
deg
Perasaan Tommy tiba-tiba menjadi gelisah mendengar perkataan Alenka, merebut Alenka dengan cara licik membuat Tommy takut kalau sampai Alenka tau dia akan meninggalkan Tommy dan kembali bersama Dean.
" Gak apa ya mas aku kerja di sana? jangan suruh aku berhenti karena aku butuh pekerjaan ini, apalagi gaji di sana cukup besar, aku juga harus biayai kuliah Alluna." ucap Alenka dengan tatapan sendu.
Tommy yang tak tega hanya bisa menghela napas pelan, sebenarnya ia ingin Alenka bekerja di kantornya tapi itu tak mungkin ia lakukan mengingat orang tuanya tak menyukai Alenka, sedangkan meminta Alenka berdiam diri dirumah dan Tommy yang membiayai semuanya pun Alenka bersikeras menolak bantuan sang kekasih.
" Kamu tenang aja ya, selama kamu bisa bersikap profesional mas gak akan larang kok. " Tommy berkata sambil tersenyum kemudian menarik sang kekasih ke dalam pelukannya. dia berusaha bersikap tenang di depan Alenka walaupun sebenarnya hatinya kacau mendengar perkataan Alenka.
" Pernikahan kita gimana? Apa mama mau menerima aku, mas? " inilah yang Alenka takutkan sejak awal, Tommy pria baik di matanya dan selalu ada saat Alenka sedang mengalami masa sulit, tapi orang tua Tommy menentang hubungan mereka bahkan saat Tommy masih menjadi teman dekat Alenka saja orang tuanya melarang Tommy berteman dengannya karena orang tua Alenka bangkrut dan tak punya apa-apa. Orang tua Tommy takut kalau putra mereka hanya dimanfaatkan oleh Alenka.
Tommy berusaha keras meyakinkan orang tuanya bahwa Alenka dan keluarganya tak seburuk yang orang tuanya pikirkan, tapi orang tua Tommy tetap pada pendirian nya untuk menentang hubungan mereka, ia menjalin hubungan tanpa restu dengan Alenka sehingga sulit sekali untuk Tommy menikahi Alenka secepatnya.
Terlebih lagi sekarang apa lagi mendengar kekasihnya bekerja bersama Dean tentu Tommy khawatir kehadiran pria itu menggoyahkan hati Alenka, Apalagi tak mudah untuknya mendapatkan Alenka bukan hanya karena Alenka tau orang tua Tommy tak menyukainya tapi juga karena wanita itu tak ingin membuka hatinya karena ia sangat mencintai Dean cinta pertamanya.
__ADS_1
"Kalo kita menikah tanpa restu mama aja gimana? seenggaknya Kalau kita udah menikah mau gak mau mama harus terima kamu, Len. Lagi pula kalau menunggu restu mama hubungan kita gak akan ada ujung nya."
" Kalau mama malah semakin membenci aku gimana? aku gak bisa menikah dengan kamu kalau restu belum kita dapatkan. " Alenka tak mungkin menjadi penghancur hubungan antara ibu dan anak, lebih baik ia mengalah dari pada harus melihat Tommy melawan ibunya sendiri pikir Alenka.
" Percaya sama aku ya. Kali ini aja aku mohon mau ya nikah sama aku setelah itu kita minta restu sama mama. " ucap Tommy memohon. Setelah bertahun-tahun tak mungkin Tommy melepaskan Alenka begitu saja, bahkan sebelum Dean jatuh hati pada Alenka, Tommy lah yang lebih dulu menyukainya tapi sayang saat itu nasibnya tak beruntung, Dean bergerak lebih cepat,sehingga Tommy hanya bisa memendam perasaannya saat Alenka dan Dean resmi berpacaran.
Alenka menghela napas pelan, berat rasanya menikah tanpa restu walaupun melihat Tommy terus memohon membuatnya tak tega tapi mau bagaimana lagi tekadnya sudah bulat, ia tak akan menikah kalau tanpa restu, lebih baik ia mengakhiri hubungannya dari pada menikah diam-diam, pikir Alenka.
" Kita bicarakan ini lagi nanti ya, aku lelah mas mau istirahat, kamu juga baru sampai kan? lebih baik kamu istirahat nanti kita pikirkan lagi masalah ini. "
" Yaudah, aku pulang ya. Sampaikan salam ku pada ayah dan Alluna. " setelah berpamitan Tommy pulang dengan perasaan gelisah dan kecewa. Tadinya Tommy berpikir kalau Alenka sudah sah menjadi istrinya Dean tak akan mampu merebutnya dan Alenka pun tak akan mudah goyah, pikir Tommy. Tapi sayang tak semudah itu meyakinkan Alenka untuk menikah dengannya.
...----------------...
"Al, jangan lupa besok siang kita berangkat ke Bali dan siapkan berkas yang harus di bawa besok." ucap Dean mengingatkan kembali Alenka agar asistennya bersiap dan tak lupa menyiapkan semua dokumen yang harus mereka bawa karena Dean akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang ada di Bali.
__ADS_1
" Baik, pak nanti saya siapkan semuanya. Oh iya Pak, apa kita berangkat ke Bali hanya berdua aja?" tanya Alenka ragu-ragu. Dia takut Dean menganggapnya tak sopan bertanya demikian, tapi apa boleh buat dia harus bersiap untuk memberi pengertian pada Tommy nanti.
" Iya kita berdua aja, emang kamu mau sama siapa? semua karyawan kantor? " jawab Dean yang tau kemana arah pembicaraan Alenka, dia tau apa yang Alenka khawatirkan, tentu saja takut sang kekasih cemburu dan salah paham padanya, pikir Dean.
Alenka mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Dean, memang salah ia bertanya begitu pada Bossnya yang suka asal menjawab.
" Bukan begitu pak, maksud saya memang pak Dion gak ikut kita? "
" Kalau Dion ikut kita yang menghandle di kantor siapa Alenka? si juki satpam kantor kita? "
Menyebalkan sekali memang jawaban Dean, sampai Alenka tak bisa berkata-kata lagi.
.
.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...