
" Pelan-pelan makannya. " ucap Dion seraya menghapus makanan yang menempel di sudut bibir Tasya.
" Aku kedinginan terus juga kelaparan, semua gara-gara kamu tau gak! " gerutu Tasya di sela-sela makannya.
" Ya maaf, anggap aja itu hukuman buat kamu karena udah melanggar perintah aku!" Bagaimana tidak kelaparan karena sejak tadi Dion terus saja menghajarnya di ranjang dan sungguh hal itu menghabiskan tenaga Tasya sampai ia lemas tak berdaya. " Lagi juga harusnya kamu berterima kasih sama aku udah aku angetin tubuh kamu, karena dengan begitu kamu udah gak kedinginan lagi, malah menikmatinya kan? "
Tasya berdecak, lantaran apa yang di katakan Dion memang benar adanya, dia menikmati semua kehangatan yang Dion berikan." Janji gak akan kaya gitu lagi. "
" Jangan berhubungan sama dia lagi, sekalipun hanya berteman! "
" Kamu cemburu? cie bisa cemburu juga? " ledek Tasya. Ada rasa bahagia saat Dion menunjukkan rasa cemburunya saat ia dekat dengan pria lain, tapi ia tak yakin rasa cemburu itu timbul karena Dion punya perasaan untuknya atau hanya karena tak ingin tubuh dan waktu Tasya terbagi dengan pria lain.
" Udah makan, jangan ngeledekin orang nanti ke selek baru tau rasa! " entahlah Dion merasa ragu dengan perasaannya. Apa iya dia cemburu? apa dia mulai mencintai gadis kecil ini?
" Tapi aku suka kalau kakak cemburu, itu tandanya..... uhuk. uhuk. uhuk. "
" Udah di bilang makan jangan sambil ngomong, ngeyel sih! jadi ke selek kan." oceh Dion sambil menepuk punggung Tasya setelah itu menyodorkan segelas air untuk gadis itu.
...----------------...
" Hahahahaa... "
Ledakan tawa dari kedua temannya membuat Dean tidak bisa berhenti mengumpat. Beberapa jam lalu saat Dean tiba di cafe milik orang tuanya wajahnya kusut, Dion dan Doni sudah bisa menebak jika Dean sedang mengalami masalah karena kehamilan Alenka.
__ADS_1
Niat awalnya Dean tidak ingin bercerita soal kejadian semalam dimana saat hasratnya sudah di ubun-ubun dan akan memasuki Alenka tiba-tiba sang istri minta berhenti dan mengusirnya dari kamar dengan alasan tiba-tiba kesal melihat wajah Dean, sehingga membuat Dean tidur di sofa ruang tamu, tapi yang lebih menyebalkan saat sang istri terbangun di tengah malam dan tak mendapati Dean tidur di sampingnya, Alenka malah menangis sejadi-jadinya, sungguh tidur Dean selalu terganggu setiap malam dengan hal-hal random yang di lakukan sang istri.
Terlebih Alenka yang suka terbangun di tengah malam akan sulit untuk memejamkan mata kembali dan itu berimbas pada Dean yang harus menemani sang istri begadang, padahal tubuhnya lelah bekerja seharian tapi demi istrinya ia harus bisa menahan kantuknya sebelum istrinya bisa tertidur kembali.
Tapi karena desakan kedua sahabatnya Dean mau tidak mau menceritakan keluh kesahnya akhir-akhir ini. " Pantes semenjak Alenka hamil mata loe kaya panda gitu. " ejek Doni yang melihat jelas lingkaran hitam di mata Dean, sungguh membuatnya prihatin." Serem gue lihatnya, muka loe udah gak setampan dulu, De. Sekarang malah kusut gitu. Beban banget si hidup loe! "
Dean melemparkan sendok yang ada didepannya ke arah Doni karena merasa jengkel mendengar ucapan temannya itu. " Diem, brengssek! " teriak Dean kesal. " ini tuh demi anak istri namanya."
" Sensi amat mentang-mentang tuh sper*ma gak jadi di keluarin semalem. " ledek Doni.
" Awas, De kalo kejadian gini berlangsung lama nanti sper*ma loe busuk kalo gak di keluar-keluarin. " timpal Dion yang langsung mendapat tos dari Doni.
Teori dari mana, pikir Dean. Mana ada sper*ma busuk, ah tapi mendengar celetukan Dion ia benar-benar jadi panik kalau sampai benar Alenka tak ingin di sentuh oleh nya untuk waktu yang lama. Bagaimana nasib sper*manya, pikir Dean.
" Yang sabar ya bro! " ucap Doni sambil terkekeh.
" Namanya juga bawaan hamil, ya loe harus maklumlah. Emang nyebelin tapi loe harus inget yang buat Alenka hamil kan loe, makanya loe harus tanggung akibatnya. Loe harus banyak-banyak mengalah dan sabar demi Alenka dan anak kalian. " ucap Dion yang terdengar amat sangat bijak.
" Tadi ikut ngeledek, sekarang ngasih nasehat. Labil amat loe! " oceh Doni yang merasa heran dengan perubahan sikap temannya secara tiba- tiba itu.
" Maklum mainnya kan sekarang sama bocah, jadi ikutan labil dia, Don. " sindir Dean, sungguh pria ini tengah balas dendam meledek sahabatnya itu. Seru juga ada bahan untuk memojokkan Dion seperti ini, pikir Dean.
" Gak apa main sama bocah, loe tau gak anak bocah polos kalau udah ngerti hal kaya gitu bisa lebih liar tau gak, bikin gue merem melek." sahut Dion menimpali.
__ADS_1
" Cih bangga banget dapet anak bocah. " kesal Doni. " Loe telat nakalnya, Di. Dean sama gue udah tobat eh loe baru mau mulai, inget umur Dion !" sindir Doni yang tak habis pikir dengan pria baik seperti Dion bisa berubah menjadi licik memanfaatkan seorang gadis remaja untuk memuaskan hasratnya.
" Emang sinting nih anak, loe tuh kaya om-om kurang pelepasan tau gak!" sahut Dean.
" Ya dia emang kurang pelepasan, De. Dulu waktu sama irene kan gak pernah di kasih jatah, eh taunya si irene malah ngasih ke cowok lain. " Miris sekali memang kisah percintaan Dion yang sudah ia kubur dalam-dalam dan tak ingin ia bahas tapi kini ia malah mengingat kembali kejadian saat itu karena Doni tiba-tiba membahasnya.
" Si setan !" sentak Dion. ia sampai melempar bungkus rokok ke wajah Doni dengan kesal, hingga membuat pria itu meringis. " Gak usah di ingetin lagi, brengssek !"
" Cie yang masih belum move on. " ledek Doni dengan senyum menjengkelkan nya. Memang tak kapok sudah di lempar sendok oleh Dean dan di lempar bungkus rokok oleh Dion tapi mulutnya masih saja menyebalkan.
" Kasihan Tasya masa depannya jadi gak jelas sama loe, Di. Emang loe gak ada perasaan apa sama Tasya. " ucap Dean kemudian meneguk segelas kopi yang ada di hadapannya.
" Gak tau gue, yang jelas gue kesel aja dia deket sama Alex, apalagi selama gue di bandung kemaren, dia malah ngabisin waktu sama tuh cowok, brengssek emang! " kesal Dion.
Doni berdecak sebal lantaran temannya itu tak sadar diri. " itu namanya cemburu, gak mungkin loe cemburu kalo gak punya perasaan apa-apa sama Tasya. Begoo banget sih loe! "
" Bener tuh, Di. Itu artinya loe jatuh cinta sama Tasya, udah mending loe nikahin dari pada keburu di tikung si Alex, apalagi nanti Tasya kuliah. Beeuuhh banyak yang naksir pasti, cowok-cowok muda dan tampan di kampus. " ucap Dean mencoba memanas-manasi sang sahabat.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
__ADS_1