Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 44 Kejujuran( 1)


__ADS_3

" Aku sudah memantapkan hatiku untukmu"

__ADS_1


" aku terima kaka drngan hati terbuka jangan pernah mengecewakan karena sedikit kesalahan dalam hal kepercayaan maka semuanya akan berakhir,makanya aku mengajak kakak untuk berkata jujur .maka aku akan jujur dengan kaka siapa ayah dari Alezha sehingga ke depan kakak jangan kaget dan bertanya tanya.karena aku tidak menyembunyikan apapun dari kakak.karena ini menyangkut rumah tangga kita berdua" Ririn menundukkan wajahnya.

__ADS_1


" aku siap jadi pendengar yang baik buatmu"

__ADS_1


" aku dan Dean berpacaran dari kelas satu hingga kelas tiga,entah apa merasuki akhirnya kami melakukan perbuataan terlarang itu.hingga di hari kelulusan aku sadar aku hamil.aku coba menghubungi dean untuk memberitahukan kehamilannya,tapi Dena sudah terbang ke singapur untuk melangsungkan pernikahan.aku stress aku ingin mengakhiri hidupku.di tambah maminya Dean datang ke rumah menghina aku dan bunda mengatakan bahwa aku tak pantas untuk Dean,ia menyuruhku melupakan dean dengan memberikan cek bernilai seratus juta.sampai saat ini cek itu masih ada,sudah sembilan tahun.beruntung keluarga tetap berada di sampingku menguatkankku,maka aku bertahan dengan kandunganku.sampai saat ini Dean tidak pernah tahu punya anak denganku.aku berusaha kerumahnya untuk mengembalikan cek tersebut tapi saat sampai di sana mereka sudah pindah semua ke singapur.aku putus asa.tapi aku menyimpan karena aku percaya suatu saat mereka akan kembali.karena aku tidak ingin orang tua kecewa dengan keadaanku,aku pindah kekota kelahiran bunda di sana ada nenek yang menerimaku.akhirnya aku kuliah di sana sampai aku melahirkan Alezha,kak bima langsung mengambil hak asus Alezha sampai aku menyelesaikan kuliahku.dan aku kembali ke kota ini dan melamar di perusahaan pak simon.hampir lima tahun aku bekerja di perusahaan pak simon.aku berusaha sebisa mungkin karena aku berpikir aku menjadi orang tua tunggal buat aleszha,aku tak pernah punya niat untuk berumah tangga,aku takut tidak ada orang yang mau menerimaku karena sudah punya anak.sembilan tahun aku menyimpan semuanya.dan kenapa kemarin bertemu dengan Dean rasa marah,jengkel semua bercampur jadi satu,aku sadar aku dan Dean banyak perbedaan kasta,dan aku tidak layak berdiri di sampingnya.dan aku bersyukur Tuhan memberikan seorang malakait untuk selalu menguatkanku.dan keluarga yang selalu ada untukku saat aku terpuruk.aku tahu kak Bima terlalu menyayangi Alezha tapi aku tidak mau bergantung kepada kak Bima untuk semua kebutuhan Alezha.karena aku berpikir suatu saat kak Bima akan berumah tangga.aku takut kalau istrinya tidak menerima kehadiran Alezha .maka aku yang bertanggung jawab untuk kehidupan Alezha.aku tidak mau Ayah dan Bunda repot mengurus diriku cukup aku sudah membuat mereka kecewa.memang mereka tak pernah mengatakannya tapi aku harus sadar diri.sampai saat ini kak Bima lah orang yang paling mengerti akan hidupku.seringkali aku menangis terpuruk ia selalu ada untuk ku" Ririn memandang lampu taman yang begitu indah menerangi malam

__ADS_1


__ADS_2