Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Memancing keributan


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu semenjak kejadian malam itu, dimana Dion berhasil meniduri Tasya, pria itu memilih menghindar, saat bertemu di kantor ia berjalan begitu saja melewati Tasya seolah gadis itu tak terlihat, ketika Tasya menelpon Dion mengabaikan panggilan ya, ketika Tasya mengirim pesan teks pun Dion hanya membacanya.


Taruhlah dia brengssek mengabaikan Tasya begitu saja setelah ia puas, tapi menurut Dion bukankah begitu lebih baik, ia tak ingin terjebak lebih lama bersama gadis itu, iman nya yang setipis benang jahit bisa menghancurkan tembok tinggi yang telah susah payah ia bangun.


Tapi Tasya di landa kebingungan dengan sikap Dion seperti ini, apakah hutangnya lunas dengan cukup melayaninya hanya sekali, lalu bagaimana dengan surat perjanjian yang sebelumnya mereka sepakati bersama, apa suatu saat Dion tak akan menagihnya lagi, pikiran Tasya kacau. Ia ingin bertanya tapi sulit sekali menghubungi Dion, tak mungkin juga dia membicarakan ini di kantor, atau menghampiri Dion ke apartemen nya, terlebih pria itu menghilang begitu saja sudah dua bulan lamanya, mau bertanya pada temannya tak mungkin, ia tak ingin di gosip kan macam-macam oleh para temannya.


" Aku harusnya senang apa sedih ya? kok jadi bingung gini, kalau nanti aku udah memulai hidup baru dan melupakan semua yang pernah terjadi terus nanti dia tiba-tiba datang dan menagih hutangnya lagi gimana? " batin Tasya.


" Tasya. " panggil seseorang yang membuat lTasya menoleh, ia lalu tersenyum tipis pada orang tersebut.


" Kak Alex, ada apa? "


Pria tampan yang sudah satu bulan dekat dengannya itu menghampiri Tasya dengan napas yang terengah akibat sedikit berlari saat melihat Tasya yang sedang berjalan keluar kantor.


Alex mengatur napasnya sebelum menjawab pertanyaan Tasya. " Cuma mau ajak kamu pulang bareng. "


" Pulang bareng lagi? " tanya Tasya lagi, yang langsung di balas dengan anggukan kepala dari pria itu.


" Gimana mau gak? " tanya Alex. Karena sejak tadi Tasya tampak berpikir tentang tawaran Alex.


" Aku ngerepotin kak Alex terus dong kalau kaya gini. Berangkat kerja bareng, pulang kerja juga bareng. Kak Alex udah kaya tukang ojek aku jadinya. " ucap Tasya tak enak hati.


Alex terkekeh mendengar perkataan Tasya.


" Gak pa-pa sya, kan tujuan kita pulang sama jadi sekalian aja. Lumayan kan jadi irit ongkos. "


" Yaudah deh kalo gitu, untuk gantinya aku akan traktir kakak kalau nanti aku udah gajian. "


" Oke , aku tunggu traktirannya ya. "


Tasya dan Alex memang dekat sejak satu bulan yang lalu, karena Tasya baru saja pindah ke tempat kost yang baru dan ternyata kosan itu milik orang tua Alex, yang terletak tak jauh dari kediaman Alex sendiri apalagi saat mengetahui bahwa mereka satu kantor, oleh karena itu mereka semakin dekat.


...----------------...

__ADS_1


" Masih inget pulang loe? " tanya Dean sinis saat menemui Dion yang datang ke apartemennya. Bagaimana Dean tidak kesal di saat Dion ke Bali dengan alasan melihat proyek yang ada di sana bahkan sampai 2 bulan lamanya.


" Inget lah, kan gue gak amnesia De. " ucap Dion santai tapi justru membuat Dean sebal mendengarnya.


Salah sekali dia bertanya begitu sehingga jawaban Dion nyeleneh seperti itu, pikirnya.


" Udah puas lari dari kenyataan? apa masih pengen menghindar lagi? " Dean tau alasan Dion sebenarnya pergi ke Bali hanya untuk menghindari Tasya, tapi bukan kah percuma toh nanti di kantor mereka akan selalu bertemu, pikir Dean yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Dion, sekalian saja pindah ke kantor cabang lain. Bukan kah itu lebih mudah jadi Dion tak perlu lagi bertemu dengan Tasya, pikirnya.


" Gue cuma healing bentar bukan lari dari kenyataan, capek kerja sama loe ! gue kan gak pernah liburan, yang ada kerja terus kaya romusha. " jawabnya seenak dengkul. Padahal setiap akhir tahun ia akan mengajukan cuti untuk liburan tapi seolah- olah dia orang yang paling bekerja keras, apa dia amnesia atau bagaimana, pikir Dean.


" Loe gue gaji gede buat apa? proyek di Bali udah ada jona yang ngawasin, loe cuma perlu lihat doang gimana perkembangannya. Satu minggu cukup tapi loe dua bulan di sana ngapain? jadi kuli? " kesal Dean dengan sahabatnya yang tak punya otak itu. Bahkan Dean di buat pusing lantaran pekerjaan yang menumpuk dan dia harus mengerjakan semuanya sendiri di tengah sang istri yang sedang hamil muda dan banyak maunya.


Sementara Dion seenak jidatnya mengatakan healing di Bali seolah-olah dia adalah orang yang paling banyak masalah di dunia ini . Tau akan seperti ini mungkin Dean tak akan pernah mengijinkan Dion meninjau proyek di sana. Mau menyusul pun tak mungkin dengan kondisi Alenka yang hamil muda seperti sekarang.


" Gue nyari pencerahan. " jawab Dion serius.


Dean mengerutkan dahinya mendengar perkataan Dion " Terus dapet pencerahannya? "


" Enggak, gue malah dapat bule. " ceplos Dion.


" Hai kak. " sapa Alenka yang baru saja keluar kamar, karena saat Dion datang tadi dia sedang berada di kamar mandi.


" Hai juga Len. " jawab Dion dengan senyum manisnya dan tatapan kagum pada Alenka yang semakin terpancar kecantikkan nya semenjak hamil.


" Gak usah sok cakep, biasa aja senyumnya. Jaga ya mata loe kalau masih mau ngeliat matahari besok pagi. " kesal sekali rasanya ketika Dion menatap istrinya seperti itu, seperti seorang penggoda. Ah kenapa Dion sekarang bersikap seperti dirinya dulu, kemana perginya Dion yang dingin dan cuek, pikir Dean. Sepertinya benar apa kata Kalan, Dion terlalu lama bergaul dengannya sehingga dia menjadi seperti ini.


" Posesif amat, Alenka aja gak masalah. Ya kan Len? " tanya Dion mencari pembelaan.


" Memang iya tuh kak, posesif banget ! " ketus Alenka.


" Ya aku cuma gak suka sayang si kampret ini senyum menggoda gitu ke kamu. Kamu gak tau kan dia itu sekarang lagi gantiin posisi aku, jadi casanova ." jelas Dean yang tanpa sadar memancing keributan dengan si singa betina.


" Kamu pikir aku cewek murahan yang gampang tergoda cuma di senyumin gitu doang, aku bukan kamu ya yang di senyumin cewek cantik dikit langsung ngajak ke ranjang, di senyumin kambing betina juga mungkin tergoda. " oceh Alenka.

__ADS_1


" Terus kamu bilang apa tadi? Dion lagi gantiin posisi kamu jadi casanova ? kenapa ? kamu gak terima di gantiin Dion? kamu gak terima kalau sekarang gak bisa main perempuan lagi? " gerutu Alenka lagi.


Sungguh dia salah bicara saat ini, Dean memukul mulutnya sendiri yang salah bicara di depan sang istri, harusnya dia bisa menahan diri dan berhati-hati dalam berbicara tapi entah kenapa dia bisa keceplosan seperti itu, padahal maksudnya bukan ke arah sana sama sekali, sekalipun Dion mengikuti jejaknya tak ada niat sedikit pun untuknya kembali menjadi pemain wanita seperti dulu.


Dean menatap tajam Dion kalau bukan karena kahadiran pria itu mungkin malam ini tak akan ada keributan antara dirinya dan Alenka.


" Udah sabar Al, jangan marah-marah nanti anak kamu mirip Dean gimana?" ucap Dion semakin memancing keributan.


Bugh


Dean melemparnya dengan bantal sofa dan itu tepat mengenai wajah Dion.


" Kalau ngomong jangan asal ya, itu anak gue ya udah pasti akan mirip gue, emang masalah kalau mirip sama bapaknya sendiri. Sinting!"


" Ya kalau mirip muka nya dan pintarnya sih gak apa, De. Kalau kelakuannya mirip loe gimana? jadi casanova, terus kalau cewek anak loe gimana? masa jadi play girl. " ucapnya tanpa beban sama sekali.


" Amit-amit jangan sampai Ya Tuhan. " ucap Alenka seraya mengusap perutnya yang sudah sedikit membuncit itu.


" Mau gue parut mulut loe? kalau ngomong jangan asal ya, setan! omongan adalah doa. " heran sekali Dean dengan sahabatnya itu yang masih saja suka asal ceplos terlebih ini menyangkut anaknya, benar-benar tak bisa menjaga lisannya sama sekali, pikir Dean.


" Makanya kamu sih kak, kenapa dulu nakal kaya gitu, nanti kalau anak kita nurunin kelakuan kamu gimana? Aku gak mau ya kalau sampai kaya gitu, kalau anak kita sampai kaya gitu, itu semua salah kamu! " ucap Alenka yang langsung beranjak ke kamar meninggalkan Dean dan Dion begitu saja.


" Gara-gara omongan loe kan, gue jadi ribut." sungguh bencana datangnya Dion ke apartemennya, tau akan begini lebih baik tadi ia tak membukakan pintu untuk sahabatnya itu.


" Mending loe pulang, gue mau bujuk Alenka dulu biar gak marah lagi. Oh iya kalau loe masih menginginkan Tasya lebih baik loe bergerak cepat, karena sekarang Tasya lagi dekat sama anak magang baru. " ucap Dean seraya bangkit dari duduknya hendak ke kamar menyusul sang istri tapi langkahnya terhenti saat Dion bertanya.


" Kok bisa gimana ceritanya? "


" Tanya langsung sama Tasya, cuma itu yang gue tau. " Dean berlalu melanjutkan langkahnya menuju kamar.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


.


__ADS_2