
Tiga hari kemudian Ririn dan bayi di perbolehkan pulang.bayi perempuan kaka Bima memberikan namaAlezha Putri Bima
Ayah protes kenapa tidak memakai namanya,tapi Bima mengatakan dia yang akan bertanggung jawab untuk kehidupan Alezha.Ririn tidak keberatan selama itu untuk kebaikan semua orang. Ayah ,bunda dan kedua kakanya.
Ririn menatap bayi mungil yang ada gendongannya.Maafkan mama sayang kamu akan berpisah dengan mama tapi mama akan berusaha untuk kita bisa bersama.ia mencium bayinya.
seminggu kemudian Bunda dan kak Bima pamit untuk pulang kembali ke kota B dengan membawa Alezha. Ayah sudah kembali karena proyek ruko yang dibangung tidak bisa di tinggal lama.karena Ayah adalah kepala tukang untuk bangunan itu.sedangkan kakak juna ada panggilan wawancara untuk bekerja. bima sudah menjaddi seorang dosen di kampusnya.
" Rin kaka dan bunda pulang ya kamu jangan kuatir dengan Alezha pasti bunda dan kaka akan menjaganya.ingat kamu harus kuat.kejar cita citamu.buat bangga kami semua.kaka percaya kamu bisa.kamu juga bosa pulang menengok Alezha.tapi ingat kuliahmu." bima memberikan petuah kepada Ririn
__ADS_1
" ia rin fokus pada kuliahmu supaya cepat selesai dan kamu bisa berkumpul kembali dengan Alezha.Alezha akan aman dengan kami" bunda mengusap kepala Ririn
" ia bunda, ka Bima Ririn akan berusaha untuk meyelesaikan kuliah" Ririn memandang kakanya
" Nenek kakek Bima sama bunda pamit ya,supaya kita jangan ketinggalan pesawat.bima tidak mau dengan travel,karena mengingat dengan Alezha.Airmata ririn membasahi pipinya,ia berta melepaskan Alezha tapi ia tak berdaya,sapa yang amakn mengurus alezha jika ia kuliah kasian drngan nenek dan kakek.dengan terpaksa ia harus merelakan tetpisah dati Alezha
Alezah sudah di ambil bunda karena taksi yang akan mengantar mereka ke bandara sudah menunggu di depan.airmata semakin deras saat taksi yang membawa Alexha,bunda dan kak bima meninggalkan halaman rumah
" Rin kuat ya,semua ini demi kebaikanmu.maksud kak bima baik.kamu mengertikan sayang"?? Kakek menghibur Ririn.ririn menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" lalui hari dengan semangat.pakailah alezha sebagai cambuk kamu untuk ke depan.nennek memeluk Ririn
" Ia nek Alezha adalah hidupku,aku akan berjuang.terima kasihkakek,nenek karena selalu ada untuk Ririn?"" ucap ririin yang masih dalam pelukan nenek.
" ayo kita kedalam.kita makan dan kamu ririn harus minum jamu melahirkan yang nenek buat.supaya kamu kuat."
semua masuk kedalam.wangi alezha masih tetcium.tapi Ririn menguatkan dirinya.kita berpisah hanya sebentar saja liburan pasti kita akan bertemu.tekad ririn dalam hatinya.
Ririn mulai menutup dirnya ia tidak pernah membuka hatinya.yang ada pikirannya adalah cepat selesai karena ia ingin bersama dengan anaknya.sedikit teman itu juga karena tugas kuliah selanjutnya ia akan sendiri.walau di juluki Pendiam,dingin ia tidak perduli.semuanya telah di kubur bersama dengan kepergian Dean yang telah membawanya luka hatinya.biar kita berpisah karena kita bukan jodoh.jodah yang Tuhan buat untuk kita telah di tentukannya.semoga engkau berbahagia dengan pilihanmu.aku hanya berdoa.apapun keadaanku saat ini aku bersyukur karena masih ada orang orang yang selalu memberikan dukungan kepada ku.dan ini adalah airmata terakhir untukmu Dean.aku berjanji tidak akan menangislagi untukmu.kita dengan jalan kita masing masing.
__ADS_1