
Kedua orang tua dan kedua kakak Ririn sangat bahagia akan pernikahan adik mereka.
" Papi,mama sangat cantik,kalau nanti Alezha besar pasti seperti mama ya??
" ia sayang lebih cantik dari mama" Risti mengusap pipi Alezha
" Papi,mama masih bisa kan bertemu dengan Alezha?""
" bisa sayang,Om Rayian pasti mengijinkan"kata Bima
Orang tua mendatangi tempat duduk orang tua Ririn.Mami Rayian memeluk bunda Ririn
" makasih ya Ibu karena sudah memberikan kami anak perempuan yang baik dan cantik" kata Mami
" aku yang yang seharusnya berterima kasih karena Rayian mau menerima keadaan anak kami"
" itu tidak masalah yang terpenting mereka merasa cocok buat apa di sesali"
" Oma" panggil Alezha,Bunda menoleh keaeah Alezha yang berdiri di belakangnya.
__ADS_1
" Alezha sayang,ayo beri salam kepada mamanya om Rayian" Alezha mencium punggung tangan mami.Mami tersenyum
" cantik siapa namamu?""
" Alezha Oma" jawab Alezha
" anak pintar,oma Alezha ke mama dulu ya"
" ia"alezha berjalan kearah Ririn yang masih menyalami tamu satu persatu.
" mama" teriakn Alezha berlari ke arah Ririn
" mama sangat cantik sekali,Om Rayian mama masih bisa Alezha kan?" tanya Alezha berpaling ke arah Rayian.
" bisa,selalu di ijinkan"
" makasih Om"
" eits jangan panggil om panggil papa saja"ririn kaget demikian juga Alezha
__ADS_1
" emangnya om ijinkan di panggil papa?? wow berarti Alezha punya dua papa dong" Alezha dengan senang mencium pipi Rayian
" ayo Rin kita kesana ada mami sama Bunda" Ajaka Rayian.Ririn dan Rayian berjalan kearah Orang tua mereka.Rayian dan mencium semua anggota keluarga mereka.
" Kakak Ririn sangat cantik"
" terima kasih kamu juga akan cantik pada saat hari pernikahanmu"mereka menyalami tamu yang hadir di gereja.karena sore hari akan di lanjutkan resepinya di gedung kencana makanya semua orang kembali untuk beristirahat dan menunggu acara sore.
Rayian dan Ririn sudah berada dalam kamar hotel yang telah di pesan oleh Rayian.
" mandilah,supaya bisa istirahhat"Rayian berjalan ke arah istrinya yang susah buka pengait bajunya." sini aku bantu" Rayian membantu membuka pengait baju.punggung istrinya yang putih membuat Rayian tidak bisa menahannya di kecup pelan,karena tidak tahan Ririn mengeliat geli.Rayian membalikkan badan istrinya.dengan penuh kelembutan Rayian menyusuri leher jenjang istrinya,Ririn yang mulai tergoda saat bibir rayian menyapu bibir tipisnya,Rayian ******* bibir istrinya.Ririn mulai mengikuti permainan Rayian.dengan pelan pelan Rayian mulai melepaskan pakaian di gendong istrinya ke tempat tidur.mereka mulai dengan permainan panas mereka,hanya ada suara desah desah kenikmatan dari mereka berdua,seolah berpacu dengan waktu.keringat membasahi seakan tidak di perdulikan yang ada hanya napas yang saling berdesah.saling menikmati setiap hentakan.sampai pada akhirnya mereka lelah dengan kenikmataan mereka.Rayian mencium kening istrinya.
" makasih ya" rayian memeluk istrinya.Ririn tidur di dada suaminya.
" sayang capek"
" istirahatlah,supaya sebentar ada tenaga untuk acara resepsinya"Ririn hanya mengganguk kepalanya.Rayian memeluk Ririn.ririn mulai ke alam mimpi.Rayian yg tidak bisa tidur bangun dan membuka hp nya begitu banyak ucapan untuk pernikahannnya.Rayian menatap istrinya yang tertidur.dengan pelan Rayian naik ke tempat tidur,ia membelai setiap inci wajahnya.
* aku akan menjagamu seperti menjaga diriku" Rayian mencium kening istrinya.
__ADS_1