Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Bertemu Calon mertua


__ADS_3

Hari yang di nantikan pun tiba, Jantung Alenka berdegup kencang saat sampai di kediaman orang tua Dean. Ia takut orang tua Dean sama dengan orang tua Tommy yang tidak menyukainya.


" Kak, pulang aja deh. Kalau mereka gak suka sama aku gimana? " Alenka masih bergeming di dalam mobil, ia belum berani untuk turun. Padahal sejak 30 menit yang lalu mereka sudah sampai.


" Ayolah sayang! orang tua ku tidak seperti itu. Mereka akan menyukai apapun pilihan ku. Kamu tenang aja ya, kan ada aku bahkan ada Kalan juga di dalam. " Dean berusaha meyakinkan sang kekasih bahwa semua nya akan baik-baik saja.


" Tapi kak, aku..... "


Dean mengelus rambut sebahu Alenka dengan lembut sambil berkata. " Udah tenang, sekarang turun ya. Mama dan Papa pasti udah nunggu kita. Gak enak kelamaan di dalam mobil gini, nanti di kira kita lagi beradegan 21+, emang kamu mau di nikahin malam ini juga. Kan malu sayang. "


Alenka menganggukkan kepalanya, mau bagaimana lagi, sudah sampai di sini tak mungkin ia mundur atau kabur. Apa yang akan orang tua Dean pikirkan nanti kalau sampai dia melakukan hal seperti itu. Ia menarik napas dalam sebelum membuka pintu mobil. tenang Al, semua pasti baik -baik aja, batin Alenka.


Alenka keluar dari dalam mobil sambil menerima uluran tangan Dean.


" Hallo anak papa, akhirnya tobat juga ya. " sapa papa Brian saat melihat anak keduanya masuk ke dalam rumah, kemudian memeluk anak nakalnya itu yang sudah lama tak pulang ke rumah.


Dean hanya bisa mendengus kesal mendengar sapaan aneh sang papa. Malas menanggapi omongan sang papa Dean memilih mengenalkan Alenka pada papanya. " Kenalin Pah, ini Alenka yang aku ceritakan."


Alenka memperkenalkan diri seraya mencium punggung tangan Papa Brian.


" Ya ampun cantik dan sopan begini, kok mau sih sama Dean? Dia kan banyak minus nya. " ceplos papa Brian tanpa rasa bersalah, seakan Dean tak ada di sana, seenaknya saja berkata seperti itu, pikir Dean.


Dean seketika mendelik menatap Papa nya yang kini cengar cengir menatap Dean.


" Eeemm itu om, waktu itu aku khilaf makanya mau sama Dean. " jawab Alenka nyeleneh.

__ADS_1


Dean sampai terbelalak mendengar jawaban Alenka, bagaimana mungkin wanita itu menjawab asal seperti itu, pikir Dean. Habis sudah harga dirinya, Alenka dan papanya sama saja.


" Wah kamu belum sadar ya saat itu, mungkin kamu belum wudhu kali pas melihat Dean, makanya jadi khilaf gini. " Papa Brian memang sangat suka bercanda apalagi kalau menyangkut Dean, menggoda anak keduanya hingga kesal itu adalah salah satu hobby nya sejak dulu.


" Iya om kayanya aku mabuk waktu itu , pas besok nya udah sadar ya mau gimana lagi udah terlanjur khilaf jadi terima aja deh." kekeh Alenka. Dia senang sekali ternyata papa Dean sehumoris ini, tak seperti yang ia bayangkan saat di mobil tadi, Alenka senang dan merasa nyambung untuk mengejek Dean, tapi tidak dengan Dean pria itu kini merengut kesal melihat keduanya malah terus-terusan mengejeknya.


Alenka menceritakan fakta yang sebenarnya dengan candaan, tapi Papa Brian menganggap omongan Alenka adalah bentuk candaan semata karena hanya ingin meledek Dean, tapi walaupun maksud pembicaraan mereka berdua berbeda tapi dalam hal mengejek Dean semua bisa menyambung menjadi satu meski arah pembicaraan Papanya dan Alenka tak sama, tak mungkin kan Alenka dengan gamblang berkata pada calon mertuanya kalau Dean sudah menidurinya saat mabuk, maka dari itu Alenka mengejek dan menyindir Dean lewat candaan dengan papanya.


Mama Sherlin yang baru selesai menyiapkan makan malam langsung menghampiri ketiganya.


" Papah nih, kok ngajak ngobrol sambil berdiri, bukannya di suruh duduk, kan kasian Alenka capek berdiri terus gini. Ajak masuk dong Pah. "


" Lah ini udah masuk mah, mau masuk kemana lagi. " ucap Papa Brian bingung sendiri dengan perkataan sang istri.


" Si Papah ya, ini kan berdiri masih di depan pintu. Ajak ke dalam lah Pah ke meja makan, kan kita undang Alenka ke sini untuk makan malam, bukan mau ghibahin si anak nakal ini. Lagian semua orang juga tau Pah, kalau Dean mah emang minus semua kelakuannya, jadi tanpa Papa jelaskan Alenka pasti sudah tau, ya kan Al? " kata Mama Sherlin.


Dean semakin kesal, ia pikir kedatangan sang mama ingin menyelamatkan harga dirinya yang jadi bahan ledekan sang Papa dan juga kekasihnya, tapi sayang mama nya malah ikut- ikutan untuk mengejeknya.


" Kapan makan nya kalau diri di sini terus. " ketus Dean.


" Oke, yuuk Al kita ke meja makan. " ajak Mama Sherlin sambil menarik pelan tangan Alenka. Bahagia sekali Mama Sherlin melihat Dean membawa calon istrinya, akhirnya ia bisa bernapas lega karena sang putra yang sangat nakal itu sekarang sudah menemukan pawangnya.


" Kalan mana Mah? ko gak keliatan? " tanya Dean karena sejak kedatanganya tadi ia tak melihat batang hidung kakaknya itu.


" Lagi di kamarnya. Biar mama panggil dulu. " Mama Sherlin berjalan menapaki tangga menuju lantai dua dimana kamar Kalan berada.

__ADS_1


" Loh, Al. kamu potong rambut." tanya Kalan saat sudah bergabung di meja makan.


" Oh iya mas, soalnya rambut ku udah terlalu panjang jadi Dean suruh potong. Dia takut melihat rambut aku yang panjang banget, katanya mirip kunti. " ucap sambil mengerucutkan bibirnya.


" Tapi dengan rambut pendek gini, kamu semakin terlihat cantik, lebih fresh wajah kamu malah kaya anak SMA Al . " puji Kalan.


" Oh ya? berlebihan deh, tapi makasih pujian nya." ucap Alenka tersenyum manis.


Tanpa keduanya sadari, wajah Dean berubah menjadi masam mendengar Kalan memuji kekasihnya terlebih Alenka tersenyum sangat manis pada Kalan, bahkan kini Kalan langsung mendapat tatapan tajam dari sang adik.


" Dasar posesif, cuma bilang cantik aja gak boleh. " cibir Kalan. Masih saja cemburu, pikir Kalan. Padahal ia sudah memberitahu Dean bahwa Alenka hanya sekedar adik untuknya sama sekali tak ada perasaan spesial.


" Oh iya, Kal kamu kapan bawa cewek kerumah. " tanya sang Papah.


" Apa mau mama jodohin, Kal. Sama anaknya temen Mama. " timpal Mama Sherlin.


" Duh, Mah. Stop main jodoh-jodohan deh, Mama udah kaya biro jodoh tau gak." sahut Dean yang sering di buat pusing akibat perjodohan yang mamanya rencanakan dulu. Entah dari mana Mama nya mendapat banyak stok anak gadis orang, sampai dia harus sering mengikuti kencan buta dengan berbagai macam gadis pilihan sang Mama.


" Ya abis, punya anak laki dua tapi gak ada yang bener, yang satu gak pernah bawa cewek, yang satu lagi sering ganti cewek mulu. Mama pusing tau lihatnya. " keluh mama Sherlin.


Makan malam ini terasa sangat hangat menurut Alenka, mereka makan malam di selingi canda tawa, obrolan ringan, saling meledek, tak seperti yang Alenka pikirkan. Keluarga Dean sangat-sangat baik dan menerima kehadirannya.


.


.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2