
" Ada apa antara kamu sama dia Len ? jawab aku Len, jangan diem aja." sentak Tommy yang tak sabar karena sejak tadi Alenka hanya diam saja.
" Gak ada hubungan apapun, kamu gak perlu memikirkan apa yang Dean katakan tadi dan aku minta maaf, aku rasa kita harus putus mas." Alenka beranjak dari duduknya meninggalkan Tommy begitu saja, tapi tak semudah itu untuk membuat Tommy menerima keputusannya, sehingga Tommy dengan cepat mengejar Alenka dan menahan tangannya.
" Bukannya kamu bilang yang terjadi di masa lalu gak akan merubah masa depan? kenapa sekarang minta putus, Len. " sungguh bingung akan sikap Alenka saat ini, apa yang di katakan wanita itu tadi didepan Dean seolah berbeda dengan yang dia katakan sekarang pada Tommy.
" Aku udah pikirkan hubungan kita mas, bahkan sebelum ada masalah ini. Lebih baik kamu terima aja wanita yang dijodohkan denganmu, toh sampai kapan pun mama gak akan pernah merestui kita. " hanya itu yang dapat Alenka katakan, tak mungkin juga kan kalau dia berkata sudah tidur bersama Dean, meski Tommy begitu licik dan jujur Alenka juga kecewa tapi setidaknya pria itu pernah baik padanya sehingga Alenka tak tega menyakiti hati pria itu kalau sampai tau kejadian sebenarnya yang terjadi antara dia dan Dean.
Tommy menggeleng cepat saat Alenka meminta putus, mana mungkin perjuangan selama ini harus berakhir sia-sia begini, pikir Tommy. " Gak gini Alenka, kamu tau kan aku juga lagi berjuang untuk dapat restu dan aku tau aku salah aku udah melakukan hal licik untuk mendapatkan kamu, tapi please jangan pergi, Len."
" Bukan hanya karena itu, tapi karena...... " Alenka menjeda ucapannya, Tommy begitu keras kepala sehingga Alenka menghempas tangan Tommy begitu saja dan bergegas mengendarai motornya meninggalkan Tommy yang terus saja berteriak memanggil namanya.
Di tempat lain, Dean baru saja sampai di apartemen nya bersama Dion. Dia masuk kedalam kamar begitu saja bahkan membanting pintu kamarnya dengan sangat kencang, membuat Dion yang sedang menenggak air putih langsung terperanjat sehingga bajunya menjadi basah.
" Aahh, sial! kan jadi basah gini baju gue, udah kaya anak perawan aja kalo marah banting pintu, mending juga banting tulang menghasilkan duit." Dion menggerutu sendiri karena kesal dengan Dean yang sejak tadi berwajah masam di tambah kelakuannya sekarang persis seperti anak remaja yang baru di tolak cintanya, hingga Dion ingin sekali memukul kepalanya dan menyadarkan temannya itu.
Sementara Tommy yang tak puas dengan jawaban Alenka memutuskan mendatangi apartemen Dean dan bertanya langsung padanya, bukan hanya itu Tommy juga mencurigai ada hubungan antara Dean dan kekasihnya itu karena semenjak pulang dari Bali sikap Alenka sangat berubah menurutnya.
__ADS_1
Tak sulit bagi Tommy untuk mendapatkan alamat Dean, sampai akhirnya ia sekarang sampai di depan pintu apartemen Dean, sementara Dion dibuat terkejut melihat Tommy yang kini berdiri di depan pintu. " Tomcat? ngapain kesini? " tanya Dion dengan tatapan sinis nya.
Berani sekali Dion memanggil Tommy dengan sebutan seperti itu, tapi bukan itu yang ingin Tommy perdebatkan sekarang sehingga ia tak peduli dengan namanya yang diplesetkan oleh Dion, walaupun kesal Tommy lebih memilih untuk tak membuang waktunya menanggapi panggilan Dion yang sangat-sangat sopan menurutnya.
" Gue cari Dean, ada yang mau gue tanyakan sama dia. " jawab Tommy dengan sopan meski sebenarnya ingin sekali jarinya mencolok kedua mata Dion yang teramat tajam menatapnya.
" Masuk, nanti gue panggilkan. " titah Dion seperti dia seolah-olah pemilik apartemen ini, meski pada dasarnya dia memang sering menginap disini, bahkan dia jarang pulang kerumahnya sendiri lantaran kesepian kalau harus sendirian di rumah.
Setelah berkata begitu Dion bergegas ke kamar Dean, dan memberitahu pria yang baru saja selesai mandi itu untuk menemui Tommy yang sudah berada ruang tamu menunggunya.
" Mau apa lagi sih tuh orang. " Dean kesal sendiri, menggerutu sendiri tapi tetap berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Tommy.
" Loe ada hubungan apa sama Lenka? " tanya Tommy dengan sorot mata tajam menatap Dean.
Dean tersenyum menyeringai mendapat pertanyaan dari Tommy, ia bisa menebak bahwa Alenka tak memberitahu Tommy tentang kejadian di Bali saat itu. " Loe yakin mau dengar? gue gak punya dokter jantung pribadi, Tom. " sindir Dean seolah mengejek bahwa hal yang akan Dean ceritakan bisa membuat jantung Tommy berhenti berdetak.
Mendengar Dean berkata begitu saja jantung nya sudah tak aman, berdetak dengan cepat dengan wajah yang sudah pucat, dia bisa menebak dari arah pembicaraan Dean apa yang sebenarnya sudah terjadi, tapi Tommy berusaha menepis pemikiran itu karena ia yakin Alenka tak mungkin melakukan hal yang macam-macam.
__ADS_1
Dean terpaksa menceritakan hal itu pada Tommy, terserah Alenka marah atau tidak nantinya setidaknya dia berharap Tommy akan melepaskan Alenka kali ini. Kalau Alenka sangat ingin mempertahankan Tommy dan terus menolaknya maka kali ini dia akan membuat Tommy yang melepas Alenka.
Tommy terkejut mendengarnya dunianya seakan runtuh seketika, impian yang ia bangun dan perjuangan yang ia lakukan serta pengorbanan yang dia berikan seakan tak ada gunanya. Semua hancur begitu saja hanya karena kesalahan satu malam itu.
Seketika Tommy berdiri untuk menghampiri Dean yang duduk di hadapannya dan memberi bogem mentah pada wajah tampan Dean, berkali-kali dia memukul Dean tapi dengan sengaja Dean membiarkan itu, bukan karena tak enak hati pada Tommy, ia sungguh tak peduli dengan sakit hati si tomcat. Yang ia pikirkan hanya Alenka, karena kalau dia memukul Tomcat sudah di pastikan Alenka akan semakin membencinya karena sudah dipastikan Tommy akan kalah berkelahi dengannya bahkan sekali pukul mungkin Dean bisa menjatuhkan Tommy begitu saja.
" Astaga, Dean. " Dion menarik tubuh Tommy lalu memukulnya begitu saja untuk membuat Tommy berhenti memukul Dean yang sudah babak belur, sebagian wajah Dean bahkan tertutup darah, Dean terkapar karena pukulan Tommy sudah seperti orang yang kerasukan.
Dion sengaja meninggalkan Dean dan Tommy untuk menyelesaikan masalah mereka berdua, dia memutuskan untuk mandi sambil menunggu Dean berbicara dengan Tommy tapi saat ia baru saja keluar kamar setelah berpakaian di kejutkan dengan Tommy yang terus saja memukuli Dean yang sudah terkapar tak berdaya.
" Dasar gila. Gak waras ! Loe lihat gak Dean bisa mati kalau loe pukulin terus kaya begitu.loe udah bosen hidup bebas apa gimana? pengen di penjara, hah? " Dion membantu Dean berpindah ke sofa meski tubuhnya terasa tak bertulang ia berusaha untuk bangkit.
" Dia pantas dapat itu semua karena Dean udah berani tidur sama Alenka, pacar gue. Itu semua gak sebanding sama rasa sakit gue. " Tommy pergi begitu saja setelah berkata begitu, sementara Dean langsung menghubungi dokter untuk mengobati luka-luka di wajah Dean.
.
.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...