
" Gue mau nanya tentang kejadian di ulang tahun Nadia yang ke 18 waktu itu. "
" Mana gue tau, De. Gue kan juga mabuk waktu itu. lagian itu kejadian udah lama banget, kenapa loe tanyain sekarang? " tanya Doni penasaran.
Dean menceritakan foto yang di tunjukkan Alenka di ponselnya, foto itu sengaja Alenka simpan entah untuk apa padahal jelas mereka sudah putus cukup lama.
" Mungkin Alenka masih simpan foto itu untuk mengingatkan dirinya kalau suatu saat bertemu sama loe lagi, De. Supaya dia jangan mudah luluh kalau bertemu lagi sama loe, apalagi sampai balikkan lagi. Makanya dari itu dia nolak loe." ucapan Doni memang benar adanya Alenka masih ragu karena hal itu.
Padahal tak pernah sedikitpun Dean berniat selingkuh atau sengaja melakukannya apabila memang benar dia mencium Nadia saat itu, itu semua pasti karena dia mabuk.
" Eh De, gue inget sekarang. Saat loe turun dari lantai atas dan memilih pulang ke hotel, gue juga lihat Tommy turun dari atas barengan sama Nadia. Apa jangan-jangan Tommy yang mengambil foto loe sama Nadia, mereka pasti bekerja sama tuh De untuk misahin loe sama Alenka. "
" Kenapa loe baru bilang sekarang gila. " kesal Dean karena setelah sekian lama Doni baru mengatakannya pada Dean.
" Lah kan waktu itu loe cuma nanya alasan kenapa loe dorong Nadia, sinting ! ya mana gue tau. Gue lihat juga gak. Lagian kita semua mabuk, De." kesal Doni karena tak terima di salahkan oleh Dean, dia saja tak ingat apa yang terjadi bisa bisanya menyalahkan orang lain, pikir Doni.
Tak ingin lagi memperdebatkan kejadian yang mereka berdua tidak ingat akhirnya Dean mematikan sambungan teleponnya.
Menemui Nadia tak mungkin karena semenjak lulus SMA gadis itu pindah ke luar negeri dan sampai sekarang menetap di sana, Satu-satunya cara yang Dean pikirkan saat ini adalah menemui mantan teman dekatnya dulu, Tommy.
" Di, temenin gue ketemu si tomcat."
cuma dia satu satunya orang yang tau apa yang terjadi, dia pasti udah menjebak gue. "
" Siapa tomcat? loe di gigit tomcat? atau loe pelihara tomcat sekarang? "pertanyaan Dion yang membuat Dean sebal luar biasa, entah Dion bercanda atau serius, entah lah Dean juga malas memikirkannya.
__ADS_1
" Tommy, Dion maksud gue Tommy. gue lagi malas bercanda. Pokoknya loe temenin gue sepulang kantor buat temuin dia. Cuma dia satu satunya orang yang tau apa yang terjadi, dia pasti udah menjebak gue. "
" Mungkin bisa jadi, tapi apa Alenka akan nerima loe kalau pun dia mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Apa Alenka bakal putus sama Tommy? " ungkap Dion dengan apa yang ada dipikirannya saat ini.
" Bisa gak Di, loe do'ain yang baik-baik, kenapa mesti ngomong gitu, berjuang aja gue belum tapi mental gue udah di bikin drop duluan. " kesal sekali Dean, bukannya di dukung dan di beri pemikiran yang positif tapi ia justru di berikan pemikiran negatif oleh Dion, memang temannya yang satu itu tak bisa untuk berbasa basi sedikit saja, selalu mengeluarkan pendapatnya yang sangat jujur kelewat jujur malah.
" Ya sorry, maksud gue kan biar loe mempersiapkan mental untuk kemungkinan yang terjadi nanti, jadi kalau Alenka menolak lagi loe gak kaget banget gitu. "
Bagaimana bisa Dion berpikiran seperti itu, sekalipun ia di tolak Alenka sudah pasti dia akan terkejut nantinya, terlebih kalau memang Alenka tetap memilih Tommy yang sudah merusak hubungan mereka di masa lalu sehingga jadi seperti ini, pikir Dean.
.
...----------------...
Setelah menghubungi Tommy dengan sedikit memaksa akhirnya Tommy mau bertemu dengan Dean. Sesuai kesepakatan mereka bertemu di cafe milik orang tua Dean yang Kalan kelola saat ini.
" Loe udah menjebak gue saat ulang tahun Nadia. Loe yang udah mengirim foto saat gue ciuman sama Nadia ke Alenka dengan nomor ponsel lain, benarkan? "
" Gue gak mengerti maksud loe, De. Kalau loe mengarang semua cerita ini hanya untuk merebut Alenka, loe salah. Dia gak akan percaya dengan semua ucapan loe. " Tommy panik saat mengetahui Dean tau apa yang terjadi dulu, tapi ia berusaha untuk tenang menghadapi Dean tak mungkin ia mengakuinya semudah itu, apalagi kalau sampai Alenka tau. Ia tak ingin kehilangan wanita itu.
Dean tersenyum menyeringai mendengar penyangkalan Tommy, kemudian tanpa banyak bicara Dean memutar sebuah video yang ada di ponselnya, yang tak lain adalah sebuah video pengakuan dan permintaan maaf Nadia karena saat itu menyetujui rencana Tommy untuk menjebaknya.
Tommy yang sejak pertama menyukai Alenka dan Nadia yang masih menyukai Dean jelas saja menganggap satu-satunya cara memisahkan mereka adalah dengan cara licik seperti itu, tapi sayang saat Dean dan Alenka putus Nadia justru tak mendapatkan kesempatan untuk kembali menjadi kekasih Dean bahkan pria itu menolaknya mentah-mentah.
Meskipun Dean sudah menolaknya, tak ada sedikit pun dipikiran Nadia untuk berterus terang tentang alasan Alenka memutuskannya, ia yang masih egois memilih menyimpan rahasia itu rapat-rapat, sampai akhirnya dia merasa harus memberitahukan semua ini pada Dean dan Alenka setelah Doni menghubunginya siang tadi . Nadia sudah menikah dan bahagia sekarang jadi ia rasa ini adalah saatnya dia memberitahukan sebuah kebenaran pada Dean meskipun harus melukai sepupunya sendiri Tommy, karena Nadia pun tau bahwa tantenya yang juga mama Tommy tidak merestui hubungan Tommy dan Alenka, mungkin inilah saatnya untuk Tommy melepas Alenka, karena mamanya sedang sakit dan menginginkan Tommy menikah dengan wanita pilihannya, pikir Nadia.
__ADS_1
Nadia sialan, kenapa harus saat ini ngebongkar semuanya, ini pasti karena mama meminta bantuan Nadia supaya gue melepas Alenka, batin Tommy.
" Percuma, De itu semua gak akan merubah masa depan gue sama Alenka. " seyakin itu Tommy berkata demikian, tanpa ia tahu Alenka saat ini hampir sampai di cafe , karena Dean memintanya datang.
" Kita lihat aja nanti gimana. " ucap Dean santai.
Tak berselang lama kini Alenka berdiri di hadapan ketiga nya, Tommy terkejut luar biasa saat ini hingga wajahnya pucat seperti orang yang habis melihat hantu.
Tommy tak dapat lagi berkata-kata setelah melihat kedatangan Alenka, Dean pun menceritakan semuanya dan memperlihatkan video pengakuan Nadia dan juga Video sebenarnya saat Dean mendorong Nadia setelah Nadia menciumnya secara tiba-tiba. Untung saja Nadia menyimpan video itu setelah Tommy merekamnya dan Nadia meminta Tommy mengirimkan kepadanya juga saat itu.
" Aku sudah menjelaskannya, sekarang aku ingin mendengar semua keputusan kamu, tetap bersama dengan pria licik ini atau menerima tawaran ku " ucap Dean dengan wajah tegang menunggu jawaban Alenka.
" Apapun yang terjadi dulu itu hanya masa lalu kak, dan gak bisa merubah masa depan. Tetap aja kalian melakukannya apapun alasan di balik itu, sekalipun karena kamu mabuk. " Alenka masih tetap pada pendiriannya saat ini. Sungguh wanita yang aneh dan sangat keras kepala, pikir Dean.
" Kamu juga mas, aku gak nyangka kamu bisa selicik itu, kamu menutupi semuanya dari aku selama ini, bahkan kamu tau gimana sulitnya aku melupakan Dean. Kok bisa kamu sebagai sahabatnya malah menusuk dia dari belakang kaya gitu. " oceh Alenka pada Tommy yang hanya diam sejak tadi.
" Lalu kalau yang dulu terjadi hanya masa lalu, dan gak bisa merubah masa depan , lalu bagaimana yang terjadi belum lama ini? apa itu juga gak bisa merubah masa depan sama sekali? " kesal Dean yang sudah jengkel luar biasa dengan Alenka yang keras kepala.
" Maksud kalian apa? apa yang sudah terjadi? " tanya Tommy dengan pikiran yang luar biasa negatif. Sejak tadi dia diam tapi kali ini sepertinya ia tak mungkin diam saja mendengar perkataan Dean.
" Tanya sama Alenka. " sahut Dean singkat dan bergegas keluar dari cafe tanpa sepatah kata apapun lagi, ia sudah jengkel dengan kedua orang di hadapannya itu.
.
.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...