
Saat itu Dean menghadiri ulang tahun sang mantan yang bernama Nadia, sebenarnya saat itu Dean menolak untuk ikut, karena acara itu diadakan di sebuah Villa di bali yang mana ia harus meninggalkan Alenka, karena gadis itu tak bisa ikut dengannya. Karena merasa tak enak pada Tommy yang juga adalah sepupu Nadia maka dari itu Dean mau menuruti permintaan Tommy tentu atas ijin Alenka saat itu. Alenka bukan tipe gadis yang suka mengatur, ia percaya pada Dean sepenuhnya. oleh sebab itu Alenka memberi ijin, apalagi sahabat Dean seperti Tommy dan Doni pun ada di sana.
Dean yang awalnya menolak saat Tommy memberinya minuman beralkohol itu, mau tak mau ikut minum juga bersama Tommy dan Doni, hingga akhirnya Dean mabuk, saat Dean mulai mabuk berat, Nadia membawanya ke sebuah kamar yang ada di sana, tanpa sadar Dean mengikuti kemana Nadia membawanya, sampai akhirnya Nadia mendaratkan bibir nya ke bibir Dean. Ciuman memabukkan di bawah pengaruh minuman beralkohol itu pun tak bisa Dean hindari, apa lagi yang ia lihat di depannya saat ini adalah Alenka sang kekasih. Pintu kamar yang Nadia sengaja biarkan terbuka membuat Tommy dengan mudah mengabadikan kejadian itu setelah itu mengirim foto yang dia ambil kepada Alenka.
Tapi sayang baru sebentar merasakan ciuman itu tiba-tiba Dean mendorong Nadia hingga jatuh tersungkur ke lantai. bahkan sebenarnya Tommy juga merekam kejadian saat Dean dan Nadia berciuman juga saat Dean tiba-tiba mendorong Nadia, semua tersimpan di ponselnya tapi hanya foto yang Tommy kirimkan ke Alenka karena memang niat Tommy adalah memisahkan Alenka dan Dean, dia memanfaatkan sepupunya sendiri yang juga masih menyukai Dean untuk melakukan cara licik seperti ini.
Dean yang tiba-tiba teringat sang kekasih refleks mendorong Nadia begitu saja. otak nya masih bisa berfungsi dengan baik, Dean keluar dari kamar itu dan Tommy bergegas bersembunyi.
Dengan jalan yang masih sempoyongan Dean menghubungi supir pribadi nya untuk menjemputnya di Villa milik Nadia dan membawanya pulang ke hotel. setelah kejadian itu Dean terbangun di kamar hotel dengan kepala yang terasa amat pusing, dia ingat Tommy dan Doni mengajaknya minum lalu ia mabuk, tapi sayang ia tak ingat sama sekali perihal ciuman dengan Nadia. Dean hanya mengingat sekilas ia mendorong tubuh Nadia. Entah apa yang terjadi Doni tak tau begitu pun Tommy yang memilih berpura-pura tak tau saat Dean menanyakan kejadian kemarin dan alasan ia mendorong Nadia.
kembali ke masa kini, seorang wanita mabuk yang sudah Dean antarkan ke kamarnya tak henti meracau tidak jelas, padahal Dean masih penasaran apa yang terjadi saat di masa lalu, tapi melihat keadaaan Alenka yang kacau membuat Dean tak lagi melanjutkan pertanyaannya pada Alenka karena gadis itu tak bisa di ajak bicara serius.
Bahkan saat ini, saat Dean ingin keluar dari kamarnya Alenka malah mengalungkan tangannya ke leher Dean dengan cepat gadis itu mencium Dean secara tiba-tiba entah keberanian dari mana melihat Dean di depannya membuat Alenka ingin sekali mencium mantan kekasihnya yang semakin tampan itu.
__ADS_1
Mendapat perlakuan seperti itu membuat Dean terbelalak apalagi saat Alenka ******* bibir itu dengan penuh naf*su, akal sehatnya menyuruhnya menghindar. Tapi Alenka yang terus saja ******* bibir Dean dengan lembut membuat hasrat pria itu terpancing, persetan dengan Tommy. Alenka terlanjur membangkitkan gairahnya, menolak pun sangat tak mungkin. Apalagi Dean sudah terbiasa dengan hal semacam ini, jam terbangnya yang sudah pro ditambah imannya yang sangat lemah membuat Dean tak bisa lagi menahan, bahkan kini Dean membalas ciuman itu dengan sangat menggebu.
Menikmati bibir Alenka yang sudah lama tak ia rasakan, masih sama seperti dulu kaku dan belum pro seperti dirinya, membuat Dean berpikir bahwa selama ini Alenka belum pernah lagi melakukannya selain dengan dirinya, dia yakin Tommy pun belum pernah merasakan manisnya bibir Alenka.
Sejenak Dean melepaskan tautan bibirnya.
" Jangan menyesal setelah ini. " Bisik Dean di telinga Alenka, mana Alenka sadar Dean bicara apa toh sekarang dia pun sama bergairahnya seperti Dean, terlebih sentuhan-sentuhan lembut Dean yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya membuat Alenka merasa melayang.
Dean memberi kecupan di setiap inci tubuh Alenka sementara gadis itu merasa nikmat yang luar biasa karena sentuhan lembut itu, baru pemanasan, tapi Alenka di buat tak bisa berhenti terus mendessah menyebut nama Dean.
" Mmmmhhhh , kak." Alenka hanya bisa melenguh sambil tangannya meremas rambut Dean. Alenka yang mabuk semakin mabuk dibuatnya, rasanya begitu nikmat merasakan mulut Dean yang terus bermain di puncak dadanya.
Dean tak bisa lagi menahannya, di rasa Alenka cukup basah, Dengan perlahan Dean mulai memasukki ladangnya. jeritan dan air mata yang keluar menandakan bahwa ini pertama kalinya Alenka melakukannya, sakit luar biasa saat ini tapi semakin lama semakin Alenka menikmatinya perih bercampur nikmat yang Dean ciptakan membuatnya merasa melayang ke angkasa. entah berapa kali mereka melakukannya Dean dan Alenka sama sekali tak ingat.
__ADS_1
Alenka terbangun jam 4 pagi merasakan seluruh tubuhnya remuk, dan sakit dibagian intinya. Dia terkejut saat menoleh ke samping ada seorang pria yang masih terlelap dengan nyenyak nya. Alenka panik luar biasa mencoba mengingat apa yang terjadi semalam terlebih melihat tubuh nya polos saat ini hanya di tutup oleh selimut, ingatan-ingatan kecil sekilas melintas di pikirannya bagaimana ia memulai lebih dulu mencium Dean dengan rakus.
" Bodoh Alenka bodoh, kenapa kamu bisa mabuk. " Alenka terus saja memukul kepalanya menyalahkan dirinya sendiri. Malu yang luar biasa dengan tingkah liarnya semalam membuat Alenka langsung bergegas merapikan semua barangnya ke koper, dengan perlahan tanpa suara dia melakukan semua itu, walaupun sakit dibagian intinya, dengan sekuat tenaga ia tahan. Alenka hanya berpikir untuk kabur saat ini. Ia ingin sendiri tak ingin bertemu dengan Dean dulu karena Alenka belum siap membicarakan hal ini terlebih dia sangat malu dengan tingkahnya semalam, bagaimana mungkin ia bisa menggoda mantannya dengan nakal, pikir Alenka .
jam 5 pagi Alenka meninggalkan Dean yang masih tertidur pulas, ia bahkan tak terganggu dengan suara-suara kecil saat Alenka membereskan barang bawaannya. Sepertinya Dean sangat lelah setelah bertempur semalam dengan Alenka.
Saat matahari mulai menyapa, Dean terbangun jam 8. Tangan nya meraba ke arah samping tapi ia merasa ranjangnya kosong tak ada lagi wanita yang semalam tidur dengannya. Sontak membuat mata Dean terbuka lebar. " Al, kamu dimana? "
Dean bangun dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna. Dia berjalan menuju kamar mandi tapi sayang wanita yang dicarinya tak ada.
" Sial, dia pikir gue gigolo apa. Udah puas di tinggal gitu aja. Awas kamu nanti Alenka berani-beraninya kabur begitu aja. kamu harus bertanggung jawab sama semua yang kamu lakukan semalam. " ucap Dean tersenyum menyeringai.
.
__ADS_1
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...