
Ririn masih menagis.Ayah hanya memandang tak menentu.bunda mengusap kepala anak perempiannya.sementara Bima dan Juna tak mampu berkata apa apa?
" Rin apa kamu yakin ingin membesarkan bayi kamu?? tanya kaka juna
" iaa kaka apapun Ririn akan berusaha.karena ririn yang bersalah.
" ok rin itu keputusan kamu.Ayah ,bunda dan ke dua kakamu mendukungmu
" ayah ririn punya satu permintaan berpa hari lagi pengumuman kelulusan.ririn ingin tinggal di rumah nene.di kota s dan ririn akan melanjutkan kuliah Ririn di sana ririn harap semuanya mendukung ririn
" Rin kenapa sampai di sana di sini saja kami ada semua?? kali ini kak bima mengutarakan pendapatannya
" tidak kak biar ririn di sana sapa tahu ririn bisa melupakan semuanya.setelah selesai kuliah pasti ririn balik kesini.ijinkan ririn untuk pergi.
Ayah memandang semuanya" baik rin ayah ikut mau kamu.setelah melahirkan anak kamu di bawa untuk ayah dan ibu yang urus kamu fokus dengan studimu.ayah yakin kamu akan menemukan kebahagian.Ayah menepuk pundak Ririn.
" sudah jangan menagis lagi.kasian bayi kamu." kak juna melap sisa airmata ririn
" terima kasih semuanya selalu mendukung Ririn walau ririn telah mengecewakan semuanya.
" Rin kita keluarga kan?? kalau keluarga saling mendukung??
" kak Bima atau kak juna besok sibuk tidak antar Ririn periksa kadungan?? tanya Ririn kepada kedua kakanya
" aku bebas rin sahut Juna.hitung hitung belajar jadi seorang ayah" kata juna sambil cengar cengir
__ADS_1
" wis pakaian aja masih di cucibunda mikirin mau jadi ayah?? ejek kaka Bima
" biarin iayak bunda?? Juna memandang bunda.
" kamu siap nikah muda Juna?? tanya bunda
" enggak bunda,mau di kasih makan apa anak orang?? sahut juna dengan cepat
" kaka juna sudaah siap bunda?? Ririn menambah
" enggak bunda.mending Juna tunggu keponakanku." kata Juna sambil mengusap perut rata Ririn
" hallo ponakanku yang ada dalam perut kalau kamu lahir sama om kamu yang ganteng ini ya jangan sama om bima yang kayak es dingin?? ujar Juna ke arah kakanya
' memangnya aku es juna" kak bima melotot matanya
" kencan bunda" juna yang menjawab
" juna tegur bunda
" besok Bima ada prestasi tesis ku bunda."
kak bima orang pintar dari sd sampai kuliah beasiswa.makanya waktu lulus SI langsung di tawar S2 di luar negeri,tapi kak bima lebih milih dalam negeri.alasannya kasian Ayah dan bunda
" ya sudah ayo tidur semuanya.besok kita sibuk.Ayah bangkit dari duduknya.
__ADS_1
" bunda temani Ririn ya" pinta ririn
" ayo bunda temani"
pagi selanjutnya Juna menemani Ririn periksa kandunagan Ririn.
" kandungan ibu jalan 2 minggu.kamu jangan sampai stressitu menggangu tumbuh kembang janinnya.kamu juga harus makan banyak terutama bergizi" dokter menjelaskan
" itu Rin dengar apa katadoktet??
" ia kak??
" dok kapan kita bisa tahu jenis kelamin bayi?
" setelah 4 atau 5 bulan kalian lagi pasti sudah bisa tahu bayinya cewek atau cowok??
" terima kasih dokter." Juna membimbing Ririn keluar dari ruangan dokter.
" kak Rin takut"'
" takut kenapa"'
" Ririn kan masih muda apakah bisa lahiran normal ya???
" doa saja supaya bisa lahiran normal.jangan banyak pikiran.pikir bayi dan kesehatan kamu."
__ADS_1
" ia kak" ririn mengganguk kepalanya