Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 30 Kantor Dean(2)


__ADS_3

🕵☺☺maaf kalau ada yang kurang maklum author nya baru belajar menulis.dan updatenya lama.soalnya masih kerja.


Dean dan Rangga menerima dokumen yang di bagikan.mereka membacanya dengan teliti tanpabicara.Rayian dan Ririn menunggu mereka mebacakan dokumen.


"oke semuanya sudah bagus.bagaimana dengan surat ijin dan persiapaan tenaga kerja?? kita harus percepat sehingga proyek ini bisa berjalan??


"kalau masalah ini semua sudah beres sisa kontrak kerjanya saja"


" kalau semua beres,besok nanti kita buat perjanjian kontrak kerja samanya." Rayian menyela pembicaraan antara Dean dan Rangga.Ririn yang sedari duduk tidak mengubris pembicaraan mereka.ia sibuk dengan hp membalas chat dari risti yang menanyakan keadaannya.Rayian,rangga dan Dean telah selesai dengan urusan mereka


"Rayian boleh saya bicara berdua dengan Ririn?" pinta Dean.Ririn yang asyik dengan hpnya kaget dengan perkataan Dean

__ADS_1


"boleh saja yang penting ririn tidak keberataan."


" kalau masalah kantor bisa tapi masalah pribadi maaf ini bukan tempatnya" kata ririn dengan wajah yang sangat marah." kalau pak Rayian mau bicara dengan pak Dean silakan tapi saya tidak,kalau begitu saya permisi." Ririn dengan cepat mengumpulkan semua berkas dan memasukannya kedalam map.ia melangkah pergi,kalau pak rayian masih mau disini silakan aku akan kembali dengan taksi saja." Ririn melangkah keluar tanpa melihat kebelakang.Rayian hanya mengangat bahunya." sori bro kayannya ririn tidak mau berbicara tentang masalah pribadi di kantor,carilah waktu yang lain." Rayian menepuk pundak Dean.sedang rangga hanya terdiam dengan sikap Dean dan Ririn


" sudah jangan bersedih,nanti kita bisa bertemu dengannya lain waktu,kita masih bisa keperusahaannya Rayian" Rangga berusaha menghibur Dean.


"ternyata ririn begitu membenciku??


" tenang saja,kita akan cari waktu yang tepat.Rangga berusaha menghibir Dean.Dean hanya diam.


"tidak usah pesan,kita pulangnya sama sama.kitakan tadi datang sama sama" ujar Rayian yang berdiri tepat di samping Ririn.

__ADS_1


"aku kira pak masih mau berurusan dengan pak Dean.pak lain kali kalau masalah kantor ok aku mau tapi kalau urusan lain sori pak aku tidak mau, masing masing kita punya privasi tersendiri." kata Ririn dengan nada masih marah


"ok aku minta maaf,lain kali tidak akan lagi" ayo kita jalan" Rayian melangkah kearah tempat mobilnya di parkir.Ririn mengekor dari belakang.mereka tak bicara hanya kesunyian selama perjalanan kembali ke kantor.Rayian tidak mengatakan apapun ia takut menyinggung perasaan Ririn.sementara ririn sibuk dengan pemandangan di luar dari jendela mobil.


"Rin " panggil Rayian yang di panggil hanya menoleh tanpa di jawab.


"sekali lagi aku minta maaf,aku tidak tahu masalah antara kamu dan Dean"


" ia pak semua sudah terjadi.antara aku dan Dean hanya masalalu,aku tidak ingin berurusan dengan masa lalu aku hanya menatap masa depan.karena saat kita melihat masa lalu hanya luka yang membuat akan sakit.tapi masa depan akan hidup lebih berarti." Kata Ririn Rayian terdiam dengan kata kata Ririn


" ada hal hal yang ingin kita lupakan di masa lalu.aku tidak ingin masa lalu aku ingin masa depan.karena di depan ada banyak kehidupan yang di hadapi.pak punya masa lalu tapi pak tidak mengingatnya sama denganku yang ingin tidak mengingatnya,aku harap pak mengerti,kita semua sudah dewasa untuk melihat setiap persoalan." ujar Ririn sambil tersenyum.Rayian senang dengan kata kata yang dikeluarkan ririn.

__ADS_1


"aku juga ingin menatap masa depan"


" tataplah hari depan karena di situ kita akan tahu arti dari hidup ini." kata Ririn dengan penuh percaya diri.


__ADS_2