Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 19.Bertemu dengan Dean(1)


__ADS_3

Tak terasa sudah hampir 2 bulan Ririn bekerja sebagai sekretaris Rayian.ia selalu melakukan pekerjaannya dengan baik.walau kadang Rayian dalam keadaan mood tidak baik selalu marah marah Ririn menggangap seperti angin saja.yang ada di pikirannya adalah Alezha dan masa depannya.seringkali Bunda mengingatkannya untuk mencari suami tapi ia menolak alasannya tidak ada orang yang menerimanya karena punya anak.apapun alasannya ririn takut jatuh cinta dan membuat terluka seperti 9 tahun lalu ia tak mau membuka hatinya.walau saat ini rasa itu mulai tumbuh karena berdekatan dengan Rayian.ia dengan sekuat menahan semuanya.Ririn tahu kalau Rayian sering mencuri pandang dan selalu menatapnya dengan penuh cinta.tapi dengan cepat Ririn mematahkannya.ia sangat takut.Apapun Ririn takut terluka.sampai kapanpun luka itu selalu ada walau sudah 9 tahun berlalu.Ririn tidak pernah membuka hatinya sejak Dean meninggalkannya.


ring tone di hp nya berbunyi


"Rin kamu di mana?? " tanya Rayian


"maaf pak tadi saya ke wc"


"tolong bawa minuman dingin ada tamu."


" ia pak saya segera membawanya"


sementara di dalam ruangan Rayian ada tamu seorang laki laki umur sama dengan Rayian 27 tahun wajah yang sangat tampan dia adalah Dean Daniel sahabat sekaligus sepupu Rayian ia baru pulang dari singapura setelah 9 tahun di negeri orang.

__ADS_1


" hallo bro sori aku langsung masuk karena sekretarismu tidakbada di mejanya." Dean memeluk Rayian lama ya kita tidak berjumpa selama 9 tahun.lama juga ya" kata Dean


" o...kamu baru sadar kalau sudah lama tak bertemu.bagaimana keluargamu??? apakah sudah ada Dean junior" tanya Rayian


" belum ada ni" Wajah Dean langsung sendu


" kamu sudah periksa?


" sudah dokter mengatakan kalau aku dan Ella sehat tidak ada kendala"


" ia ni.kadang aku cemburu dengan pasang yang menikah yang kalau jalan jalan ada anak yang di gandengnya atau ada anaknya yang di ajak bermain.aku merasa jadi suami yangvtidak berguna.terkadang Ella juga menyembuyikan kesediahannya.entah aku harus bagaimana??"Dean menatap kelantai kami sudah berusaha untuk mengikuti program bayi tabung tapi tidak berhasil.SP***ku yang encer jadi tidak bisa.kata dokter dari sejuta spe*** yang keluar hanya ada satu yang jadi"


" kamu sudah mencoba jalur altenatif misalnya pengobatan tradisional dengan minuman herbal??

__ADS_1


" aku ingin mencoba,kamu punya kenalan tidak?? kalau sampai itu tidak berarti aku menyerah.dan kita mengadopsi anak saja.


" jangan menyerah masih ada jalan lain,berdia banyaklah barangkali dimasa yang lalu ada hal yang menyakiti kamu harus benahi dan memohon ampun pada Tuhan.pasti akan di bukakan jalan.


" ia aku mengerti maksudmu,terus bagaimana dengan kamu,masih betah dengan jomblo apakah tidak ada yang membuatmu bergetar


" ada tapi entahlah dia punya perasaan atau tidak karena ia tak pernah membuka peluang untuk kudekati.memang orangnya baik tapi disaat aku ingin membuka diri ia dengan cepat mengelak.ia seperti menyimpan luka yang dalam "


" apakah kamu sudah memberikan tanda suka kamu??


" sudah entah mau dengan gaya apa tapi ia tetap tidak membuka diri.entah apa di masa lalunya yang buat dia tidak mau membuka dirinya"


"kejar dia raih dia pasti bisa, bagaimana dengan Rini,Rani dan Ria Pasti mereka sudah besar"

__ADS_1


"kalau rini dan rani lagi kuliah di luar negeri sedangkan Ria baru SMu kelas tiga.tahun ini selesai,papi simon tidak mau Rini dan Rani kuliah disini kata papi biar mereka di luar aja.mana aku menang debat sama mami dan papi.papi simon orangnya pengertian.beruntung ada dia walau ia hanya papi tiri tapi ia sangat baik.


__ADS_2