
Setelah kejadian itu, Dean berusaha bersikap biasa saja didepan Alenka, jurus pura-pura tak terjadi apa-apa membuatnya bisa menahan malu di depan mantannya itu.
" Ngapain loe ada di kantor? tumben gak pake pemberitahuan? " tanya Dean pada seorang pria yang masuk ke dalam ruangannya.
" Disuruh mama pulang, mama mau membicarakan perjodohan loe sama Erina. " ucap Kalan, kakak dari Dean. " Mama nelpon kenapa gak diangkat? males banget tau gak, jadi gue yang disuruh kesini." kesal luar biasa karena ulah sang adik ia yang terkena imbasnya, padahal cafe dan resto yang sudah sangat berkembang itu sedang sangat sibuk untuk pembukaan cabang baru lagi di kota lain.
Dean menghembuskan napas kasar. " kalau nelpon gue cuma karena pengen membicarakan perjodohan gue sama Erina, gue gak mau Kal. gak ada yang ingin gue bahas tentang perjodohan itu. "
" Itu semua demi kebaikkan loe, De. " ucap Kalan mencoba memberi pengertian pada adiknya yang suka sekali bermain wanita.
" Kebaikan gue apanya, gue gak cinta sama tuh cewek. Bantu gue lah rayu mama biar gak jodohin gue sama dia." Dean sangat lelah sebenarnya sang mama terus saja memaksanya menikah, bermacam-macam perjodohan sudah ia tolak, tapi sepertinya kali ini sang mama tak lagi mau mengalah padanya.
" Lagian kenapa gak loe aja sih yang dijodohin sama mama, loe kan kakaknya. Jomblo pula gak pernah keliatan sama cewek. " lanjut Dean yang merasa tak terima karena hanya ia yang di desak untuk cepat menikah , tapi tidak dengan sang kakak.
" Loe itu lebih meresahkan tau gak?" Bagaimana tidak meresahkan saat dulu SMA mungkin sang mama masih menganggap wajar apa yang Dean lakukan,apalagi dia sedang patah hati karena seorang gadis, saat itu Dean berkata hanya ingin mencari gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta dan bisa membuatnya melupakan cinta pertamanya,maka dari itu Dean terus berganti pacar. Sang mama bahkan tak mengetahui siapa saja kekasih putra bungsunya , karena Dean berkata hanya akan memperkenalkan kekasih nya pada sang mama kalau ia serius menjalani sebuah hubungan.
Tapi tidak ketika Dean kuliah di luar negeri, saat sang mama berkunjung alangkah terkejutnya dia menemukan banyak sekali k*ndom di laci meja sang putra. Maka dari itu saat lulus kuliah mama Sherlin meminta dean kembali ke indonesia untuk membantu Kalan sang kakak di perusahaan ia takut pergaulan anaknya semakin bebas di sana tanpa pengawasan.Itu jg yang membuat mama sherlin mencoba menjodohkannya hingga akhirnya dean selalu menolak dan memilih tinggal di apartemen karena malas berdebat dengan sang mama.
" Gue udah gak main-main lagi, Kal, gue kerja terus." Dean menjawab apa adanya, memang seperti itu kenyataannya dia hanya sesekali bermain sejak mengambil alih perusahaan. Apalagi sekarang semakin jarang saja dia bermain wanita.
Kalan tersenyum menyeringai mendengar perkataan Dean " Emang gue gak tau, Rachel menginap di apartemen loe? "
Dasar setan, berani ngadu sama Kalan, lihat aja loe nanti dion, batin Dean.
" Gue cuma udah lama gak ketemu sama Rachel, ya lepas kangen doang Kal, selama ini juga dia di Paris, gue baru aja ketemu Rachel lagi. "
__ADS_1
" Lagi ngomongin gue ya? " Dion yang baru selesai meeting langsung menuju ke ruangan Dean. Apalagi saat mendengar ada Kalan di kantor, senang sekali rasanya Dion berkumpul seperti ini, hal yang sudah lama tak mereka lakukan karena ke sibukkan masing-masing.
" Heh curut, gak bisa ketok pintu dulu apa? gak ada sopan-sopannya ke ruangan Boss. " kesal Dean. Sebenarnya bukan karena Dion yang asal masuk ruangannya melainkan kesal karena Dion sering mengadu kan dirinya pada Kalan.
"Santai dong, De. kan loe di sini sama Kalan kalau sama Rachel tuh gue gak mungkin asal masuk takut mata gue ternoda melihat yang iya-iya. " ceplos Dion tanpa dosa.
" Sialan. " Dean melemparkan pulpen di mejanya pada Dion, kesal sekali. dengan mulut lemes sahabatnya itu." Tuh mulut pengen gue jahit apa? sembarangan aja kalo ngomong. "
" Sakit, gila kena jidat gue. " Sentak Dion sambil mengusap keningnya yang terkena lemparan pulpen.
Kalan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua yang masih saja seperti anak kecil. " Berhenti bawa wanita ke kantor Dean, apa kata karyawan lain kalau sampai melihat bossnya bermain-main wanita di kantor."
" Mending loe cari cewek deh Kal, umur loe udah 28 tahun masih jomblo abadi, masih gak bisa moveon sama Kyara? " sindir Dean yang tau alasan kakaknya masih memilih sendiri sampai saat ini.
" Loe juga sama gak bisa move on. " sentak Kalan yang merasa kesal karena Dean malah balik menyerangnya.
Kalan mengerutkan dahinya mendengar pernyataan Dean yang rasanya tak mungkin ia bisa move on dengan cepat mengingat bagaimana cintanya dia dengan wanita yang sudah sejak kecil menjadi cinta pertamanya itu. " Bukannya loe cinta mati sama kyara.
" Di balik moveon yang lambat ada mantan yang hebat, di balik moveon yang cepat ada orang baru yang lebih hebat. " celetuk Dion yang sedari tadi hanya memperhatikan perdebatan kakak beradik itu.
" Nah tuh dengerin kata si jomblo seumur hidup. "
" Sialan loe, brengsek ! " umpat Dion yang kesal dengan ejekan Dean.
" Loe juga gak bisa moveon, gak usah sok nasehatin gue. " tak terima sekali rasanya Kalan di nasehati oleh orang yang juga tak bisa moveon dari patah hati karena gagal menikah. Apa bedanya dia dan Dion, pikir Kalan. Sama- sama sulit untuk move on.
__ADS_1
" Gue bukan gak bisa moveon Kal, gue mah trauma aja sama yang namanya wanita. " memang benar begitu, sejak kejadian memalukan itu Dion sudah sangat trauma menjalin hubungan serius dengan seorang wanita, dia lebih memilih sendiri dari pada bermain-main seperti Dean.
" Lagian Kal, Kyara udah bahagia mending loe buka hati deh gimana mau moveon kalo loe tutup terus tuh hati loe. " nasehat Dean sok bijak, padahal nyatanya dia lebih parah dari Kalan, dia justru mencari pelarian kebanyak wanita untuk bisa melupakan cinta pertamanya. "Obat paling mujarab saat patah hati itu ya jatuh cinta lagi,Kal." lanjutnya.
" Males gue ngomong sama loe berdua. Kenapa jadi bahas gue.Pokoknya akhir pekan loe pulang ngomong sendiri sama mama gue udah gak mau jadi juru bicara loe atau Rachel aja loe nikahin dari pada loe tidurin terus. " ucap Kalan asal. Ia tau bahwa sang mama tidak menyukai Rachel sejak ia bertemu Rachel di apartemen Dean waktu itu.
" Rachel Gak mau nikah, dia lebih suka kebebasan dari pada komitmen, lagi pula dia cuma kekasih di atas ranjang." sahut Dean tanpa dosa.
" Dasar sinting."
tok. tok. tok.
" Masuk. " teriak Dean.
" Maaf, mengganggu pak. Ini berkas yang pak Dean minta. " ucap Alenka dengan sopan tanpa menoleh ke arah lain hanya fokus pada Dean. sampai ia tak sadar ada seorang pria yang terus menatapnya dengan tersenyum.
" Alenka? " panggilan itu sontak membuat Alenka menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
" Mas Kalan? "
.
.
.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...