Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 19.Bertemu dengan Dean (2)


__ADS_3

Papi simon yang menanggung semua kehidupan kami sejak mama dan papi bercerai.papi hilang di telan bumi.papi simon berusaha menjadi seorang ayah dan suami yang baik buat kita.aku bersyukur karena Tuhan selalu baik untuk kita walau kekayaan papi simon tak sebanding papi tapi ia selalu mencukupkan kebutuhan kami.lihat saja perusahaan ini papi simon membangunnya dengan jerih payahnya di bantu mami.mereka mulai dari nol hingga sampai saat ini.jadi aku sebagai penerusnya aku harus kuat untuk menjaganya.papi simon dan mami sepakat tidak punya anak lagi.karena ada kami berempat.kami selalu menghormati apapun keputusan mereka.papi simon adalah orang yang mengangkat mami dari keterpurukan.kamu tidak tahu karena kamu jauh di negeri orang.pasti mami sarah tidak pernah ceritakan kepada kamu??


" mami tidak pernah cerita apapun??


" ia karena mami tidak pernah menceritakan kisahnya kepada orang.aku dan adik adikku selalu ada untuk mami.jadi di saat mami minta ijin untuk menikah.kami dengan lapang dada menerimanya.aku trauma dengan perceraian mami dan papi makanya aku takut berumah tangga"


" tapi tidak bisa begitu.emannya kamu mau sendiri terus??


" entahlah aku mengikuti takdir yang akan membawaku kemana.e kenapa saling curhat si. angin apa yang membawamu kesini setelah sekian lama"


" aku ingin menawarkan kerja sama dalam lanjutan pembangunan sekolah bertaraf internasional yang sempat mangkir karena kasus korupsi.bagaimana kita lanjut saja.aku sudah bilang dengan Rangga jadi kita saling mendukung"

__ADS_1


" oke aku setuju dengan rencana kamu.berarti kita harus mendesaian ulang dan menghitung ulang anggarannya.dan mengurus ulang semua surat suratnya"


" kalau untuk itu nanti aku yang aturkan surat suratnya kamu dan rangga membuat desain baru dan hitungan anggarannya.biar tidak mangkir lagi,"


Tok tok bunyi ketukan di pintu


" Masuuk" Ririn membawa minuman dingin yang di minta Rayian


"ini pak minumnya" kata Ririn sambil meletakan minuman tersebut.Ririn yang sejak masuk langsung meletakkan minuman tidak melihat tamu yang datang.karena Dean duduk membelakangi pintu masuk.


" saling kenal Rin.ini sekeretarisku Dean kamu kenal kan Rin ini adalah sepupuku sekaligus sahabatku sejak kecil"Ririn yang memegang ujung meja dengan gemetar.ya Tuhan kenapa dia ada disini.sedangkan sudah 9 tahun aku tidak pernah bertemu dengannya

__ADS_1


" Rin apakabar" Dean mengulurkan tangannya.dengan gemetar Ririn menyalami tangan Dean.terlihat jelas bagaimana wajah Ririn yang penuh dengan gugup.


" kalian saling kenal???


" ia kita kan satu sekolah bahkan sekelas


" ops aku yang lupa dua bulan lalu juga Rangga kesini kenal dengan ririn


" ia aku ririn dan rangga sekelas.kamu aja yang beda kelas.masa satu semester kamu pindah sekolah."Ririn yang masih berdiri hampir tak kuasa berdiri lagi wajahnya pucat dan berkeringat.


" kamu sakit rin""

__ADS_1


" ia pak saya permisi dulu"


tanpa menunggu jawaban dari Rayian Ririn langsung membuka pintu untuk keluar sambil memgang dadanya.ia tak sanggup untuk melangkah.Dean hanya menatap punggung Ririn yang menghilang dari pintu.


__ADS_2