Seimbang

Seimbang
Bab 24. Kepergian Atmika dari rumah!


__ADS_3

Sekuat hati Atmika untuk menahan air matanya, berlari menuju garasi. Tapi Atmika hanyalah manusia biasa yang memiliki batas kesabaran. Air mata jatuh membasahi pipinya.


Atmika pergi menggunakan mobilnya sendiri. Sesaat Dia berhenti di sebuah jalan, mengambil ponsel untuk memesan tiket pesawat.


"Berhasil."


Layar notifikasi pemesanan telah Atmika lakukan. Dan segera tancap gas menuju Bandara.


Atmika menghubungi Rossi untuk menitipkan mobilnya itu. Atmika langsung menekan kontak Rossi dari ponselnya.


" Rossi : Hallo Atmika." Sapa Rossi.


" Atmika : Rossi! Aku sedang menuju Bandara. Bisakah Kau ambil mobilku disana? Kunci dan suratnya akan Ku titipkan pada petugas parkir."


Rossi yang masih belum sadar agak memutar otaknya, mencerna ucapan Atmika.


" Rossi : Sebentar! Jangan bilang Kau sedang ribut lagi dengan Anggoro? "


Barulah Rossi sadar, Atmika akan kembali pergi traveling setelah beberapa tahun vakum.


" Atmika : Kau memang sahabatku Rossi! Kau mudah peka. Hiks. "


Rossi mendengar Atmika menangis merasa tak tega.


" Rossi : Kau tak perlu pergi! Tinggalah dirumahku saja Atmika! "


" Atmika : Tidak! Aku ingin pergi menenangkan hatiku. Hanya dengan pergi jauh hatiku merasa lebih baik Rossi. "


Rossi tampak mengehela nafas pendek dan mulai pasrah dengan keputusan Atmika yang sudah bulat itu.


" Rossi : Baiklah! Nanti Aku ambil mobilmu bersama Luna. Kau hati-hati jika terjadi sesuatu jangan sungkan hubungi Aku ya! "


" Atmika : Terimakasih Rossi. Aku pergi dulu! "


" Nut. "


Rossi adalah sahabat Atmika dari SMA. Mereka juga memiliki hobby yang sama yaitu traveling ke berbagai Negara. Rossi sudah berhenti dari kegiatan itu setelah menikah, sedangkan Atmika masih aktif melakoni kegiatan itu. Rossi tahu jika Atmika memang melakukan hobby itu untuk mengobati luka dihatinya.


Rossi ingat bagaimana Atmika dan Anggoro bisa sampai menikah.


*Flashback pertemuan Atmika dengan Anggoro*


Atmika adalah seorang gadis lugu yang tak pernah bertingkah macam macam. Saat itu sedang depresi karena putus cinta.


Atmika datang ke sebuah club malam. Duduk sendirian didepan meja bartender.


Berbeda dengan Atmika, Anggoro adalah Laki laki nakal yang hobby sekali datang ke club malam mencari mangsa atau sekedar mencicipi Gadis belia. Saat itu Anggoro melihat Atmika sedang duduk sendiri datang mendekati Atmika.


" Hey! Sendirian aja nih!" Sapa Anggoro.

__ADS_1


" Hemh." Atmika menoleh meskipun tatapnya mulai kabur karena banyak meminum alkohol.


" Siapa? " Tanya Atmika.


" Aku Anggoro! Kamu? "


Belum juga menjawab Atmika justru terjatuh karena tak bisa menahan tubuhnya yang sedang mabuk berat. Namanya saja buaya. Anggoro melihat ada peluang justru membawa Atmika ke sebuah hotel di dekat club.


Sebenarnya Anggoro tak mengira jika Atmika bukanlah Seorang gadis nakal.


Melepas semua baju Atmika hingga tak bersisa.


Setelah kejadian itu barulah Atmika sadar jika Anggoro telah menidurinya semalam. Atmika tak bersuara hanya tangisannya saja yang terdengar.


" Maaf! Aku kira kamu wanita seperti itu? " Ucap Anggoro merasa bersalah.


" Gak papa! " Setelah kembali menggunakan bajunya Atmika pergi tanpa kata meninggalkan Anggoro di kamar hotel. Kamar yang menjadi saksi atas kejadian panas mereka berdua.


Sejujurnya Anggoro mulai jatuh hati, permainannya dengan Atmika tak mudah untuk dilupakan. Walaupun hanya cinta semalam Anggoro terus saja memikirkan Atmika. Anggoro sering datang ke club berharap bisa bertemu kemana dengannya. Sayangnya Atmika seperti ditelan bumi tak pernah bisa ditemukan lagi oleh Anggoro.


Seperti sudah menjadi Takdir Tuhan, ternyata Orang tua Atmika dan Anggoro saling mengenal dan bersahabat. Mereka juga berniat akan menjodohkan Atmika dengan Anggoro.


Tentu saja Anggoro menerima, bagaimana tidak! Atmika gadis yang selalu Dia cari kini ada didepan matanya. Atmika hanya tertunduk, ingin menolak tetapi tak bisa. Karena ada janin di dalam rahimnya itu. Kejadian dengan Anggoro sukses membuatnya hamil dan akhirnya Mereka menikah dan lahir lah Riki Agung Wiguna.


Sayangnya Anggoro tak pernah puas dengan satu wanita, Dia selalu berulah bermain api dibelakang Atmika.


" Siapa Ma? " Tanya Luna.


Luna duduk disofa berwarna hitam itu dan menunggu jawaban Mamanya.


" Tante Atmika, minta tolong buat ambil mobilnya di Bandara Sayang! "


Luna terperangah dan bertanya lagi.


" Ke Bandara? Kenapa? "


" Mungkin Anggoro selingkuh lagi! " Jawab Rossi.


" Jadi Papanya Riki suka selingkuh? "


" Iya Sayang. Kasihan sekali Atmika."


Alih alih merasa iba dengan Atmika justru Luna tersenyum. Luna merasa semakin mempunyai jalan ketika mendengar Anggoro senang berselingkuh. Luna berfikir bisa saja Riki menuruni watak sang Papa. Dan tekadnya untuk merebut Riki semakin bulat.


" Sayang? " Rossi memanggil Luna karena gadis itu mulai melamun sekarang.


" Ya! Kenapa Ma?" Tanya Luna yang sadar ketika Rossi memanggilnya.


" Ayo, kita ke Bandara sekarang! "

__ADS_1


Luna dan Rossi pergi ke Bandara. Mereka akan mengambil titipan Atmika disana.


*


Siska masih bersembunyi di kamar tamu jika Sang Kakak sedang bersitegang dengan suaminya. Siska tak mau ikut campur ataupun membela Sang Kakak. Baginya bisa bahaya jika Ia membela Atmika. Rumah ini adalah milik Anggoro, Siska takut akan diusir dari rumah jika membela Atmika. Sungguh Adik yang durhaka tak mau menolong saat Kakaknya merasa kesulitan.


Siska membuka ponsel yang berbunyi..


Melihat ada notifikasi dari Atmika.


" ( Atmika : Tolong jaga Riki! Kakak mau cari hiburan dulu, dan jaga sikapmu selama Aku tak ada dirumah!!! ). "


" Cih kalau pergi ya tinggal pergi gak usah cerewet." Siska tak membalas pesan itu dan melemparkan ponselnya di atas tempat tidur.


Siska merebahkan badannya dengan tawa yang puas.


" Hahaha. Yes! Sekarang Aku jadi Nyonya dirumah ini! Paling Kak Anggoro akan pergi juga bersama selingkuhanya. Dan si bocah tengik itu juga akan pergi! Uang bulanan tentu saja akan masuk kedalam kantongku. Hahaha. Ahh enaknya jadi orang kaya tanpa usaha. " Ucap Siska bangga. Tak perduli jika sedang ada masalah yang Ia pikirkan hanya kesenangannya sendiri.


Suasana malam yang dingin dan gelap. Riki mulai khawatir dengan keadaan Mamanya itu, berusaha untuk menghubungi tetapi tak juga menyambung. Karena posisi Atmika ada didalam pesawat.


" Mama! Kenapa tinggalin Riki lagi sih?" Guman Riki, duduk ditepi tempat tidur menatap foto sang Mama.


Riki semakin benci dengan Anggoro ingin rasanya Ia musnahkan pembuat onar itu.


" Aku harus kasih pelajaran! "


Ucap Riki keluar dari kamar mencari Anggoro.


Riki membuka pintu kamar dengan kasar. Matanya mencari keberadaan sang Papa. Saat semua kamar kosong, Riki tak berhasil menemukan Anggoro.


" Cih, kemana lagi Dia? " Decis Riki kecewa.


Anggoro sedang pergi menyusul Atmika. Sudah mencari keberbagai tempat tapi tak juga berjumpa.


Anggoro malah melihat Angel sedang berdiri dipinggir jalan menjajakan diri. Bukannya melanjutkan pencariannya, justru Anggoro malah tertarik untuk menggoda Angel.


" Loh Om?" Angel kaget melihat kaca mobil terbuka, Anggoro di dalam mobil.


" Halo Sayang! Lama gak ketemu! "


Sapa Anggoro melihat lekuk tubuh Angel semakin aduhai.


" Om ngapain kesini? Nanti Istrinya marah loh? "


" Eh biarin aja sih. Kangen nih! Yuk!" Anggoro mulai bertingkah genit mengajak Angel untuk check in.


Angel sebenarnya malas jika harus meladeni Anggoro. Hanya saja Angel sudah selama satu jam tapi belum juga menemukan pelanggan.


"Oke deh! " Melihat ada peluang dan uang yang banyak Angel masuk kedalam mobil dan menuju hotel bersama Anggoro.

__ADS_1


__ADS_2