Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Penolakan


__ADS_3

Dean yang baru saja keluar dari toilet mendadak panas melihat pemandangan di depannya. "Brengssek! " Ia bergegas berjalan ke arah mejanya.


" Ehem... " lalu tanpa pernah di duga, sebuah suara deheman dari samping mereka tiba-tiba menginterupsi ajang reunian kedua mantan kekasih itu.


Alenka terkejut, Dean datang. Ia hanya bisa tersenyum canggung, pasti Dean akan berpikiran yang macam-macam kalau Alenka tidak menjelaskan lebih dulu tentang Tommy yang kini duduk bersama dengannya.


" Loe di sini? " tanya Dean dingin, ia langsung mengambil posisi duduk di sebelah sang istri.


Alenka sudah bisa menebak, ia cukup paham dengan perangai Dean yang pendendam . Meski sudah berlalu tetap saja ia bersikap dingin pada Tommy, padahal jelas mereka dulu bersahabat. Tapi sepertinya sang suami masih belum bisa memaafkan Tommy.


Tommy yang berada di hadapannya cukup paham dengan Dean yang terlihat tak nyaman dengan kehadirannya.


" Doni juga sahabat gue, jadi dia undang gue buat datang ke acara pernikahannya, gue gak sengaja liat Alenka tadi jadi ya gue cuma sekedar menyapa. " jelas Tommy karena tak ingin Dean salah paham dengan niatnya.


" Ooohhh.. " Dean malas berlama-lama di sana, terlebih melihat interaksi sang istri dengan mantannya, hatinya benar-benar panas. Dean seorang pria, ia tau tatapan Tommy pada Alenka masih belum berubah, mantan temannya itu jelas masih memiliki perasaan pada sang istri.


" Balik ke hotel yuk sayang. " ajak Dean. " Kamu harus istirahat, pasti capek banget kan. "


" Yaudah aku duluan ya mas. " Alenka dan Dean beranjak dari duduknya. Begitu pun dengan Tommy.


" Hati-hati ya Len, semoga kamu selalu bahagia. " ucap Tommy refleks mengelus lengan Alenka.


Dean yang melihat itu mendengus kesal, maen elus-elus aja, gak lihat apa di sebelahnya ada suaminya, batin Dean . Kalau saja bukan di restoran milik kenalannya, mungkin ia akan memberi bogem mentah pada pria itu. Tapi Dean masih tau diri tak ingin membuat keributan di restoran milik temannya itu, ia tak ingin membuat pengunjung lain merasa tak nyaman.


Setelah masuk ke dalam mobil kini giliran Alenka yang tersenyum meledek ke arah suaminya.


" Marah ya? " tanya Alenka santai, ia seperti tengah membalas dendam pada sang suami.


Harus kah di jawab? wajahnya sudah masam seperti ini, kenapa juga istrinya itu masih bertanya marah atau tidak, matanya tertutup batu atau bagaimana, pikir Dean.

__ADS_1


Dean mengedikan bahunya santai sambil memutar stir mobilnya. " Kamu pikir aja!"


" Ciye, cemburu nih ceritanya?"


" Dia ngelus lengan kamu seenaknya di depan aku kaya gitu, gimana aku gak cemburu. Emang dia siapanya kamu? pacar bukan, keluarga bukan maen pegang- pegang aja. "


Alenka bisa melihat mode serius dari wajah Dean.


" Aku kan juga gak tau kak dia bakal ngelakuin hal itu. Jadi aku gak bisa menghindar. "


" Aku gak suka kamu deket-deket sama Tommy lagi, atau pria manapun. Kalau ketemu pura-pura aja gak kenal ! Inget kamu udah punya suami dan sebentar lagi bakal punya anak, jadi jaga sikap kamu. "


" Iya- iya maaf, kamu juga harus jaga sikap di depan klien kamu terutama yang cewek-cewek, apalagi yang suka pake baju dengan belahan kemana-mana, pamer gunung, pamer paha pula. "


" Aku akan selalu ingat bahwa ada bidadari dan malaikat kecil yang akan selalu nunggu aku dirumah jadi aku gak akan mungkin mau melakukan kebodohan yang akan membuat aku kehilangan kalian. "


.


Hari yang di nanti pun tiba, kini mereka sedang menyaksikan pernikahan Doni dan Angel yang penuh dengan kehangatan. Di hadapan semua orang Doni mengucapkan janji suci untuk hidup berdampingan dengan sang istri seumur hidupnya.


Tak di sangka seorang Doni yang kelakuannya sama persis seperti Dean akhirnya bisa tobat juga, memang benar mereka akan tobat kalau sudah menemukan pawangnya.


" Mau juga gak kaya gitu? " tanya Dion pada Tasya yang duduk di sebelahnya.


Tasya mengerutkan alisnya. " Maksudnya ciuman? di tempat umum? kalau mereka kan pengantin, lah kita gak tau tempat banget kak kalau ciuman di sini. " oceh Tasya yang merasa pertanyaan Dion sangatlah konyol.


Dion memang bertanya tapi bukan perihal ciuman yang ia maksud , salahnya juga bertanya saat Doni dan Angel tengah berciuman jadi Tasya pikir pertanyaan Dion mengarahkan ke hal yang sedang dilakukan Doni dan Angel.


" Maksud aku bukan itu, Sya. Tapi pernikahannya. Kamu mau gak nikah kaya gitu. " tanya Dion lagi.

__ADS_1


" Ya enggak lah kak, masa nikah di hadapan pendeta gitu, aku mah nikahnya di hadapan penghulu lah kak. " oceh Tasya yang kesal sendiri dengan omongan Dion yang sedari tadi sangat tidak jelas menurutnya.


Salah lagi, Dion menghela napas frustasi benar-benar gadis di hadapannya ini menguji kesabarannya. Dion menarik napas dalam sebelum kembali bertanya pada Tasya.


" Kamu mau nikah gak sama aku. " singkat, padat dan jelas. Kata-kata itu bukankah lebih sederhana dari pada memberi pertanyaan yang muter-muter seperti tadi, bahkan sampai membuat Tasya salah mengartikannya sejak tadi.


Tasya membulatkan matanya, otaknya masih memproses maksud dari kata- kata Dion barusan. Menikah? apa pria ini sedang melamarnya, pikir Tasya.


" Kamu kenapa ngajak aku nikah? "


" Ya dari pada kita ngelakuin dosa terus, lebih baik menikah kan? Jadi halal mau ngelakuin seumur hidup pun gak masalah. " jawab Dion dengan entengnya.


Astaga ! ingin sekali. Tasya memukul kepala pria di sebelahnya ini, setelah sekian lama kini ia baru sadar telah melakukan dosa? dari dulu kemana saja, apa otaknya berhenti berfungsi kemarin- kemarin. Tapi bukan jawaban itu yang Tasya ingin dengar ada hal lain yang ia harapkan keluar dari mulut Dion. " Hanya karena itu? "


" Iya, menikah kan ibadah bukan kah lebih bagus kalau kita melakukannya. "


Jawaban yang benar-benar tidak memuaskan hati Tasya. " Aku gak bisa kak. " Tasya menolak karena menurutnya Dion ingin menikahinya hanya karena tubuhnya saja, agar Dion bisa menikmatinya seumur hidupnya, pikir Tasya .


" Loh kenapa? bukannya menikah lebih baik dari pada hanya menjadi partner ranjang, Sya. " Dion kehabisan kata-kata, ia terkejut Tasya menolak niat baiknya.


" Aku masih kuliah kak dan belum siap menikah, aku pengen fokus sama kuliah ku dulu. " Tasya mencoba mencari alasan yang paling masuk akal, ia bukan ingin menolak, tapi masih ada yang mengganjal hatinya, apa Dion mencintainya atau hanya menginginkan tubuhnya saja agar tak di miliki pria lain, apalagi Dion masih saja terus khawatir kalau Alex akan kembali mendekatinya. Jujur saja Tasya takut kalau Dion menikahinya hanya karena tubuhnya, ia khawatir saat Dion bosan dengannya pria itu akan membuangnya begitu saja.


" Kan bisa kita menikah dan kamu tetep kuliah, aku gak akan larang kok, kalau pun kamu belum mau punya anak supaya bisa fokus kuliah aku juga gak masalah. " jelas Dion.


" Maaf, aku tetep gak bisa kak. "


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


.


__ADS_2