Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Resmi


__ADS_3

" Gak dasar mesum! Nikah dulu baru ngelakuin itu lagi. " benar-benar tak bisa menahan diri, pikir Alenka. Belum menikah saja dia sudah seperti ini apalagi nanti kalau sudah sah yang ada Alenka hanya terkurung di dalam kamar seharian, pikirnya.


" Tapi kapan sayang? aku udah gak tahan ini. " rengek Dean. " Sayang kamu mau kemana? kita belum selesai bicara. "


Tanpa menjawab pertanyaan Dean, Alenka langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar di ikuti Dean yang mengekorinya dari belakang sambil terus merengek. Kepala Alenka bahkan sampai berdenyut kencang mendengar Dean terus merengek ini dan itu. sepertinya ia butuh air es untuk mendinginkan kepalanya, pikir Alenka.


" Nanti aku belum mau nikah, kak. Kita jalanin pelan- pelan aja dulu." Alenka masih pada pendiriannya, karena menurutnya mereka harus saling mengenal lebih dulu.


astaga, mau nikah aja ribet banget. batin Dean.


"Pokonya jangan lama-lama pacaran nya, kita gak perlu saling mengenal lagi sayang, kita bukan orang asing yang baru pertama kali bertemu, bahkan kita udah saling kenal sejak dulu, Satu bulan dari sekarang, aku rasa cukup kalau untuk saling mengenal, aku juga gak pernah berubah kok, masih Dean yang dulu. Al " ucapnya santai.


" Iya tapi kan pas kamu lulus kita putus, banyak yang berubah, kak. Apalagi kita ketemu setelah dewasa dan itu sudah bertahun-tahun yang lalu, setiap orang pasti berubah dan kita harus saling kenal dulu sebelum menikah. Aku gak mau nanti pernikahan kita di isi dengan pertengkaran kak, kalau kita udah saling kenal sifat kita masing-masing setidaknya kita sudah saling memahami. " ungkap Alenka dengan apa yang ada dipikirannya saat ini.


" Gak sayang, itu aja udah terlalu lama aku gak bisa nahan. Kamu juga kalau inget gimana rasanya waktu itu, pasti pengennya juga buru-buru nikah. " ceplos Dean tanpa rasa malu sedikit pun.


" Otak kamu tuh ya gak jauh - jauh dari ranjang aja, jadi pengen cepat- cepat nikah karena pengen itu, iya ? " Alenka tak habis pikir kenapa sekarang Dean sangat mesum seperti ini, padahal dulu saat bersamanya dia tak seperti ini, apakah ini karena pergaulannya yang bebas saat kuliah di luar negeri, pikir Alenka.


" Itu salah satunya tapi gak cuma karena itu aja sayang, aku cuma gak mau ada yang deketin kamu lagi, aku masih belum merasa aman dengan Kalan, Makanya nikah aja ya minggu depan . Ayolah Al. " ucap Dean dengan tatapan memohon.


" Gak kak, jangan gila deh. Ngajak nikah kaya orang ke belet pipis aja. " tegas Alenka tak ingin lagi di bantah.

__ADS_1


Alenka sampai menghabiskan segelas air es itu hanya dalam hitungan detik hingga tandas tak tersisa. Antara dia haus atau mencoba mendinginkan emosinya karena Dean yang masih saja terus merengek, bahkan saat ini Dean memilih duduk di sofa dengan wajah masamnya, dia meninggalkan Alenka di dapur begitu saja. Padahal sejak tadi Alenka mau minum saja sampai sulit sekali karena Dean terus saja mengajaknya berdebat.


Dean menarik tangan Alenka saat wanita itu menghampirinya hingga jatuh di atas pangkuannya. Dengan cepat Dean merubah posisi Alenka, ia merebahkan tubuh mungil Alenka kemudian menindihnya.


" Yaudah aku bikin hamil aja ya biar kamu mau dinikahin secepatnya. "


" ih apa sih sinting. Kakak masih waras kan? nanti aku bilangin mas Kalan nih?" ancam Alenka, dia pikir Dean takut pada kakaknya itu.


Dean tersenyum mendengar perkataan Alenka yang berani mengancamnya. "Oh jadi sekarang mulai berani ngadu sama Kalan? berlindung di belakang Kalan? iya? "


" Mmmmmppphh.... " Alenka baru akan bicara tapi Dean tiba-tiba membungkam mulut Alenka dengan mulutnya. Alenka berusaha mendorongnya tapi tenaga Dean jauh lebih besar dari pada dirinya, sampai akhirnya Alenka memilih pasrah apalagi saat Dean mengunci kedua tangan Alenka di atas kepala. wanita itu hanya bisa pasrah di bawahnya. Sampai akhirnya Alenka ikut terbuai hingga ia membalas ciuman Dean. Ciuman yang awalnya lembut semakin panas dan menggebu membuat tubuh Alenka terasa panas apalagi ketika mengingat sekilas kejadian di Bali saat itu.


Melihat Alenka terbuai Dean menurunkan ciumannya ke leher jenjang gadis itu, mengecup dan menyesapnya sampai menimbulkan tanda kemerahan, baru begitu saja Alenka di buat melenguh, sungguh mulut dan reaksi tubuh Alenka sangat berbeda, tubuhnya menginginkan lebih meski mulutnya berkata tidak.


Dean melahap bukit kenyal itu bergantian, menjilat dan menghisap nya seperti bayi yang kehausan, benar-benar Alenka di buat lupa diri dengan semua kenikmatan yang Dean berikan. Setelah di rasa Alenka mulai menikmatinya Dean tiba-tiba menghentikan aksinya.


" Kok berhenti." pertanyaan konyol itu terucap dari mulut Alenka, yang tadi menolak dengan tegas. Bisa - bisanya wanita itu berubah pikiran secepat kilat, pikir Dean.


" Nanti kebablasan, kan tadi kamu sendiri yang bilang gak mau melakukan itu kalau belum menikah. " jawab Dean dengan senyum liciknya.


" Makanya nikah dulu, nanti aku kasih yang lebih nikmat dari ini. " kata Dean sambil menaik turunkan alisnya .

__ADS_1


" Dasar licik ! Nyebelin. " Alenka merapikan lagi baju nya yang cukup berantakan karena ulah Dean. Tak hentinya dia mengutuk dirinya sendiri yang sangat mudah terbuai oleh perlakuan Dean.


" Gimana? "


" Apanya?"


" Nikah sayang. "


" Kamu kerumah aku ngomongnya sama ayah, dia merestui apa enggak, baru aku setuju menikah secepatnya. " ucap Alenka dengan yakin.


" Jadi bener nih? langsung nikah? " aneh sekali, semudah itu Alenka merubah pendiriannya, pikir Dean. Tapi ia tak peduli yang terpenting sekarang Alenka sudah mau menikah dengannya.


" Iya dari pada nanti kebablasan. Aku gak yakin kalau ada di dekat kamu bisa aman. "


" Eh kakak mau ngapain? " tanya Alenka panik karena tiba-tiba Dean mengecup bibirnya lalu memotret adegan tersebut.


" Mau kasih lihat Kalan dan Dion, kalau mulai sekarang kamu udah resmi jadi milik aku. "


.


.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2