
Riki melihat huruf yang dijadikan simbol bukan huruf R dan D, justru ditulis R dan L.
" Eh, iya yah! Nanti Mama ganti Ky, kamu sekarang tidur dulu ya, Istirahat!" Atmika menarik Riki agar cepat masuk kedalam kamarnya.
Atmika tahu jika ini tidaklah salah karena memang yang bertunangan adalah Riki dan Luna, bukan Dania.
Atmika membiarkan simbol itu tanpa menggantinya.
" Aku telvon Mas Anggoro dulu, dia kan belum tahu juga!" Ucap Atmika, tangannya mencari kontak Anggoro Suaminya itu.
Anggoro sedang duduk disamping Nani, untunglah Nani sudah siuman dan bisa diajak bicara.
" Ma, gimana masih ada yang sakit?" Tanya Anggoro.
" Kepala Mama masih pusing sedikit!" Jawab Nani dengan suara lirih.
Anggoro sekarang sudah berubah total semenjak melakukan terapi dan mengkonsumsi obat, sikapnya juga berubah menjadi lembut. Anggoro melihat ponselnya menyala tanpa nada dering yang berbunyi, segera melihat siapa yang menelepon.
" Anggoro: Hallo Atmika?"
" Atmika : Mas kemarin aku udah bilang mau bikin acara tunangan Riki sama Luna kan,aku udah sepakat untuk besok aja!" Ucap Atmika.
Anggoro semula duduk sampai berdiri, hingga sedikit membuat Nani terkejut.
" Anggoro : Eh! Apa! Besok? Apa gak terlalu buru-buru?" Tanya Anggoro.
" Atmika: Enggak Mas! Jadi aku minta maaf ya gak bisa ikut jaga Ibu di Rumah Sakit dulu!" Ucap Atmika meminta izin.
" Anggoro: Iya gak papa, semoga acaranya lancar!" Ucap Anggoro menutup teleponnya itu.
Malam mulai larut semua sedang beristirahat di kamar pribadinya. Riki tertidur pulas tanpa tahu jika Atmika telah berbohong padanya.
*
Sore harinya, saat acara akan berlangsung.
Luna dan keluarganya sedang bersiap menuju Rumah Riki, Ayahnya Dodi juga pulang dari Luar Negeri untuk melihat acara pertunangan anak semata wayangnya.
" Wah Anak Ayah cantik banget!" Puji Dodi melihat Luna menggunakan setelam kebaya.
" Iya dong Pa!" Jawab Luna percaya diri.
Mereka segera berangkat kerumah Riki karena jam menunjukkan pukul tiga, dan acaranya akan digelar satu jam lagi.
Lihat, siapa laki-laki yang sangat tampan itu menggunakan jas hitam dan rambut yang ditata rapi. Riki tak berhenti tersenyum menyapa tamu undangan yang datang.
Saat MC pembawa acara juga telah datang, tinggal menunggu pihak Wanita dan keluarganya.
Tibalah mobil Luna dan Keluarganya.
Riki masih belum sadar, sibuk berbincang dengan para Tamu. Hingga akhirnya MC segera membuka acara untuk memulai pertunangan ini.
__ADS_1
" Ehm, selamat sore! Saya selaku pembawa Acara ingin mengucapkan selamat untuk Bapak Riki Agung Wiguna dan pihak Wanita yang kini sudah hadir. Untuk pihak Wanita silahkan masuk!" Titah Pembawa Acara.
Luna masuk, melangkahkan kakinya menyilang anggun, tidak dipungkiri Luna memang sangat cantik, semua mata sedang menatapnya sekarang.
Tapi tidak untuk Riki yang sedang bingung.
" Loh kok Luna?" Tanya Riki.
Riki ingin turun dari panggung utama itu, tapi MC tak memberinya kesempatan. Justru Riki sengaja ditahan agar tak pergi dari tempat itu.
" Nah , Tanpa menunggu berlama-lama kita langsung mulai ke acara inti, yaitu tukar cincin!" Ucap MC itu lagi.
Riki menatap Atmika dengan mata yang nanar, antara bingung dan sedih ingin bertanya tapi Atmika malah berdiri jauh melewati beberapa orang.
"( Mama apa maksudnya ini!)" ucap Riki dibalik tatapannya itu.
Atmika sudah menangis terlebih dahulu, hari ini dia menjadi ibu yang paling jahat sedunia berbohong dan menyakiti hati putranya.
Luna tanpa merasa bersalah memakaikan cincin untuk Riki terlebih dahulu, dan saat sebaliknya Riki tak mampu, tangannya bergetar. Tapi Luna memang licik. Ia menggerakkan tangannya sendiri hingga akhir cincin itu masuk ke tangannya.
" Wah kita beri tepuk tangan yang meriah!" Ucap MC melihat keduanya telah selesai mamakai cincin.
" Prok prok prok."
Suara riuh dari tepuk tangan memenuhi segala ruang aula. Riki lesu, tapi tak bisa memberontak, seakan otaknya menjadi beku. Ingin melawan tapi semua seperti sudah diatur rapi.
Hal yang terlewatkan adalah ketika sesi pengungkapan perasaan antar pihak wanita dan Pria, tapi sesi itu seperti sengaja terlewatkan oleh MC yang memang sudah diatur oleh Atmika.
Riki kini baru menyadari semua kejanggalan yang terjadi.
Hingga acara berakhir, Luna pamit bersama keluarganya.
" Atmika kami pulang dulu! Untuk rencana Pernikahan tolong nanti jangan lupa kabari kami!" Ucap Rossi mencium pipi kanan dan kirinya.
"Brakkk."
Riki melempar segala gelas dan piring milik catering itu.
" Mama! Kenapa!" Isak Riki.
Atmika masih membatu, hanya isakan tangis yang menjawab pertanyaan Riki.
" Prankk, brakk,"
Riki masih saja melempar apapun yang bisa Ia lempar,
" Srakk!"
Atmika hanya melihat, entah berapa total kerugian yang akan Ia bayar. Atmika tahu harga itu tak sebanding dengan rasa kecewa yang Riki terima.
" Sekarang jelasin ke Riki kenapa semuanya kayak gini Ma!" Sentak Riki dengan suara yang bergetar tapi menyakitkan.
__ADS_1
" Maafkan Mama. Luna memang yang terbaik untukmu Riki!" Jawab Atmika tanpa menoleh.
" Kenapa? Riki maunya sama Dania Ma, kenapa sekarang jadi Luna?" Tanya Riki berulang.
" Karena Dania gak seimbang sama Kita Ky, dan Luna yang pantas!" Ucap Atmika beralasan, padahal Atmika tahu jika Dania yang tepat untuk Riki.
" Ahh, omong kosong sama kata seimbang! Kenapa Mama gak selingkuh kayak Papa! BIAR SEIMBANG SEKALIAN!!"
" BRAKKK."
Riki menutup pintu keras, dan pergi.
" Riki kamu mau Kemana?" Tanya Atmika melihat Riki keluar.
"Riki! Berhenti!" Ucap Atmika melarang Riki pergi, Atmika bisa menebak Riki pasti kerumah Dania sekarang.
" Hiks hiks, kenapa Mama jahat banget! Dan kenapa aku langsung percaya!" Sesal Riki melajukan mobilnya menuju kerumah Dania.
Tapi saat ditengah perjalanan Riki melihat Eric sedang berbelanja dengan Dion.
Riki menepi dan berhenti, Disana juga ada Dania.
" Jadi kamu udah lupain aku Dan!" Ucap Riki sendu.
Riki keluar dari mobil berencana menghampiri Dania disana.
" Dania!" Panggil Riki.
Dania menoleh, melihat tampilan Riki yang sangat berantakan itu.
" Riki?" Ucapnya.
Riki berjalan dengan terhuyung tak terarah, bahkan tak perduli menyebrang jalan tanpa melihat kondisi jalanan.
" Riki! Awas!" Ujar Dania.
Dania berlari membantu Riki berjalan, Riki memandang wajah ayu itu dengan tatapan sedih. Atmika mengikuti Riki, dan melihat putranya ditengah jalan, tapi lega saat Dania mau membantunya.
" Kamu kenapa?" Tanya Dania dengan perasaan iba.
" Kenapa kamu gak bilang?" Isak Riki.
Percakapan mereka berhenti karena Atmika memanggil Riki.
"Riki!!" Ucap Atmika. Riki menoleh sinis, menepis tangan Atmika kasar.
" Ayo pulang!" Ajak Atmika menarik tangannya.
" Dania kenapa kamu tega?" Tanya Riki tak tahu jika Ibunya yang berulah.
Mulut Eric mulai gatal, ia sampai ikut turun di jalan, melihat Riki sangat terluka dan seperti menyalahkan Dania.
__ADS_1
" Riki! Udah jangan ganggu Dania, bilang sama Mama mu yang kaya ini. Dia yang datang dan putusin hubungan kalian, bukan Dania! Jadi silahkan rundingan sama Mama mu. Dania ayo pulang!" Ucap Eric menarik tangan Dania. Tak ingin adiknya ikut campur dalam urusan pribadi keluarga orang lain. Apalagi Mereka yang telah menghina keluarganya.
" Jadi ini semua ulah Mama?"