Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Keceplosan


__ADS_3

" kamu kaya udah pro banget, sering ya ngelakuin ini sama cewek-cewek di luar sana? " tanya Tasya setelah mereka selesai bergelut di atas ranjang.


Dion terkekeh mendengar pertanyaan konyol Tasya. " Percaya gak kalau aku bilang kamu adalah orang pertama buat aku. "


Tasya sedikit menarik dirinya yang kini sedang berada di dalam dekapan Dion sambil memicingkan matanya. " Gak lah, aku aja lihat kamu di club malam, pasti udah sering kan kesana nyari mangsa. "


pletak


Dion menyentil kening Tasya hingga gadis itu meringis sakit. " Ih,sakit ini tuh kekerasan dalam rumah tangga tau gak? " ucap Tasya sambil mengusap keningnya.


" Aku kesana cuma buat minum untuk ilangin stress, pikiran kamu tuh picik banget makanya harus di sentil dikit biar agak waras. "


" Tapi kamu keliatan udah ahli banget, kaya bukan pertama kali. " bagaimana ia bisa percaya kalau Dion begitu lihai membuatnya terbang ke angkasa merasakan surga dunia, Tasya bahkan tak mampu menolak, pria itu selalu bisa membangkitkan gairahnya semudah itu.


" Aku bukan anak kecil, aku itu pria normal dan dewasa , tentu aja aku tau materi tanpa harus melakukan praktek. "


" Waktu di Bali kemarin gimana? kamu lama loh di sana emang gak ada yang nyantol? " tanya Tasya penuh selidik.


Dion berpikir sejenak, hingga membuat Tasya kesal sendiri. " Tuh kan bener, ada ya yang nyantol? pantes aja betah lama-lama di sana, jadi emang niat ngebuang aku setelah puas. "


Memang benar ia sempat bermain dengan beberapa wanita, itu semua karena ia merindukan Tasya dan juga ingin melupakan gadis itu, tapi bukannya bisa terbebas dari bayang-bayang Tasya ia malah semakin menginginkan gadis itu.


harus jujur apa bohong ya, batin Dion.


" Gak ko, sempat mau coba tapi gak jadi. Abis yang terbayang di kepala aku itu cuma kamu. " jawab Dion berusaha mencari aman. Bisa libur dia kalau sampai Tasya merajuk, pikirnya.


" Kalau sama mantan kamu yang sebelumnya berarti gak pernah ngapa-ngapain? "


" Aku malas bahasnya." hal yang paling Dion hindari membahas masa lalunya yang menyakitkan, ia memilih bangkit dari tempat tidur dan beranjak ke kamar mandi demi menghindari pembahasan itu.


" Aku salah nanya apa ya? " gumam Tasya saat melihat punggung Dion perlahan menghilang di balik pintu kamar mandi.


...----------------...


" Ingat jangan kemana- mana selama aku pergi, aku cuma tiga hari. Kamu tunggu sini aja nanti ambil barang di kosan sama aku aja. " ujar Dion saat hendak berangkat ke Bandung. Dean memang menugaskannya ke kantor cabang yang ada di sana karena memang terjadi sedikit masalah di sana, sementara Dean tak mungkin pergi karena sang istri yang sedang hamil dan enggan untuk di tinggalkan.


" Tapi kan aku harus kerja kak, masa gak boleh ke mana-mana?" kesal Tasya.


" Iya boleh kerja, tapi sepulang kerja langsung pulang ke sini dan aku udah beliin kamu motor baru jadi gak perlu bareng Alex lagi." titah Dion yang tak ingin di bantah.


Tasya senang sekaligus kesal, senang karena dapat motor baru tapi kesal karena Dion masih saja melarangnya dekat dengan Alex. " Kamu udah janji loh aku boleh berteman sama Alex. "

__ADS_1


" Iya tapi gak perlu sampai dekat banget apalagi di antar pulang segala. "


Tak ingin lagi berdebat, karena sudah di pastikan tak ada ujungnya bertengkar dengan Dion dan itu percuma saja hanya buang-buang waktu karena Tasya tau ia tak akan menang dalam hal ini, lebih baik ia cepat bergegas ke kantor sebelum terlambat.


" Udah ayo jalan, nanti telat. Kamu juga kan buru-buru. "


" Yaudah kamu hati-hati, kabari aku kalau sudah di kantor. " kata Dion seraya mencium kening Tasya sebelum pria itu keluar dari apartemen.


Hati Tasya menghangat dengan perlakuan Dion seperti ini, sungguh kalau di lihat orang lain mungkin mereka layaknya pasangan yang saling mencintai walaupun pada kenyataannya tak seperti itu.


" Hai, sya. " sapa Alex saat melihat Tasya baru saja datang. " Naik motor baru ya? "


" Eeemmm i-iya kak, aku kredit baru soalnya gak enak juga kalau ngerepotin kamu terus. " bohong Tasya, mana mungkin ia bilang di berikan Dion.


" Oh iya tadi pagi aku ke kosan kamu gak ada? kamu gak pulang ya semalam? " tanya Alex yang penasaran karena sebulan ini Tasya sering tak pulang ke kosannya.


" Oh itu, iya Kak aku lagi ke rumah paman aku semalam, jadi nginep di sana. " merasa bersalah sekali ia karena sudah banyak berbohong akhir-akhir ini pada Alex.


" Oh gitu. Nanti pulang kantor mau gak kita makan dulu? ada resto yang baru buka mungkin kamu mau coba. " ajak Alex, sebenarnya ia khawatir Tasya menolak ajakannya karena selama sebulan ini Tasya seperti menghindarinya.


" Boleh kak, kita juga udah lama gak makan bareng di luar. "


...----------------...


" Kamu mau pesan apa? " tanya Tasya sambil membolak balikkan menu makanan yang di berikan seorang pelayan.


" Mau hati kamu aja boleh gak? " balas Alex sambil tersenyum menggoda menatap Tasya.


Tasya merengut aneh mendengar jawaban Alex.


" Kamu apaan sih, gak jelas. Malu tuh di dengerin mbaknya. Maaf ya mbak teman saya belum minum obat, jadi agak eror gini. " ujar Tasya pada seorang pelayan yang akan mencatat pesanan mereka.


" Gak pa-pa ya mbak, namanya juga lagi usaha. " balas Alex.


Pelayan wanita itu hanya bisa tersenyum canggung memperhatikan interaksi keduanya.


Saat sedang asik menikmati makanan yang sudah di hidangkan, ponsel Tasya bergetar. Ada satu notifikasi pesan masuk dari Dion dari sebuah aplikasi chat.


Dion


Lagi apa?

__ADS_1


Tasya


Lagi makan.


Dion


Makan apa?


Tasya


Makan di resto yang baru buka


Dion


Sama siapa?


mampus gue keceplosan kenapa gak bilang pesen makan aja sih, kenapa jari gue jujur banget. gue bilang sendiri aja apa ya? eh tapi kenapa emang kalau gue bilang lagi sama Alex, kan udah perjanjian gue boleh temenan sama Alex. batin Tasya.


" Ehem. "


sontak Tasya mengangkat wajahnya dan segera mengunci layar ponselnya lalu menaruhnya di atas meja.


" Sibuk banget, makan dulu nanti keburu dingin. " ucap Alex.


" Ah iya kak. "


" Lagi chatan sama pacar ya? " tanya Alex sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Tasya menjadi salah tingkah mendapat pertanyaan itu dari Alex. " Bukan kok kak, aku gak punya pacar. Itu tadi temen aku. " tak salah bukan Tasya bilang seperti itu, toh ia juga tak memiliki hubungan yang jelas dengan Dion, pikir Tasya.


" Oh gak punya pacar. Aku masih punya kesempatan dong jadi pacar kamu? " goda Alex.


" Maksudnya? "


Baru saja Alex hendak menjawab, ponsel Tasya kembali bergetar. Lalu ia meminta ijin pada Alex untuk mengangkatnya sebentar.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.

__ADS_1


__ADS_2