Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Cinta?


__ADS_3

" Brengsek! "


Mendengar teriakan itu membuat Doni dan Dean sontak menoleh ke arah Dion yang tiba-tiba mengumpat. Mereka berdua saling pandang tidak mengerti mengapa sahabatnya itu mendadak marah-marah. Untung saja kantor sedang sepi karena semua karyawan saat ini sedang istirahat makan siang, kalau tidak mungkin mereka semua sudah mendengar teriakan Dion.


" Kenapa loe? tumben uring-uringan! " Doni menghembuskan asap rokoknya ke udara.


" kurang pelepasan ya? " lanjutnya.


Pria yang baru saja di ejek itu hanya terdiam sambil menghisap batang rokok miliknya.


" Nih curut dua ngerokok seenaknya aja, ruangan gue bau asap ini, kotor lagi deh paru-paru gue. " oceh Dean. Karena mereka bertiga saat ini sedang berada di dalam ruangan kerja Dean, tadinya mereka janjian akan makan siang bersama, tapi karena mood Dion yang tiba-tiba berubah membuatnya malas keluar kantor jadi kini mereka berakhir makan siang di ruangan Dean saja.


" Tau deh yang udah berhenti ngerokok." sindir Doni yang langsung mematikan rokoknya yang masih sisa setengah itu.


" Loe kenapa jadi kusut begitu, gue tebak pasti gara- gara Tasya. " ucap Dean yang memang benar adanya, tebakannya tak pernah meleset apalagi seorang Dion yang sudah pasti hanya perkara wanita yang bisa membuatnya jadi uring-uringan seperti ini.


" Gue lagi kesel ! " Dion menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa, lalu memejamkan matanya.


" Kenapa? " tanya Dean dan Doni bersamaan.


" Tasya masih aja deket sama Alex. "


Berawal dari Dion yang penasaran saat Tasya terus saja bermain ponsel saat makan malam membuat jiwa kepo Dion meronta-ronta, jadi pada saat Tasya sudah tertidur ia mengecek ponsel gadis itu dan benar saja ternyata sepanjang makan malam Tasya saling bertukar pesan dengan Alex, walaupun Tasya hanya menjawab sekenanya saja tetap saja ada rasa kesal karena Tasya belum juga memblokir nomer pria itu. Terlebih Alex mengajak Tasya bertemu siang ini, walaupun Tasya tidak membalasnya Dion yakin Tasya pasti akan datang menemui Alex, karena tadi secara dadakan Tasya mengiriminya pesan yang mengatakan ia akan keluar sebentar untuk makan siang bersama dengan temannya, maka dari itu Dion pikir Tasya berbohong padanya dan pergi menemui Alex secara diam-diam.


" Kan udah gue bilang loe itu udah jatuh cinta sama Tasya, bilang lah! akuin perasaan loe biar Tasya tau loe itu sayang sama dia dan gak mau dia deket sama cowok lain. "


" Emang si kampret aja yang sok menyangkal perasaannya, takut banget berkomitmen lagi ! loe itu udah tinggal bareng sama Tasya, bobo bareng, ngapa-ngapain bareng gak mungkin, Dion kalo cuma nafsu doang, pasti lama kelamaan ada perasaan di dalamnya. " jelas Dean. Entah bagaimana lagi ia menyadarkan sahabatnya itu agar mau melangkah maju dan meresmikan hubungannya dengan Tasya.

__ADS_1


Jujur saja Dean dan Doni merasa sangat gemas dengan Dion yang tak kunjung mengakui perasaannya padahal jelas terlihat pria itu sudah mencintai Tasya. Mungkin salah mereka juga, Dion terlalu lama bergaul dengan iblis seperti mereka sehingga sulit sekali menyadarkan Dion sekarang.


Bahkan kelakuannya saja sudah lebih parah dari Dean dan Doni.


Dion membuka matanya masih dengan posisi yang sama, ia menatap langit-langit ruangan Dean dengan helaan napas panjang.


" Sok tau loe berdua! " balas Dion seraya menegakkan tubuhnya.


" Kalo loe gak cinta kenapa loe uring-uringan gak jelas si Tasya deket sama Alex. " sahut Doni cepat.


" Sadar Dion sampai kapan loe mau kaya gini, kalau loe gak mau ngakuin cinta loe sama Tasya jangan salahin dia kalau deket sama cowok lain yang bisa ngasih kejelasan dan kepastian sama dia. Daripada sama loe cuma di jadiin partner ranjang, udah gak jelas masa depannya yang pasti bakal suram nantinya. " oceh Dean.


Dengan perasaan kacau Dion pulang ke apartemennya saat waktu menunjukkan pukul 10 malam. Ia memasuki kamar melihat Tasya yang sudah tertidur pulas dengan hembusan napas teratur menandakan bahwa gadis itu sudah tertidur sejak tadi.


Dion melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai mandi ia memakai boxer saja lalu langsung masuk ke dalam selimut bergabung bersama Tasya. Memeluk tubuh gadis itu dari belakang dan mengecup puncak kepalanya dengan cukup lama.


" Kakak pulang jam berapa semalam? " tanya Tasya saat mereka sedang sarapan bersama.


" Jam 10, ada kerjaan yang harus segera di selesaikan semalam. " jawab Dion yang memang benar adanya, ia bekerja lembur bersama Dean semalam.


" Kok gak bangunin aku. " Tasya mengerucutkan bibirnya, padahal semalam ia ingin menunggu Dion sambil menonton drama kesukaannya tapi ia ketiduran karena lelah sejak siang sampai sore pergi bertemu dengan temannya.


" Aku gak mau ganggu kamu, pasti kamu capek kan habis jalan-jalan sama Alex. " sindir Dion yang membuat Tasya mengerutkan dahinya.


" Kapan aku jalan sama Alex? " tanya Tasya bingung, karena memang ia merasa tak pernah bertemu lagi dengan Alex sejak hari dimana ia menolak pria itu, hanya terkadang masih membalas chatnya walaupun sekedarnya saja, Tasya tak enak hati kalau harus memblokir nomor pria itu.


" Kemarin siang, aku lihat kok riwayat chat kalian. " ucap Dion datar. Nafsu makannya di pagi hari mendadak hilang karena membahas perihal ini, sejak tadi ia hanya mengaduk-ngaduk nasi goreng yang Tasya buatkan untuknya.

__ADS_1


" Hahahaha... " tawa Tasya seketika pecah, lucu sekali pikirnya melihat Dion cemburu seperti ini.


" Kenapa malah ketawa gitu, gak ada yang lucu ya! kamu itu udah melanggar perintah aku untuk yang kedua kalinya, Tasya. " Dion geram melihat Tasya yang malah tertawa tanpa henti seperti sedang mengejeknya. Tak merasa bersalah sama sekali, pikir Dion.


" Ya aku ketawa lah, orang kamu lucu. " Tasya mencoba menghentikan tawanya dan menjelaskan pada Dion apa yang sebenarnya terjadi. "nih denger aku ya, aku memang ketemu sama temen aku kemarin siang, namanya bukan Alex melainkan Kartika, dia temen aku SMA yang kuliah di jogja dan dia lagi pulang kesini, terus ngajak ketemu. Kan kamu lihat sendiri waktu Alex chat ngajak ketemu aku kan gak bales. "


" Tapi aku gak lihat ada nomer lain chat kamu, siapa kamu bilang? kartika? gak ada nama itu ngajak kamu ketemu. " Dion masih penasaran, ia belum sepenuhnya percaya pada ucapan Tasya sebelum melihat buktinya.


" Nih baru aku save nomer nya. " Tasya memperlihatkan layar ponselnya pada Dion. "Kemarin dia nelpon ngajak ketemu siangnya, makanya aku pun baru ngabarin kamu dadakan kan pas siang, emang gak ada niat keluar tadinya."


Tasya membuka galeri ponselnya dan memperlihatkan foto dirinya bersama kartika kemarin siang. " Masih belum percaya? apa perlu aku telepon Kartika dan Alex? biar kamu tau aku perginya sama siapa kemarin. "


" Iya aku percaya, tapi awas kalau sampai kamu ketemu sama Alex lagi atau cowok manapun! " titah Dion.


" Cie yang lagi cemburu gemesin banget sih jadi pengen cium. " awalnya ingin menggoda Dion saja, tapi seperti nya Tasya lupa dia berhadapan dengan siapa, di pancing seperti itu jelas membuat Dion bagaikan di terpa angin segar. Pria itu tersenyum menyeringai bangkit dari duduknya menghampiri Tasya.


" Kak-kamu mau apa? " Tasya panik bukan main, menyesal sekali dia memancing Dion seperti itu, Tasya baru ingat iman Dion itu setipis benang jahit jadi pantang untuk di goda.


" Mau kamu. " ucap Dion dengan mata yang sudah di liputi gairah.


Dion menggendong tubuh Tasya, membawa gadis itu ke kamar, ya mau bagaimana lagi toh menolak juga percuma, Tasya hanya bisa pasrah saat Dion memulai aksinya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.

__ADS_1


__ADS_2