Seimbang

Seimbang
Bab 52. Hati yang layu!


__ADS_3

Choky merasa tak sabar, hatinya mendorong rasa ingin tahu, akhirnya menghubungi Atmika.


Padahal dulu Atmika pernah berpesan jangan pernah mengirim pesan atau menelepon jika bukan Dia yang menghubungi lebih dulu.


Atmika belum sempat menyelesaikan masalahnya ini, dan sekarang timbul masalah baru.


Ponselnya bergetar dan lihat Choky sedang menghubunginya sekarang.


" Eh, Astaga!" Ucap Atmika, Anggoro mendengar nada dari ponsel istrinya berdering, tapi mengapa Atmika tak kunjung mengangkat telepon itu.


" Sayang, hpmu bunyi?" Ucap Anggoro.


Atmika gugup, tapi sepertinya Ia harus segera menerima telepon itu sebelum Anggoro benar-benar curiga.


Atmika berjalan menjauh, dan menggeser icon warna hijau. Sesekali melihat ke belakang apakah Anggoro mengikutinya atau tidak,. setelah dirasa aman barulah Ia mengangkat telepon itu.


" Atmika : Choky, sudah kubilang jangan menghubungi jika bukan aku dulu yang menghubungi mu!" Sentak Atmika karena Choky tak mengindahkan ucapannya.


" Choky : im sorry honey, i Miss you! ( Maakan aku sayang, aku merindukan mu!) Kapan kamu kesini, dan bagaimana apakah perceraianmu berjalan lancar?"


"Deg."


Atmika menepuk dahinya lagi, jujur saja bahkan dia bahkan sudah melupakan Choky disana. Atmika kini harus jujur mengatakan semuanya, tak ada lagi perceraian dan Ia harus memutuskan hubungan ini dengan Choky sekarang.


" Atmika: Choky Im sorry, i can't! ( Maafkan aku, aku tak bisa) Aku gak jadi bercerai dengan Anggoro. Dia memiliki kelainan hiperseks dan aku akan membantunya. Jadi mulai sekarang hubungan kita berakhir!"


"Nut."


Choky terdiam dan seketika melempar ponselnya ke lantai.


" Argh. Damn! Coba saja kemarin kau tak kembali, mungkin saja saat ini aku masih memelukmu Atmika!"


Choky memang sudah cinta berat pada istri orang itu, baginya tidak ada lagi yang bisa mengisi hatinya kecuali Atmika seorang.


" Aku akan merebutmu kembali! Kau tak boleh pergi dariku!"


Choky langsung mengemasi baju kedalam kopernya.


Dia akan menyusul Atmika, entah rencana apa yang akan Choky lakukan. Semoga Atmika bisa menyelesaikan ini.


Atmika kembali ke tempat semula, duduk disebelah Anggoro.


Anggoro memeluk tubuh Atmika lembut,


" Sayang! Kau pasti lelah. Pulanglah!" Ucap Anggoro.


Atmika memang lelah, tapi Ia masih harus menemui Dania untuk memutuskan hubungan Riki dengannya. Atmika berencana untuk mendatangi Dania langsung ke Kantor tempat dimana Dia bekerja, dimana lagi kalo bukan Perusahaan Baskoro.


" Aku pulang ambil baju dulu ya Mas, beneran gak papa mas sendiri?" Tanya Atmika.


" Iya sayang! Hati-hati dijalan! Emuacchh."


Anggoro mengecup bibir Atmika mesra, dan Atmika pergi.


Atmika menggunakan mobilnya menuju Perusahaan Baskoro, masih satu jam lagi waktu jam makan siang.


*


*

__ADS_1


Semenjak mendapatkan lamaran secara mendadak, Dania enggan keluar dari ruang kerjanya, Ia menghindari berpapasan dengan Dion.


" Satu jam kok lama banget sih!" Keluh Dania, merasa hari ini waktu lambat berjalan, semua terjadi karena rasa canggung pada Dion.


Dania juga tak menjawab lamaran Dion,


" Tadi kenapa gak aku tolak aja sih!" Ucapnya menyalahkan diri sendiri.


Bu Tina tak bisa fokus berkerja, sedari tadi Dion hanya mengganggu konsentrasinya.


" Dion! Kakak heran ya! Kamu kok bisa sih lulus sarjana di Luar Negeri. Padahal seharian aja kamu gak ngapa-ngapain! Ini lagi malah mondar mandir aja. Kerjaanmu udah selesai?" Cerca Tina.


" Hehe, apa sih Kak. Aku berjuang selama 11tahun loh! Masak gak boleh istirahat!" Ucap Dion membela diri.


"Cih, istirahat ya sehari aja, semenjak kamu ada di Indonesia kamu belum kerja yang serius loh, malah sibuk nungguin mantan lagi!" Ketus Tina melihat Dion seperti tak memiliki kegiatan lain selain mengekori Dania.


" Aku harus yakin dulu Kak, kalo emang udah gak bisa baru mundur!" Ucap Dion.


Tina tak ingin berdebat lebih dari ini, memilih diam dan memandang sinis wajah Dion, dan Dion hanya meringis tanpa merasa bersalah. Tina tak ingin membuat Dion terluka, jika memang hal itu lah yang ingin Dia lakukan.


*


*


Perusahaan Baskoro mulai tampak, gedung bertingkat itu memang terlihat gagah, Atmika menunggu diluar, Ia akan melihat Dania keluar dari Kantor.


Dania dan Lina bersiap mencari makan siang, dan Atmika langsung mengenali wajah Dania, meskipun mereka baru bertemu satu kali.


" Dania!" Panggil Atmika.


Dania menoleh, melihat sosok wanita memakai kacamata hitam. Dania melihat dengan jeli sekali lagi.


" Siapa Dan?" Tanya Lina.


Barulah saat Atmika membuka kacamatanya, Dania mengetahui jika itu memanglah Ibunya Riki.


" Tante!" Ucap Dania.


Dania langsung menyalami, tangan Atmika, tapi Atmika balas dengan ciuman pipi kiri dan kanan.


" Oh! Aku cari makan sendiri aja ya Dan, bye." Lina sadar diri, tanpa diperintah Lina langsung pergi.


" Mau makan siang sama Tante gak!" Ucap Atmika.


" Mau Tante!" Jawab Dania cepat.


Mereka berjalan dan masuk ke Sebuah Restoran seafood.


Dania dengan sigap menarik kursi untuk Atmika.


"( Ya Tuhan! Gadis ini benar-benar baik.. maafkan Tante nak)" guman Atmika dalam hati.


Dania membuka buku menu, dan Atmika juga sama.


Datanglah Waiters untuk mencatat pesanan Mereka dan pergi untuk menyiapkan menu.


Wajah Dania terus saja tersenyum, membuat Atmika semakin tak tega.


" Dania! " Ucap Atmika. Meskipun tahu berat sekali mulutnya untuk mengatakan hal ini, tapi jika nanti pun Dania akan tetap sakit hati, jadi buat apa menunda terlalu lama.

__ADS_1


" Ya Tante!" Jawab Dania.


" Tujuan Tante menemuimu kesini adalah.."


Kalimat Atmika terpotong karena waiters datang membawa pesanan.


" Permisi ini pesanannya!" Ucapnya.


Lagi-lagi dengan cekatan Dania mengambilkan piring untuk Atmika, melayaninya dengan tulus.


" Dania stop!" Ucap Atmika tak ingin Dania berbuat baik padanya. Atmika semakin merasa bersalah nanti.


" Em.iya Tante maaf!" Ucap Dania terkejut dan meletakkan piring kembali. Atmika melanjutkan ucapannya yang terpotong.


" Dania maaf! Mulai hari ini kamu harus jauhi Riki! besok Tante akan jodohkan Riki dengan Luna. Bahkan Tante sudah mempersiapkan acara pertunangan untuk mereka berdua." Ucap Atmika.


Wajah ceria Dania berubah! Matanya kini berkaca-kaca. Dania memang sedang berjuang agar air mata itu tak keluar dari tempatnya. Sebisa mungkin Atmika mengatur intonasi bicaranya agar tak terkesan memarahi Dania. Meskipun itu tetap menyakitkan.


" Maaf Dania! mulai sekarang kamu harus lupain Riki. Kita tidak seimbang! Kamu gadis yang baik semoga mendapatkan laki-laki yang baik pula! Tante pergi dulu!" Atmika bangkit dan sebelumnya membayar makanan yang belum sama sekali Ia sentuh.


Dania kini tak bisa menahan air matanya itu dan.


" Hiks hiks hiks"


Dania menangis, hancur harapannya untuk meneruskan hubungannya dengan Riki, Atmika menjadi alasan terakhir untuk menjadi kuat kini juga menentang hubungan Mereka.


Dari kaca luar Atmika melihat Dania sedang menangis, meskipun dirinya juga ikut menangis karena menyakiti gadis baik seperti Dania.


*Beberapa menit yang lalu*


Saat Dion juga berencana mencari makan siang.


Dion tahu Dania pergi dengan seseorang mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuan Dania.


Dion mengambil koran dan membacanya padahal telinganya sedang bersiaga mendengarkan semuanya.


" Ah, jadi mereka tak dapat restu? Ya begitulah jika sudah kaya dari lahir, Mereka akan sombong dan mudah merendahkan orang lain." Ucap Dion.


Melihat Atmika sudah pergi, Dion langsung mendekati Dania,


" Dania, are you okay?" Tanya Dion.


Dania tak menjawab, ia masih meremas tisu makan itu. Hancur! Sama seperti kondisi hatinya saat ini.


" Hiks hiks hiks."


Dion langsung memeluk Dania, kini Dania hanya menerima kehangatan dari Dion, tumpah! saat Dion juga mengusap lembut rambutnya. Seakan memberi titah untuk menangis sepuasnya.


" Dania, jika kau bersamaku! Aku akan membuatmu lebih bahagia!" Ucap Dion lagi.


Dania semakin merasa malu, karena Dion ternyata mendengar pembicaraannya dengan Atmika


" Aku menyedihkan ya?" Isak Dania.


" Tidak! Kau lucu dan imut." Ucap Dion tak terima dengan sebutan itu.


Mereka masih duduk disana, Dion memang sedih atas hal yang menimpa mantan kekasihnya, tapi Ia juga senang akhirnya ada cara membuat Dania kembali padanya.


Riki sepulang dari Kantor Polisi, berencana untuk menemui Dania, tapi Ia sesuatu dari matanya.

__ADS_1


" Loh itu kan!"


To be continued...


__ADS_2