Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Ketemu Mantan


__ADS_3

Pintu lift terbuka, Alenka tergesa-gesa masuk ke dalam kamar hotel yang sudah dua hari di tempati suaminya.


" Aku mau pulang aja! " Alenka hendak menarik koper miliknya untuk dibawa keluar, namun Dean menahannya.


" Sayang kamu salah paham. " ucap Dean lembut, ia tau hormon kehamilan membuat Alenka lebih sensitif maka dari itu ia tak ingin berbicara dengan nada tinggi pada sang istri karena itu akan memperburuk suasana hati istrinya.


Mata Alenka sontak menatap tajam Dean.


" Kamu bilang apa? salah paham? "


Alenka berdecih. " Aku lihat kamu sama cewek seksi tadi lagi peluk... "


" Aku gak pelukan. " potong Dean cepat. Ia berusaha menjelaskan kebenaran atas apa yang Alenka lihat.


" Kamu pikir aku buta? aku lihat dengan mata kepala aku kalau tangan kamu ada di pinggang cewek tadi kak. " mata Alenka terus saja meluncurkan air mata yang semakin membuat hati Dean merasa bersalah.


Dean menghela napas pelan. " Tadi Eliza mau jatuh, terus..... "


" Ooohh, Eliza namanya. Siapanya kamu? " tuduh Alenka.


Dean menarik rambutnya frustasi, ia masih mencoba menahan emosinya menghadapi Alenka yang sedang hamil dengan perasaan super sensitifnya. Jujur saja kepala Dean rasanya berat sekali, semalam ia tak tidur agar bisa cepat menyelesaikan pekerjaannya, ia ingin mengajak Alenka jalan-jalan ke pantai dan makan di salah satu restoran favorite istrinya karena ia tau Alenka sangat menyukai pantai sementara Dean jarang punya waktu untuk mengajak sang istri liburan maka dari itu ia ingin membahagiakan istrinya, tapi bukan mendapat kesenangan Dean malah harus berdebat dengan Alenka untuk sesuatu yang sebenarnya tidak penting menurut Dean.


" Eliza itu mantan..... "


" Oh jadi mantan kamu? mantan teman di ranjang juga kaya Rachel dan Vania? "


" Ya Tuhan! " Dean bergerak gusar, kedua tangannya terlipat di pinggang. Ia berusaha untuk terlihat tenang tapi denyutan di kepalanya membuat Dean seakan ingin meledak.


" Sayang dengerin aku, Eliza itu bukan mantan aku, tapi mantannya Doni. Dia udah nikah dan sekarang ada di sini karena Doni mengundang dia ke pernikahannya dan kebetulan aku juga ada kontrak kerja sama dengan perusahaan nya. Kita meeting gak cuma berdua ada Dion dan juga suaminya. Cuma tadi Dion ke toilet dan suaminya lagi sama anaknya karena anaknya ngerengek pengen berenang di pantai. " jelas Dean panjang lebar.


Alenka terdiam memandang ke arah mata Dion untuk mencari kejujuran di sana.


" Mau aku telepon Eliza dan suaminya untuk datang ke sini buat jelasin ke kamu? " tawar Dean sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana.


" Enggak! " tolak Alenka cepat. " Ngapain sih bawa-bawa orang lain."

__ADS_1


" Ya abis gimana? kamu aja gak percaya sama aku atau kamu tanya Dion kalau masih gak percaya. "


Alenka menghentakkan kakinya, berbalik melangkah menuju ranjang. Meski sedang hamil dengan perut yang sudah besar tapi Alenka masih saja terlihat menggemaskan di mata Dean.


" Ayo, kebawah! Kamu pasti laper kan? kita makan di restoran favorite kamu, habis itu kita jalan-jalan di pantai. "


" Aku masih kesel sama kamu! " sentak Alenka.


" Ya justru itu kita makan terus main di pantai biar mood kamu jadi membaik gak kesel lagi. " rayu Dean. Ia tau menghadapi Alenka yang sedang uring-uringan seperti ini memang tidak bisa dengan emosi harus dengan kesabaran ekstra.


Alenka tetap menolak, ia menggelengkan kepalanya dan tetap pada posisinya duduk di tepi ranjang.


Seketika Dean memiliki ide konyol untuk menggoda sang istri. " Yaudah, kamu mau di kamar aja? " tanya Dean sambil mendekati Alenka.


" Aku kebawah ya, nanti kalau ada cewek pakai bikini godain aku, gak pa-pa ya? "


Sontak sang istri langsung beranjak dari duduknya, ia memasang wajah menyeramkan seperti singa yang hendak menerkam mangsanya.


Dean terkekeh, ia mendudukan dirinya di tepi ranjang dan menarik tangan sang istri agar duduk di sebelahnya. " Bercanda, aku cuma godain kamu kok, abis gemesin banget kalo lagi cemburu. " Tangannya mulai jahil mengusap paha sang istri yang hanya mengenakan dress selutut.


" Loh aku gak rese, kalau kamu masih marah yaudah, aku kan cuma minta hak aku doang. " ujar Dean tanpa beban.


Entah karena hormon ibu hamil atau memang Dean yang pandai membuat gairah sang istri terpancing sehingga amarah Alenka mendadak hilang entah kemana, hanya dengan sentuhan-sentuhan kecil dari sang suami.


Mereka meraih kenikmatan itu bersama-sama. Dean mengecup kening Alenka cukup lama dan di akhiri dengan kecupan di bibir sang istri.


" Jangan marah-marah terus, kita kan kesini mau liburan juga. " kata Dean seraya melepaskan senjatanya dari dalam Alenka. Ia duduk di tepi ranjang berusaha untuk menetralkan deru napasnya yang memburu akibat pergulatan mereka barusan.


Tangan Dean kemudian terjulur ke bawah untuk meraih pakaian mereka yang tergeletak di lantai.


Alenka beranjak duduk di atas ranjang, ia mendengus sambil memakai kembali pakaiannya yang di berikan oleh Dean." Aku gak akan marah kalo kamu gak macem-macem. "


Dean yang sedang memakai boxernya pun menoleh. " Loh aku macem-macem gimana? "


" Macem-macem sama cewek lain. " Alenka merengut sebal. Dean tersenyum tipis, jadi istrinya ini masih marah, pikir Dean.

__ADS_1


" Aku itu macem-macem nya cuma sama kamu doang sayang. " Dean berkata sambil memakai kaosnya "Lagian aku udah gak nafssu sama cewek lain ,ngelirik aja enggak." lanjutnya.


" Tapi kalo lihat cewek-cewek pake bikini di depan mata juga gak nolak. " cibir Alenka.


...----------------...


Setelah mood istrinya membaik, malam harinya Dean mengajak Alenka makan di restoran favorite sang istri.


" Sayang, aku ke toilet dulu ya. " ucap Dean, kemudian beranjak dari duduknya.


" Alenka? "


Mendengar namanya di panggil, tentu Alenka langsung menoleh ke arah sumber suara.


" Mas Tommy? " Alenka membelalak, Tak lama ia langsung tersenyum .


" Boleh duduk di sini? " tanya Tommy hati-hati.


" Boleh kok, mas. Gak nyangka ketemu kamu di sini, udah lama banget ya. "


" Iya, udah lama kita gak ketemu. Perut kamu udah besar ya, Len. Berapa bulan? "


" Mau tujuh bulan Mas." jawab Alenka. " Kamu ke sini di undang Doni juga?"


" Iya aku di undang Doni, kamu lagi hamil gede gini gak berubah sama sekali ya, Len. Makin cantik. " puji Tommy. Dadanya terasa sesak saat ia menyadari wanita di hadapannya ini telah di miliki pria lain tapi ia sadar mau bagaimana pun ia coba memisahkan Dean dan Alenka dulu, kalau memang mereka berjodoh pasti akan bersatu juga. Mencoba ikhlas, hanya itu yang bisa Tommy lakukan sekarang, meski pun itu sangat sulit untuknya.


Alenka terkekeh, begitu juga dengan Tommy.


" Bisa aja kamu, aku gendut gini di bilang cantik. "


Dean yang baru saja keluar dari toilet mendadak panas melihat pemandangan di depannya. "Brengssek! " Ia bergegas berjalan ke arah mejanya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


.


__ADS_2