Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Tertangkap basah


__ADS_3

" Lebih baik nunggu di ruang tamu aja. " gumam Alenka. Dia yang penasaran dengan keadaan Dean berjalan terus mencari dimana kamar Dean sampai akhirnya ia mendengar suara laknat itu saling bersahutan di dalam kamar. Tak ia sangka alasan Dean tidak masuk kantor adalah karena hal ini.


Cukup lama menunggu, akhirnya ia melihat seorang wanita tinggi, langsing putih dan cantik keluar dari kamar dengan hanya menggunakan lingerie yang sangat sexy dengan rambut berantakan, Alenka yang cukup dewasa mengerti apa yang telah wanita itu lakukan di dalam kamar tadi.


" Kamu siapa? " tanya wanita sexy itu pada Alenka. ia terkejut saat ingin mengambil minum tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang duduk di sofa.


" Saya Alenka, asisten pribadi pak Dean, Bu. " Alenka mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri pada wanita itu.


" Jangan panggil bu, saya belum tua panggil saja nona, saya Rachel. " ucap Rachel sambil tersenyum dan menyambut uluran tangan Alenka.


Alenka baru menyadari, Rachel adalah wanita yang Dean kirimkan bunga kemarin, lalu siapa wanita yang tadi datang ke kantor dan mengaku sebagai calon istrinya. Benar-benar pro player , pikir Alenka yang semakin negatif terhadap Dean.


flash back


Saat Alenka ingin melangkahkan kakinya mengantar dokumen yang Dion titipkan padanya tiba-tiba ada seorang karyawan menghampiri Dion dan berkata. " Maaf Pak Dion, ada wanita bernama Erina yang mengatakan bahwa dia adalah calon istri pak Dean, ingin bertemu dengan pak Dean. Saya sudah bilang pak Dean tidak masuk kantor hari ini, tapi dia bersikeras mau menunggu pak Dean. "


" Dimana dia sekarang? "


" Di ruang tunggu Pak. "


" Len, aku duluan. " Dion bergegas menemui wanita yang bernama Erina itu.


" I-iya Pak. " Alenka mendengar dengan jelas bahwa wanita itu adalah calon istrinya.


flashback off


" Tunggu aja dulu, Dean lagi mandi. kamu mau minum apa? " ucapan Rachel membuyarkan lamunan Alenka.


" Gak usah , Nona. Gak usah repot-repot saya cuma sebentar kok. "


" Its oke, kamu kan tamu masa gak di kasih minum. aku bikinin teh aja, mau? "


Alenka yang tak enak hati akhirnya menganggukkan kepalanya ia menerima tawaran teh dari Rachel.


Kini mereka berdua duduk berhadapan, kenapa rasanya cukup tegang, pikir Alenka. Wanita di hadapannya baik dan cantik, itulah kesan pertama yang Alenka lihat, kenapa wanita ini jadi pelakor? Mau saja di tiduri dengan pria yang sudah punya calon istri. Apa wanita didepannya ini tidak mengetahui kalau Dean sudah punya calon istri?" Alenka masih bertanya-tanya dalam hatinya.


" Sudah lama jadi asisten Dean? soalnya dulu terakhir yang aku tau, asisten dia itu seorang pria. " tanya Rachel.

__ADS_1


" Iya, nona saya baru satu minggu jadi asistennya " jawab Alenka dengan sopan.


Saat mereka tengah berbincang, Dean keluar dari kamarnya dan dia menelan salivanya kuat-kuat melihat Alenka duduk bersama dengan Rachel saat ini, jantungnya semakin berdegup cepat, ia gugup seolah olah telah tertangkap basah oleh sang kekasih karena tidur dengan wanita lain.


Rachel berdiri menghampiri Dean, ia memegang pipi Dean didepan Alenka. " kamu sakit beb? wajah kamu jadi pucat begini. "


Sontak Dean segera melepas tangan Rachel yang berada di pipinya. " gak ko, cuma lelah aja. "


wajarlah lelah, pasti kebanyakkan main di ranjang. batin Alenka. Ih kenapa gue jadi kesel gini. ingat al, waras ayo waras dia bukan pacar kamu, terserah dia mau tidur sama siapa. Biasa aja ayo pasang wajah biasa, senyum al senyum, Alenka terus berbicara dalam hati pada dirinya sendiri.


Dean duduk di sofa berhadapan dengan Alenka yang memasang wajah senyum seperti sedang di paksakan.


" Beb, aku mandi dulu ya. " ucap Rachel kemudian menunduk dan mencium pipi Dean.


Dean mematung, kalau hanya berdua mungkin hal biasa baginya tapi ini di depan Alenka kenapa dia jadi tegang begini. pikirnya.


" Ada perlu apa, Al? " tanya Dean yang berusaha menutupi ketegangan nya, dia berusaha santai seperti tak terjadi apa-apa.


" Eemm, ini Pak, ada dokumen yang harus di tanda tangani segera, jadi Pak Dion meminta saya kesini. " jawab Alenka apa adanya, memang begitu adanya bukan dia yang ingin kesini tapi Dion lah yang memintanya mendatangi apartemen Dean.


" Dion kemana? " pertanyaan konyol itu keluar dari bibir Dean, bagaimana mungkin dia mempertanyakan keberadaan Dion jelas saja Dion saat ini tengah sibuk mengurus semua pekerjaan yang dia tinggalkan demi kikuk kikuk bersama kekasihnya, bahkan mungkin sekarang Dion harus dibuat pusing menghadapi calon istrinya yang datang ke kantor.


Dean hanya terkekeh mendengar perkataan Alenka. " Gak apalah, Al. sekali-sekali. " Setelah menandatangani nya, Dean menyerahkan dokumen itu lagi pada Alenka untuk di bawa ke kantor.


" Yang tadi pacar bapak?" entah keberanian dari mana tiba-tiba Alenka bertanya perihal Rachel.


" Hubungan yang rumit." mencoba mencari aman Dean hanya menjawab singkat seperti itu, jawaban yang agak mengambang menurut Alenka. padahal Alenka hanya bertanya pacar atau bukan, tapi jawaban Dean malah seperti itu.


" Wanita yang kemarin Pak Dean kirimin bunga kah?" ucap Alenka tanpa sadar ia keceplosan, padahal Dion sudah memperingatinya untuk tak memberitahu Dean, bahwa Alenka lah yang memesan bunga atas perintah Dion.


" Kok kamu tau? " perasaan Dean menjadi semakin tak enak. " Jangan bilang kamu yang pesan bunganya? "


Akhirnya Alenka teringat, bahwa ia baru saja keceplosan. " i-iya Pak, maaf. tolong jangan salahkan Pak Dion, karena Pak Dion ada meeting dadakan dengan Pak Arga kemarin, jadi dia hanya minta tolong sama saya. "


awas loe ya, Dion. loe udah nyuruh Alenka pe**san bunga sekarang loe suruh Alenka datang kesini, buka aja semua aib gue, dasar temen setan. batin Dean.


Setelah kepergian Rachel dan juga Alenka, Dean bergegas menghubungi teman laknatnya itu.

__ADS_1


" Sinting loe ya, ngapain loe suruh Alenka datang kesini? Terus juga kenapa kemarin loe suruh Alenka yang pesan bunganya? loe mau bikin gue makin terlihat buruk apa di mata Alenka?"


" Sabar woy, sabar. nyerocos aja ."


ucap Dion yang menjauhkan ponselnya dari kuping karena teriakan Dean yang memekakkan telinganya.


" Gimana gue bisa sabar, loe suruh Alenka ke apartemen gue tanpa aba-aba, pake loe kasih tau lagi password apartemen gue. "


" Gue udah nelponin loe, tapi gak loe angkat. Loe tinggal bilang aja sama Alenka kalo lupa ganti password nya. selesai masalah. " kata Dion dengan entengnya.


Dean mendengus kesal mendengar entengnya jawaban Dion, Dion tak tau saja bagaimana malunya dia saat Rachel mengatakan bahwa Alenka sudah berada di dalam apartemennya saat Rachel keluar dari kamar. Untung saja Rachel mengatakan itu saat Alenka sudah pergi dari apartemennya,mungkin kalau Rachel mengatakan nya saat masih ada Alenka ia akan malu setengah mati, apalagi kalau Alenka mendengar dessahannya bersama Rachel " Masalah nya Alenka masuk, saat gue lagi dikamar sama Rachel, gue takut dia mendengar suara-suara laknat itu. makin buruk gue dimata dia gara-gara loe. "


" Sorry De, gue gak tau kalau loe lagi sama Rachel. Gue sibuk, loe tau sendiri kerjaan loe sebanyak apa yang gue handle. Apalagi kemarin gue harus menghandle calon istri loe yang datang ke kantor. "


" Maksud loe Erina? "


" Yaiyalah, emang calon istri loe ada berapa? "


sentak Dion, ia sangat kesal bertemu wanita itu. sudah Dion katakan bahwa Dean tak ada tapi wanita itu tetap saja memaksa ingin masuk keruangan Dean. Terlebih dia harus bergegas menghadiri rapat tapi Erina malah menghambat nya sehingga ia terlambat.


" Alenka tau dia datang? " tanya Dean was -was entah kenapa ia sangat takut terlihat sangat buruk di mata Alenka yang tak ada hubungan apapun dengannya.


" Tau lah, dia ada di sebelah gue saat Roni ngasih tau kalau ada Erina datang. Lagian kenapa emangnya panik amat Alenka tau. "


" Gue cuma mau jaga image, nanti kalau gue terlihat buruk sama Alenka terus dia ngegosipin gue sama karyawan lain gimana? nanti image gue buruk di mata karyawan gue sendiri." Dean mencoba membela diri dengan mencari alasan yang tak masuk akal. Sejak kapan Alenka suka bergosip, pikir Dion.


" Semua karyawan di kantor ini tau, gimana buruk nya loe, gimana playboy nya seorang Dean. Bilang aja loe mementingkan pandangan Alenka terhadap loe. Gak usah cari alasan. "


" Brengsek !" Dean menutup panggilan teleponnya sambil mengusap wajahnya kasar sangat terbaca oleh Dion, bagaimana mungkin ia menyembunyikkan sesuatu dari sahabatnya itu.


sementara di seberang sana Dion malah terkekeh saat dengan kesal Dean menutup panggilan teleponnya begitu saja.


.


.


.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2