Semalam Dengan Mantan Ku

Semalam Dengan Mantan Ku
Di beri hati minta jantung


__ADS_3

" Astaghfirullahaladzim. " Dean terlonjak kaget saat melihat Alenka berada di dalam kamarnya, bagaimana tidak kaget Dean baru saja keluar dari kamar mandi tiba-tiba melihat seorang wanita yang sedang duduk di tepi ranjang sambil membelakangi nya dengan rambut hitam panjang lurusnya se dapinggang tergerai begitu saja.


Alenka langsung menoleh ke arah Dean dengan tangan bersedekap dada. " Kaget amat aku datang, udah kaya abis lihat hantu sampai pucat gitu. " ucap Alenka tak sadar diri.


Dean bernapas lega saat Alenka menoleh. Jantungnya tadi sudah tidak aman, dia pikir apartemennya mulai berhantu sekarang. Apalagi penghuni apartemen sebelahnya belum lama ini meninggal karena kecelakaan.


" Ya aku kaget lah, Al. Tadi sendirian terus tiba-tiba ada kamu di kamar, udah gitu kamu duduk dengan rambut kaya gitu persis kaya kunti tau gak, lagi juga kamu datang kenapa gak ngabarin aku? Dion juga gak bilang kalau kamu mau mampir sepulang kantor. " Pertanyaan Alenka membuat Dean jengkel seketika, bagaimana tidak pucat, siapapun di posisi Dean pasti akan terkejut melihat seseorang ada di dalam kamarnya dengan tampilan seperti itu , apalagi dia sendirian sejak Rachel pulang, jadi Dean berpikir ada kunti yang ingin menemani tidurnya malam ini.


" Yakin sendirian? Lagi juga kenapa kalau aku gak bilang mau ke sini? gak boleh memang?" kata Alenka ketus, bahkan Dean dibuat bingung dengan sikap aneh Alenka saat ini, hubungannya dengan Alenka tak seistimewa itu tapi kenapa wanita di hadapannya ini seolah-olah tengah memergokinya berselingkuh dan menatapnya tajam seperti ingin menguliti nya hidup-hidup saat ini.


Salah lagi, batin Dean. Kenapa wanita di hadapannya ini menjadi rumit seperti ini, pikirnya


" Bukan gak boleh, Al tapi kamu bikin aku kaget tiba-tiba di kamar gini, kenapa gak tunggu di ruang tamu, ini jantung aku aja masih deg-degan loh karena terkejut, tadi aja hampir lompat keluar. " jawab Dean mengada-ngada, dia memang terkejut tapi terlalu berlebihan sekali memang jawabannya.


Bukannya mengerti bahwa dirinya salah, tapi kini Alenka malah menangis dan itu justru membuat Dean yang merasa bersalah.


Dean duduk di tepi ranjang dan memeluk Alenka yang menangis. " Ada apa, Al? " tanya Dean lembut masih dengan posisinya sambil memeluk Alenka.


" Kamu jahat tau gak kak, kamu tega mempermainkan aku kaya gitu, kemarin katanya mau tanggung jawab nikahin aku, tapi kemarin kamu malah ikhlasin aku bersama Kalan, tadi siang kamu kencan buta, sekarang kamu pasti abis ngelakuin itu kan sama Rachel. " ucap Alenka yang masih terisak.


" Tunggu. " Dean melepaskan pelukannya pada Alenka dan malah menatap bingung wanita di hadapannya ini. " Kapan aku kencan buta?"tanya nya.


Alenka pun bingung mendapat pertanyaan dari Dean, dia yang kencan buta kenapa bertanya padanya, pikir Alenka.


" Kata Dion kamu tadi siang pulang lebih awal karena mau kencan buta, kak. Masa kamu lupa. " jelas Alenka yang masih belum sadar kalau Dion membohonginya.

__ADS_1


" Musyrik, Al percaya sama Dion. Kamu sama aja kaya menyembah berhala tau gak. Aku pulang tadi karena kurang sehat, kalau gak percaya tanya aja sama Kalan. Tadi siang dia sempat mampir kesini."


" Awas kak Dion! nyebelin banget sih. " gerutu Alenka, bahkan bibir nya kini sudah maju lima centi. " terus Rachel ngapain ada di sini? " tanya nya lagi.


Dean menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mau menjelaskan takut Alenka marah, tidak di jelaskan nanti dia salah paham.


" Cuma mau pamit, Rachel ingin kembali ke Paris dan menetap di sana, mungkin gak akan kembali kesini lagi. " ucap Dean mengambil langkah aman, mana bisa ia mengatakan kalau tadi Rachel mendadak mengecup bibir nya tanpa aba-aba sebelum pamit.


" Kenapa kamu cemburu? " tanya Dean dengan senyum mengejek.


" Ya wajarlah aku nanya, aku cuma gak mau aja dipermainkan sama janji kakak, bilangnya mau tanggung jawab nikahin aku eh malah berhubungan sama wanita lain lagi. "


" Bukannya kamu nolak kemarin, Al? apa sekarang kamu udah mau terima aku nih? " tanya Dean yang bingung dengan sikap Alenka saat ini.


" Ya, iya kalau tawaran kakak masih berlaku dan belum expired. " jawab Alenka malu-malu bahkan dia sampai menundukkan wajahnya tak berani menatap Dean yang ada di hadapannya sekarang.


" Karena kamu udah mengambil kesucian aku, jadi ya kamu harus tanggung jawab. Karena mana ada pria lain yang mau dengan wanita yang sudah kehilangan mahkotanya. Tommy aja melepas aku gitu aja setelah tau aku udah gak perawwan lagi."


Jawaban Alenka memang benar, tapi sama sekali bukan yang Dean harapkan. Kecewa sebenarnya tapi mau bagaimana lagi, yang terpenting sekarang Alenka mau menikah dengannya, toh nanti dia bisa membuat Alenka jatuh cinta lagi padanya, pikir Dean.


" Jadi kira-kira kapan kita akan menikah? "


" Aku cuma bilang kamu harus tanggung jawab buat nikahin aku tapi itu nanti kak, gak dalam waktu dekat. " aneh sekali pikir Alenka tiba-tiba langsung menikah padahal yang Alenka mau mereka memulainya dari awal bukan langsung menikah.


" Terus kalau gak nikah sekarang mau nya jadi apa? jadi simpanan? " sahut Dean asal ceplos.

__ADS_1


" Bu-bukan gitu maksudnya kak, aku bukan pengganti Rachel ya buat jadi simpanan kamu. kan pacaran dulu bisa. " kesal sekali Alenka, entah dia bingung sendiri kenapa yang ada di otak Dean hanya menikah atau menjadi simpanan, padahal menjadi kekasih juga bisa, tapi kenapa mesti simpanan yang keluar dari mulut pria itu.


" Kita udah dewasa, bukan anak remaja lagi, Al. Apalagi kita udah pernah melakukan itu. Kalau nanti aku khilaf lagi gimana? aku gak yakin bisa menahan diri, Alenka." ucap Dean penuh penekanan.


" Ayolah nikah ya. " rengek Dean sembari menggoyangkan lengan Alenka seperti anak kecil yang meminta dibelikan mainan baru oleh ibunya.


" Gak kak! "


" Nikah! "


" Gak! "


" Nikah! "


" Gak! kenapa maksa banget sih. " sentak Alenka.


" Kak kamu mau ngapain?" Alenka panik karena Dean memajukan wajahnya semakin dekat didepan wajah Alenka, bahkan hembusan napas pria itu menyapu kulit wajahnya. Apalagi tatapan Dean yang terlihat lain membuat Alenka bergidik ngeri, ia membayangkan kejadian di Bali akan terulang sebentar lagi.


" Stop! " Alenka menahan dada Dean saat bibir pria itu hampir saja menyentuh bibirnya.


" Bisa kan sekali aja kita ulang kejadian di Bali, waktu itu cuma aku yang menikmatinya, Al karena kamu mabuk." ceplos Dean tanpa dosa, Alenka baru saja menerima nya tapi dia meminta lebih, benar-benar di kasih hati minta jantung, pikir Alenka.


.


.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2