Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Menghindar


__ADS_3

" Alenka mana? " tanya Dean yang saat ini sudah berada kantor, dia yang baru saja kembali dari Bali langsung mencari keberadaan asistennya itu, karena sejak Alenka meninggalkannya di hotel Dean begitu sulit menghubunginya, sekarang ia di buat heran lantaran asistennya itu juga tidak datang ke kantor.


" Kayanya Alenka gak masuk deh, gak ada kabar juga. " jawab Dion yang juga tak tau kenapa Alenka tidak datang ke kantor hari ini. Sejak tadi Dion juga mencoba menghubungi Alenka tapi gadis itu mematikan ponselnya.


" Yaudah biarkan aja dulu, mungkin dia lelah ingin istirahat dulu. " sahut Dean yang mengerti bahwa Alenka butuh waktu untuk bertemu dengannya setelah yang terjadi dengan mereka di Bali.


Tiga hari berlalu Alenka tak kunjung datang ke kantor membuat Dean semakin gelisah, ia takut Alenka tiba-tiba berhenti bekerja dengannya dan memilih kabur melarikan diri darinya.


" Di, gimana di angkat gak? " tanya Dean dengan raut wajah yang tegang luar biasa. Dean meminta Dion untuk menghubungi Alenka, karena setiap Dean yang menghubunginya Alenka tak kunjung mengangkat panggilan telepon darinya oleh sebab itu Dean meminta Dion yang mencoba menghubunginya, tapi sayang hasilnya pun sama Alenka tak juga mengangkat panggilan dari Dion.


Di lain tempat Alenka saat ini sedang gelisah, dia bingung harus bagaimana sekarang, mungkin saat ini dia berkata sedang mengambil cuti pada keluarga dan juga kekasihnya karena lelah selepas dari Bali kemarin. Dia mematikan ponselnya dan itu membuat Tommy curiga bahwa Alenka sedang menghindari seseorang, Alenka beralasan bahwa ia ingin masa cutinya tak di ganggu sama sekali terutama untuk urusan kantor . Maka dari itu untuk menghindari kecurigaan Tommy, Alenka terpaksa menghidupkan ponselnya kembali semalam.


Tak heran lagi, begitu banyak panggilan dan pesan dari Dean dan juga Dion serta dari teman kantornya yang lain. Menghilang tiga hari dengan ponsel yang mati membuat semua orang kantor bertanya-tanya apa yang terjadi padanya, meskipun Alenka menghilang tiga hari tapi ia sama sekali tak berniat berhenti dari pekerjaannya sebagai asisten Dean karena pekerjaan ini sangat dia butuhkan dengan gaji yang cukup tinggi di banding perusahaan lain. Dia hanya menghilang sejenak untuk berpikir apa yang harus di lakukannya, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi Dean nanti.


Di tengah dirinya yang sedang berpikir tiba-tiba ia dikejutkan dengan dering ponselnya, ternyata yang menghubunginya saat itu adalah pak Kamil pihak HRD, pikirannya mulai gelisah apakah ia akan di pecat karena menghilang selama tiga hari tanpa kabar terlebih dia meninggalkan Dean begitu saja di Bali padahal seharusnya ia menemani Dean bertemu klien mereka. Dengan perasaan was-was Alenka mengangkat ponselnya.

__ADS_1


" Ha-halo pak. " sapanya dengan terbata, gugup luar biasa. Pikiran nya mulai kemana-mana tak bisa berpikir positif sama sekali.


" Kemana aja kamu? "


Suaranya terdengar sangat familiar di telinga Alenka. Seketika mata Alenka membelalak mendengar orang yang selama tiga hari ini ia hindari sekarang menghubunginya, sungguh bodoh dirinya percaya begitu saja bahwa itu pihak HRD padahal jelas Dean menggunakan kekuasaannya untuk meminta pihak HRD menghubunginya. Dean tau kalau dia dan Dion yang menghubunginya, Alenka jelas tak akan mengangkatnya.


" Kenapa diam, bicara atau aku datang menemui Tommy dan keluargamu lalu mengatakan apa yang terjadi di Bali pada mereka. " ancam Dean.


" Iya-iya, maaf Pak. Saya cuma kelelahan aja makanya gak masuk kerja. " bohong Alenka. tak mungkin terang-terangan dia bilang menghindar karena kejadian itu. Biar lah hanya itu alasan yang masuk akal, meskipun sangat terbaca kalau dia berbohong pada Dean,pikirnya.


" Iya besok saya masuk, Pak. " ucap Alenka melemah. Tak ada jalan lain, Dean bukan sekedar mengancam, dia adalah orang yang nekat jadi kali ini lebih baik Alenka mengalah dan menghadapi Dean, lagi pula tak selamanya dia bisa menghindar bukan.


Dean tersenyum mendengar jawaban Alenka, sungguh mudah membuat gadis itu menurut, dengan ancaman seperti itu saja dia takut, pikir Dean.


" Apa yang terjadi di Bali sama loe dan Alenka? " tanya Dion penasaran, dia yang duduk di hadapan Dean sejak tadi dengan seksama mendengar pembicaraan sahabatnya itu, pikirannya melayang jauh. Dion bisa menebak apa yang terjadi diantara boss dan asistennya itu, tapi untuk memastikan tebakkannya benar lebih baik dia bertanya pada Dean langsung, pikirnya

__ADS_1


" Kepo! " ucap Dean seraya menutup panggilan teleponnya. Dia ragu untuk bercerita pada Dion karena pria di hadapannya itu adalah mata - mata Kalan. Dean takut sebelum dia menyelesaikan ini semua dengan Alenka, Dion sudah membocorkan masalah ini dengan Kalan, itu jelas akan mengacaukan semuanya terlebih kalau sang mama sampai tau kejadian ini.


" Gue tau apa yang loe pikirin, gue gak akan bilang sama Kalan apa yang terjadi, gue cuma pengen tau. Mungkin gue bisa bantu. " ucap Dion serius. Sebenarnya tak semua hal Dion ceritakan pada Kalan, terlebih untuk masalah ini dia akan berjanji untuk tak mengatakan apapun pada Kalan sampai Dean sendiri yang memberitahu sang kakak.


Dean menghela napas pelan sebelum mulai bercerita, Alangkah terkejutnya Dion mengetahui bahwa Dean dan Alenka menghabiskan satu malam bersama di Bali dan Dean pun menceritakan alasan Alenka memutuskannya dulu. " Loe tidur sama mantan loe , pacar sahabat loe dulu ? Astaga Dean, loe gak mikir apa ! Coba loe bayangin gimana posisi Alenka saat ini? kenapa gak loe coba tahan sih. " kesal Dion yang tak habis pikir dengan Dean, ia dengan sadarnya malah meniduri seorang wanita yang sedang mabuk. Kalau Kalan tau mungkin ia akan memberi bogem mentah pada adiknya itu.


Dean mendengus kesal mendengar perkataan Dion yang benar adanya, kenyataannya memang begitu ia yang iman nya setipis benang jahit tak bisa menahan kala Alenka menggodanya.


" Iya gue tau, gue salah makanya gue pengen tanggung jawab Dion."


" Baguslah kalau loe sadar. Siapin mental loe, De. Siapa tau loe di tolak besok." ucap Dion asal. Entah karena kesal atau bagiamana bisa-bisanya ia membuat mental sahabatnya itu menjadi drop seketika.


Dean berpikir sejenak kata-kata Dion sungguh mengganggunya, dia mencoba meyakinkan dirinya bahwa Alenka tak mungkin menolaknya apalagi Alenka sudah memberikan sesuatu yang berharga padanya.


tenang Dean, Alenka pasti akan nerima loe dengan senang hati, karena loe mau bertanggung jawab. batin Dean.

__ADS_1


__ADS_2