Seimbang

Seimbang
Bab 53. Hati yang layu 2


__ADS_3

Dion masih sabar, bahkan tangannya tak lepas memeluk Dania. Waktu istirahat sebentar lagi selesai. Tapi Dion masih ingin menikmati ini lebih lama.


Kapan lagi Dion bisa memeluk wanita yang masih Ia cintai sampai saat ini.


"Sudah tenang?" Tanya Dion ketika akhirnya Dania melepaskan pelukan itu.


" Terimakasih Pak!" Ucap Dania canggung.


" Dania, jangan panggil aku Pak, itu membuatku merasa sedih! Panggil aku Dion!" Ucap Dion.


" Tidak bisa! Bagaimanapun Bapak adalah Atasan Saya!" Kekeh Dania menolak. Dania tak ingin memberi harapan pada seseorang yang tak ada lagi dihatinya kini.


Dion tahu takkan mudah membuat Dania berubah, tapi Dion masih sabar mencobanya.


" Baiklah. Terserah Kau saja! Dania perihal lamaranku tadi masih berlaku untukmu. Kau bisa memikirkannya dulu. Jangan khawatir aku akan sabar menunggu!" Ucap Dion.


Dania tersenyum, dalam satu hari dia mendapatkan lamaran dan juga penolakan. Ingin senang, tapi juga sedih.


" Kenapa Kak, itu udah lama?" Tanya Dania ingin tahu alasan Dion lebih jelasnya. Dion sudah sukses sekarang! Bukankah banyak wanita yang ingin dekat dengannya juga. Wajahnya juga tampan, uang yang Ia miliki sudah tak terhitung lagi.


" Aku juga gak tahu! Padahal Waktu kuliah banyak yang deketin aku. Dari orang asing, orang satu Negara tapi gak ada yang bisa membuka hatiku Dan, cuma kamu yang bisa isi Dan, aku udah coba tapi gak ada hasilnya." Dion kini berani menggenggam tangan Dania.


Dania ingin menepis, tapi tak bisa karena Dia tahu Dion sangat tulus. Meskipun sudah tak ada Dion lagi dihatinya kini.


" Sa--ya! "


" Ststst." Dion menutup bibirnya dengan telunjuk tangannya.


" Kan sudah kubilang, jangan buru-buru. Pikirkan baik-baik Dan, Udah ya! sekarang kita balik ke Kantor!" Dion mengulurkan tangannya, awalnya Dania ragu. Tapi Dania sadar tepat hari ini dirinya menyandang status single.


Dania menerima uluran tangan itu.


" Terimakasih Dania!"


Mereka keluar dari Restoran bergandengan tangan. Dania jutsru melirik ke segala arah, tapi Dion percaya diri. Mereka kembali ke Kantor.


Berjalan kaki berdua mengingat Dion pada kenangan lama.


" Dan?"


" Hem?" Jawab Dania singkat.


" Dulu, setiap hari kita sering jalan kaki kayak gini ya!" Ucap Dion.


" Iya Pak!" Jawabnya singkat lagi.


Dania sadar sebentar lagi sampai di Kantor, dan melepaskan tangannya.


" Pak, maaf saya gak mau dibilang cewek gak bener! Terimakasih udah mau bantu Saya!"


Dania berjalan lebih dulu sendiri, dan Dion hanya tersenyum.


" Tunggu Aku Dania, kau akan jatuh ke pelukanku lagi!" Ucap Dion.

__ADS_1


*


Riki jelas hafal dengan mobil yang terparkir didepanya ini.


" Ini kan mobil rumah!" Ucap Riki.


Dari arah sana, datanglah Atmika berjalan.


" Itu kan Riki, aduh! Gimana ini?" Atmika merasa bingung sekarang, bagaimana jika Riki menemui Dania, maka semua rencananya akan gagal. Untungnya Riki dan Atmika tertutup badan mobil yang besar. Jadi Dania tak tahu jika ada Riki disini.


" Riki! Kamu ngapain disini?" Tanya Atmika. Riki merasa seharusnya dia lah yang bertanya seperti itu sekarang.


" Mau ketemu Dania lah Ma, Mama sendiri ngapain disini?" Tanya Riki,


Atmika menarik tangan putranya itu, sejurus kemudian mengatur strategi di otaknya. Tapi Riki justru memikirkan hal lain


" Ah, pasti Mama ketemu sama Dania buat ucapin maaf dari Nenek ya!" Ucap Riki.


Atmika terperangah, Ia tak menjawab dan mengganti topik lain.


" Bagaimana sekarang? Riki mau cari baju untuk acara pertunanganmu?" Tawar Atmika.


" Serius Ma?" Ucap Riki tak percaya.


" Iya dong. Ayo!"


Atmika mendorong badan Riki masuk kedalam mobil. " Nah, ikuti Mama ya!"


Riki hanya menurut, bersiap untuk mengikuti mobil Atmika dari belakang.


" Riki, maafkan Mama. Mama harus melakukan ini padamu!"


Atmika melirik kaca spion mobil, Riki masih mengikutinya dibelakang.


Atmika akan berbohong, jika Pertunangannya ini dengan Dania, padahal bukan. Atmika akan mengatur rencana pertunangan itu secara cepat, Luna sebagai tokoh wanita tapi sebelum itu Atmika harus berpura-pura jika yang bertunangan adalah Dania.


" Ini Ma?" Tanya Riki


Kini Mereka berdiri di sebuah Butik ternama, ada beberapa contoh baju yang sudah dipasang.


" Ayo masuk!" Ajak Atmika mendorong Riki, sesampainya didalam toko.


Mereka sudah disapa. Dan dipersilahkan duduk.


Riki sibuk melihat katalog buku yang isinya beberapa contoh.


Atmika melirik wajah Bahagia Riki. Tapi tak ada pilihan lagi sekarang. Atmika justru tertunduk tak bersemangat.


Mereka masih sibuk memilih baju yang cocok disana.


*


*

__ADS_1


Suasana panas akibat Air Conditioner yang rusak, membuat Eric harus bisa menahan rasa panas ini.


" Untung beli es teh tadi!" Erik masih menggenggam cup es teh besar dan sesekali meminumnya.


Saat sedang sibuk dengan cuaca panas, Ia melihat ada kartu undangan pernikahan diatas meja.


" Eh siapa yang nikah?"


Eric penasaran dan membuka kartu undangan itu. Betapa terkejutnya saat membaca nama mempelai wanita yang tercantum.


" Nila? Ah jadi dia langsung menikah?" Ucap Eric cuek.


Eric sudah tahu kejadiannya akan seperti ini. Nila tanpa memutuskan hubungan mereka dan langsung menikah dengan orang lain.


" Yah! Oke Nil! Gue sih bodo amat!"


" Brakk."


Eric membuang undangan itu ke tempat sampah. Tapi Ia tak mau diam saja.


" Eh, tadi tanggal berapa?"


Eric kembali memungut undang itu.


" Haha, okey, gue bakal ajak Lina buat kesana! Tunggu aja Lin, Gue bakalan buktiin gue juga bisa move on dari Lo!" Erick mengangkat kedua kakinya diatas meja. Tak ingin membuang waktu untuk memikirkan wanita matre macam Nila.


*


*


Riki dan Atmika sudah memutuskan baju yang akan dipesan. Mereka akan membayar ke kasir.


" Kak, tolong ini mau kami pakai besok ya!" Ucap Atmika.


" What! Besok Ma? Serius?" Tanya Riki tak percaya.


" Iya sayang! Lebih cepat lebih baik kan?" Ucap Atmika.


Atmika memang mempercepat acara pertunangan agar Riki tak terlalu curiga, Riki hanya mangut-mangut tanpa curiga pada Mamanya. Akhirnya Mereka membayar sejumlah uang pesanan, cukup banyak yang Mereka keluarkan karena Atmika ingin membuat baju kilat itu.


" Kamu balik ke Kantor kan Ky?" Tanya Atmika, memastikan Riki tak datang ke Kantor Dania.


" Iya Ma, lagian Mama tadi kan udah ketemu sama Dania. Riki kerja dulu ya Ma. Mama hati-hati."


" Emuacchh."


Riki mencium pipi Atmika dan kembali ke Kantor.


" Hiks, hiks. Ya ampun Ky, Mama kok jahat banget sama Kamu!" Atmika menangis merasa bersalah pada putranya itu.


Atmika berjalan, menuju mobilnya, dengan derai air mata di pipinya.


" Hiks, aku sekarang mau ngapain ya?" Ucap Atmika bertanya pada dirinya di sendiri. Barulah Ia ingat untuk datang kerumah Rossi dan memberikan kabar pertunangan ini padanya.

__ADS_1


" Ah, aku berangkat sekarang aja! Keburu sore."


Atmika bergegas menuju Rumah Rossi.


__ADS_2