
"flash on"
Tak terasa Ririn sudah melamun mengingat masa lalunya yang penuh kepahitann. Ririn melihat jam dindingnya menunjukan pukul dua dini hari.kenapa aku tidak bisa tidur apakah karena Rangga menyebutkan nama Dean.Aku sudah menguburkan nama sejak 9 tahun lalu.aku menutup setiap aksesnya untuk hatiku.biar aku dengan hidup ku dan Dean dengan hidup.tak terasa air mata jatuh dipipiku.untuk anak Alezha kamu ada permata hatiku.apapun akan aku lakukan masih ada Ayah,Bunda,kakBima dan Kak juna yang selalu menjagaku.sebenarnya aku tidak enak dengan ka Bima yang setiap bulan selalu memenuhi setiap kebutuhan.tiap kali ingin aku protes selalu kak Bima mengatakan kalau Alezha adalah taanggung jawabnya.aku hanya pasrah saja.kak Bima maupun kak Juna selalu memenuhi kebutuhan Alezha.aku hanya menambah kekurangan." Tuhan tolong aku.biar mampu hadapi semuanya.pelan pelan mataku tidak menahan kantukku.
Kring...kring bunyi weker di meja riasku berbunyi nyaring.kulihat jam enam.dengan langkah cepat cepat kuraih handukku.melakukan ritual mandi.Ririn harus mengantar Alezha ke sekolah karena selama 2 minggu ini Kak Bima lagi seminar di luar kota.biasa ayah yang mengantar tapi Ayah sudah seminggu di tempat proyek karena ada ruko yang harus selesai.karena sudah ada pembeli.ayah yang sebagai kepala tukang harus bisa mengawasi kerja anak buahnya.itulah ayah walau semua anak anaknya sudah bekerja ia tidak mau berenti.alasanya bosan di rumah.dan ada alezha.berulang kali kami suah meminta berhenti tapi ayah masih dengan pendiriannya.kami sudah kehabisan kata kata untuk ayah.Bunda masih dengan kegiataannya membuka warung di halaman depan kebetulan usaha bunda sudah lama jadi pelanggangnya juga sudah banyak.
__ADS_1
"rin cepatan panghil bunda.ni bekal kamu,kata bunda sambil menyodorkan tempat makanku.Ririn tidak pernah makan di kantin sejak jaman sekolah ia sudah terbiasa bawa bekal.kadang ada yanh menawarkan tapi dengan halus ia menolak.katanya masakan rumahan lebih enak.
Alezha sudah rapi.dengan rambut kuncir 2 nya ia tambah imut.
" ma alezha siap berangkat"
__ADS_1
" bunda aku sama alezha jalan dulu" pamit Rirun sambil mencium tangan bunda di ikuti Alezha," hati-hati rin jangan ngebut ada Alezha.kamu tahukan kaka kamu bima terlalu memanjakan Alezha.kulitnya tergores seperti nya membuat bima sakit" kata mama sambil merapikan tas punggung Alezha
" da da oma Alezha jalan dulu ya,
Ririn menghidupakan motornya mengantar Alexzha ke sekolah dan ia melanjutkan ke kantornya.
__ADS_1
Ririn harus memeriksa jadwal Rayian dan memastikan semua dokumen yang mau di pakai.belum minum yang harus di sediakan.telat sedikit saja Rayian sudah marah.apakah jadi sekretaris harus kena marah tiap hari ya???kayaknya aku tidak sanggup dengan jabatan ini.yang ada hanya capek.untungnya sepatu yang di pakai tdak melebihi tiga centi.kalau aku lihat ibu susi pakaianya harus tujuh centi.apa tidak capek jalan mondar mandir dengan sepatu yang ketingian di tambah lantai keramik yang licin entah di pel berapa kali sehari.
terus penampilan juga harus di jaga.sedangkan Ririn malas dengan dandan.paling paling pakai bedak marck di oles lipstik tipis tipis jadi deh.pakaiannya juga tidak bermerk.yang penting nyaman biar belinya di pasar yang pakaiannya rapi begitu kata Ririn.