rumah tanggamu!"


" Atmika : JANGAN! Baiklah kirim lokasimu sekarang aku akan kesana!"


" Choky: ( Share lokasi. )"


Atmika tahu hotel ini, dan cepat pergi kesana.


" Sial, kenapa Choky ke Indonesia?" Cebik Atmika, ternyata Choky sampai menyusulnya kesini.


Choky tak sabar, menghias kamarnya dengan banyak bunga, menabur wewangian yang harum.


"Tok, tok, tok,"


" Ah, itu pasti Atmika!" Choky bergegas membuka pintu.


" Kau puas sekarang!" Sapa Atmika ketus, melipat kedua tangannya.


" Masuk lah dulu, apa kau ingin ada yang melihat?" Tanya Choky merayu.


"Benar apa yang dikatakannya, bagaimana jika ada orang yang mengenaliku disini!" Atmika masuk kedalam kamar.


" Hey! Apa yang kau lakukan!" Sungut Atmika, kini badannya sedang tertindih badan kekar Choky, selang beberapa detik saja posisinya sudah tergeletak diatas tempat tidur.


" Emuach, i Miss you baby! So much! ( aku merindukanmu sayang, rindu sekali!)" Ucap Choky, tangannya mulai terampil membuka seluruh pakaian Atmika.


" Choky stop!" Ucap Atmika tak ingin melakukan ini, sekuat tenaga Atmika memberontak, mencoba melepaskan diri darinya.


" Kenapa kau berubah Atmika!" ujar Choky sedih,


Choky melihat Atmika menangis, dan membuatnya tak tega, melepaskan tangannya.


" Aku minta maaf!" Ucap Choky pada Atmika, mengusap rambutnya.


" Choky berhentilah!" Pinta Atmika.


" Aku tak bisa!" Jawab Choky.


" Aku ini istri orang! Dan juga memiliki anak aku tak bisa meninggalkan mereka!" Ucap Atmika, Choky terdiam.


" Choky kau laki-laki yang baik! Jangan seperti ini! Kembalilah! Semua sudah berakhir sekarang!" Ucap Atmika.


Atmika bangkit, dan meninggalkan kamar hotel itu. Choky hanya mampu melihat kepergian Atmika. Tapi matanya menyala.


" Aku tak akan pernah melepaskanmu Atmika!!" Ucap Choky penuh tekat.

__ADS_1


__ADS_2