
Lengkap sudah kebahagiaan Dean, tak ada yang lebih membuatnya bahagia selain memiliki istri yang ia cintai sejak masih SMA ditambah lagi kehadiran jingga yang membuat hidupnya terasa semakin sempurna.
" Makasih ya Al, sudah mau kembali sama aku bahkan bersedia melahirkan anak ku dan terima kasih juga sudah menerima masa laluku yang buruk, Terima kasih sayang." ungkap Dean yang tak habis-habis berterima kasih pada Alenka.
" Gak perlu berterima kasih Kak, aku pun bahagia saat ini , terlepas dari semua yang pernah terjadi dulu. Saat ini kalian segalanya untuk aku." timpal Alenka.
" Oh iya Dion kapan nikah?" tanya Alenka lagi sambil meletakkan jingga ke dalam box bayi di samping ranjangnya. Satu minggu yang lalu Alenka dan jingga sudah keluar dari rumah sakit dan Kini mereka sudah berada di rumah.
" Kata nya satu bulan lagi sesuai maunya tasya. Aku bingung deh tasya ngebet banget pengen punya anak sampai nikahnya buru-buru gini , bahkan katanya cukup akad nikah yg dihadiri keluarga saja tak apa, yang penting mereka cepat menghalalkan hubungannya." ucap Dean.
Memang bagus lebih cepat lebih baik ketimbang mereka tinggal bersama dan terus bergelud di ranjang tanpa ikatan pernikahan, tapi yang membuat Dean bingung, Tasya sangat ingin punya anak sementara perjalanan kuliah nya saja masih panjang. Sejak awal Tasya sudah berkata ia ingin fokus dulu pada kuliahnya tapi secepat itu juga Tasya berubah pikiran hanya karena melihat Jingga.
" Ya bagus dong, kan lebih cepat lebih baik. Kita do'ain aja semoga niat baik mereka berjalan lancar. " sahut Alenka yang kini sudah merebahkan tubuhnya di samping sang suami.
" Eemm, sayang. Masih lama ya? " tanya Dean. Sungguh wajahnya sangat menggemaskan saat ini. Alenka ingin sekali mencium suaminya itu tapi ia takut hal itu akan membangkitkan sesuatu di bawah sana dan ia tak mau kalau harus bertanggung jawab untuk membuat junior Dean muntah-muntah . Bukan Alenka tak mau memanjakan suaminya tapi sekarang dia sangat lelah dan mengantuk.
" Masih lama apa nya? " Alenka pura-pura tidak tau maksud pertanyaan Dean. Lucu juga menggoda sang suami yang sedang menahan hasratnya mati-matian, baru seminggu tapi suaminya sudah uringa-uringan setiap malam.
" Itu nya" Dean mengarahkan tangannya kebagian bawah sang istri, membuat Alenka langsung menepuk tangan suaminya.
" Masih lama kak, ini baru seminggu. Tiap malam yang ditanya udah apa belum mulu. " gerutu Alenka. Ia ingin tidur tapi suaminya terus saja merengek seperti anak kecil.
" Lama banget sayang, gak bisa di percepat aja apa? nanti kelamaan gak di keluarin susu kental manis aku basi gimana? " ujar Dean dengan wajah yg lesunya.
" Mana ada basi, ngarang aja kamu tuh. Tapi kalo emang basi kan tinggal di ganti yang baru. " tawa Alenka pecah, ia sampai lupa bahwa sang putri baru saja tertidur.
Dean mengubah posisi nya menindih sang istri yang berani berkata seperti itu, ia tau Alenka hanya bercanda, tapi ia justru punya ide jahil untuk menghukum sang istri.
" Eh eh mau ngapain? jangan macem-macem ya kak. " protes sang istri.
" Kamu yang udah berani macem-macem ngomong kaya gitu. Sekarang kamu harus tanggung jawab karena aku gak mau punya aku jadi basi dan kamu malah ganti yang baru. " ucap Dean kemudian memulai aksinya mengecup leher jenjang sang istri.
" Gak kak, aku bercanda sumpah! Aku gak akan ganti yang baru kok biarpun itu basi sekalipun. " Alenka berusaha menghentikan aksi suaminya tapi Dean terus saja membangkitkan gairahnya. Dean bahkan menjilaat ujung bukit kembar Alenka tanpa menghissapnya.
" Yuuk sayang, dikeluarin dulu. " kata Dean sambil menaik turunkan alisnya. Mau tak mau Alenka menuruti sang suami yang sedang ingin di manjakan.
...----------------...
Hari pernikahan pun tiba, semua keluarga dan sahabat dekat mereka datang berkumpul untuk menyaksikan kebahagiaan Dion dan Tasya. Dengan satu kali tarikan napas Dion mengucapkan Ijab Qabul dengan lancar tanpa kendala.
Sedih sudah pasti di rasakan oleh Tasya yang sudah tak memiliki orang tua, tapi ia bersyukur karena sekarang ia memiliki keluarga baru, orang tua Dion sangat baik dan sangat menyayangi nya layaknya putrinya sendiri, mungkin karena Dion adalah anak tunggal jadi orang tua nya sangat senang mendapat menantu seperti mendapatkan anak untuk mereka.
__ADS_1
Setelah selesai sungkeman kini semua keluarga dan juga para sahabat berkumpul bersama pengantin baru tersebut.
" Iihhh akhirnya kawin juga. " ucap Anzel sang sahabat yang datang bersama Violetta sang istri.
" Kawin mah udah, Zel. Nikahnya aja yang baru. " sahut Dean menimpali sang sahabat.
Violetta yang tadinya berdiri di samping sang suami pun memilih pergi dari pada mendengar ocehan mereka yang tak ada faedahnya, ia memilih bergabung dengan Kyara sang kakak ipar dan juga para pawang lainnya. Sementara para suami berkumpul bersama Dion.
" Parah, Dion diem-diem nakal ya. Kebanyakan ikutin ajaran Dean sama Anzel sih. " celetuk Kean, kakak ipar Anzel. " Lah loe kapan nyusul Kal?" tanya Kean pada mantan rivalnya tersebut, yang saat ini sedang duduk di sebelahnya.
" Nungguin Kheva gede aja, siapa tau dia jodoh gue. " ucap Kalan asal ceplos, yang langsung mendapat pukulan di kepalanya dari Kean.
" Sembarangan aja kalau ngomong, ogah ya gue punya menantu tua bangka kaya loe. " kesal bukan main Kean, mendengar Kalan ingin menjadi jodoh dari putrinya, meskipun sebenarnya itu hanya candaan Kalan tetap saja dia kesal luar biasa.
" Parah, gak dapet emaknya ngincar anaknya. " sindir Dion yang ikut buka suara. " Bae-bae bang Ke. Bilang amit-amit bang Ke, Omongan adalah doa, nanti beneran punya menantu Kalan loh." ucap Dion yang membuat Kean mendadak gusar dan langsung mengikuti apa yang dikatakan Dion.
" Amit-amit. " Kean terus saja mengatakan itu.
" jangan sampai jodoh kheva bujang lapuk macam Kalan. " batin Kean.
" Widih, yang udah SAH mah auranya beda banget, emang beda ya pengantin baru rasa lama. " ucap Dion yang baru saja hadir, karena ada drama dengan sang istri hanya karena perkara baju yang di kenakan Angel.
" Baru dateng lagi loe ! temen macam apa! gue udah Ijab Qabul dia baru nongol. " sindir Dion.
" Kok rasa lama?" tanya Kean yang tak mengerti ungkapan Doni.
" Kan doi unboxing duluan, jadi pas udah nikah mah malam pertama nya rasa lama. " jelas Doni yang langsung membuat tawa mereka berlima pecah seketika.
Tapi tidak dengan Dion yang wajahnya terlihat kesal. " Brengssek! " umpat Dion. " Sama aja kan kaya loe dan Angel, pengantin baru rasa lama. " sindir balik Dion. Yang membuat Doni mengusap tengkuknya salah tingkah.
" Cih gak sadar diri! " celetuk Kalan.
" Jangan lupa matiin hape loe, nanti pas malam pertama di ganggu sama dua curut ini. " tunjuk Anzel pada Dean dan Doni.
" Oh tentu saja kalau itu mah, gue gak akan biarin ini orang berdua drama di malam pertama gue sebagai pasangan halal. " Dion tersenyum menyeringai ia sudah menyusun rencana agar para sahabatnya itu tak ada yang mengganggu malam pertamanya.
" Curang ya loe, yang ngerusak malam pertama gue sama Angel siapa? loe yang banyak drama. " sahut Doni tak terima. Bagaimana bisa ia melupakan kejadian itu, bisa di bilang ia masih kesal karena kejadian itu Angel merajuk padanya beberapa hari dan membuatnya libur cukup lama.
" Emang harus bales dendam kayanya loe Don, biar dia gak berhasil malam pertama kaya loe sama Angel . " kata Dean memanas-manasi.
" Gak usah biarin aja, nanti juga pasti gak bakal jadi malam pertamanya. " sahut Kean dengan sangat yakin.
__ADS_1
Malam hari pun tiba, semua keluarga dan juga para sahabat pun sudah pulang meninggalkan pengantin baru rasa lama tersebut.
" Kamu mau ngapain kak. " ucap Tasya saat tubuhnya di gendong ala bridal style menuju ranjang.
" Kamu pasti capek kan sayang? aku bikin enak ya biar capeknya ilang. " Dion menaik turunkan alisnya, ia sedang merayu Tasya yang sejak seminggu ini tak bisa ia sentuh. Karena Tasya selalu menolaknya dengan alasan lelah dan mengantuk.
" Aku capek banget kak, ngantuk. " keluh Tasya yang benar-benar merasa tubuhnya lebih cepat lelah akhir-akhir ini.
" Mau malam pertama dulu sayang, kan udah seminggu ini si elang gak ngerasain kehangatan." ucap Dion dengan wajah memelas.
Tasya yang tak tega pun akhirnya mengiyakan keinginan sang suami. Dion dengan cepat membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya hingga ia terlihat polos seperti bayi yang baru lahir, begitupun pakaian yang di kenakan sang istri, dengan telaten dan penuh kesabaran ia buka satu persatu kancing kebaya tersebut hingga akhirnya kini ia bisa melihat tubuh polos Tasya tanpa sehelai benang pun, Gairah nya mendadak berlipat ganda bahkan hanya dengan melihat tanpa menyentuh si elang kebanggaannya sudah berdiri dengan gagah, terlebih tubuh Tasya semakin berisi terutama di bagian dada dan bokongnya.
Baru saja Dion mendekatkan wajahnya dan ingin mencium bibir tipis Tasya tiba -tiba...
" Kak sebentar... "
" Kenapa lagi sayang. Ini si elang udah gagah banget minta di angetin. " ucap Dion mendadak gusar melihat raut wajah sang istri. jangan sampai ia gagal malam pertama seperti para karakter pria yang ada di novel ini dan novel sebelumnya.
" Jangan-jangan mereka semua lagi pada do'ain gue biar gagal malam pertama, biar senasib sama mereka dulu. " batin Dion
" Perut aku gak enak, kak. "
" Yaudah kita main cepet aja deh, gak usah lama-lama pemanasannya. " setelah berkata begitu Dion langsung melanjutkan aksinya, mulai dari mencium bibir Tasya, lalu berpindah ke leher kemudian mulutnya yang nakal itu bermain di puncak gunung kembar Tasya hingga membuat wanita yang baru saja di halalkannya itu mendessah nikmat.
Baru saja menikmati nya sebentar tiba-tiba Tasya mendorong kepala Dion yang masih berada di dadanya . " Kenapa lagi sih sayang, baru juga sampai puncak udah di suruh berhenti aja. "
" Awas.. "
" Kenapa? "
.
.
oooeeekkkkk
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
END
Maaf baru up, karena aku lagi ngurusin novel ku yang lain.. Terima kasih semua untuk dukungannya maaf kalau kurang berkenan dan kurang sempurna 🙏🙏🙏
__ADS_1
nanti kan novel selanjutnya ya guys, mungkin bulan depan baru aku rilis. ❤