Semuanya sudah berlalu

Semuanya sudah berlalu
Bab 11. Pacar bos nama nya Dewi


__ADS_3

Ririn sibuk dengan laporannya tiba tiba ada seorang wanita dengan dandanan seperti artis lipstik tebal entah berapa centi,pakaianya dengan kekurangan bahan datang hendak melangkah masuk


" maaf Bu sudah ada janji dengan pak Rayian"


" aku tak perlu janji dengan Rayian??


" tapi bu harus sesuai prosedur? Ririn bersikukuh


" hei nona kamu ini tidak tahu ya kalau aku ini Dewi pacar Rayian calon tunangannya?? nanti aku bilang kamu di pecat supaya kamu tahu diri"jawab dewi


" bilang aja.aku tidak takut.emangnya kalau pacarnya pak Rayian tidak memiliki sopansantun,orang itu kalau masuk harus ketuk ke,sapa ke eh ini main nyosor aja"


" apa kamu bilang"


" emamgnya kalau bilang di pak Rayian aku di pecat silakan aja"sarkas Ririn


" hei kampungan" dewi mulai dengan nada mengejek,


"emangnya kampungan kamu kenapa,??


" nantang ya"

__ADS_1


" trus kenapa?? ujar Ririn tidak mau kalah


"dasar sekretaris tak berkompten


" maksud kamu,coba kasih tahu saya yang kompeten itu bagaimana?? dandan yang norak atau menggunakan baju yang kurang bahan,ini mau kerja atau fashion show?? atau mau goda bos,begitu mau kamu??


" kamu...""


" kenapa???


"ada apa ni pagi pagi sudah kayak syuting telenovela saja" tiba tiba Rayian sudah di belakang pacarnya.dengan cepat dewi bergalut manja dilengan Rayian


" apa kamu bilang?? dewi melihat


" aku bilang nenek lampir??nggak terima?? tu pak rayian sudah ngadu aja saya tidak t a k u t


" ujar ririn karena masih jengkel dengan ulah dewi pagi pagi.bekin mood pagi serasa panas sekali.


" suda sudah kamu juga dewi pelan suaramu ini bukan rumah ini kantor.


" pacar kayak gitu ko di pertahanin sih,kasian nanti sudah menikah lebih dominan" ujar ririn dengan nada jengkel

__ADS_1


" e babu?""


" sapa yang babu??


" kamulah?""


" terus kamu apa? kamu apa?? royal ya habis uang orang tua buat gaya gayaan,wis kasian ya pak Rayian punya pacar kayak nenek sihir


bisa bahaya bisa mati muda karena dapat nenek rempong" Ririn yang biasa yang tidak cerewt tapi pagi ini semuanya berubah.sedangkan dewi yang dengar kata kata Ririn semakin panas.


plak satu tamparan di pipi ririn.Ririn kaget dengan wajah yang sangatmarah ia mendekati dewi yang berusaha berlindung di belakang Rayian.


" jangan jadi pengecut ya.kamu pikir adanya pacar kamu aku takut.aku sama sekali tidak takut." Ririn mengepal kedua tangannya sambil menahan amarahnya.


"Pak Rayian tolong bilang ya sama pacarnya jangan terlalu sombong,karena aku bukan seorang pengecut.dan satu lagi pak ajar dia untuk selalu tahu tata krama,orang kaya sombong sekali padahal itu juga harta ortunya.widih belagu saja" aku masih bsa menahan diri tapi kalau satu kali lagi bapak jangan harap aku akan diam" Ririn begitu marah.


Rayian segera menarik tangan Dewi untuk masuk dalam ruanganya


" sabar ya rin memang dewi begitu suka katai orang dengan kata katanya.kamu hebat run bisa begitu.aku kira kamu orang pendiam tapi ternyata sadis juga." Resti masih kaget dengan sikap Ririn


" jangan pernah membangun singa yang tidur karena akibatnya fatal,aku diam bukan takut tapi aku tidak ingin ada masalah.tapi nenek lampir cari gara gara pagi.sudah balik kerja lagi" Ririn kbali ke mejanya.tiba tiba ia tidak ada gairah kerja.dasar nenek rempong.desis Ririn

__ADS_1


__ADS_2