
" Ririn adik adik kamu ini semuanya pada cerewet,jadi mami harap kamu maklum ya"
" tidak apa apa"
" Kak Rin yang tadi so sweet banget,Kak Rayian berani lamar kaka di depan banyak orang" Ria berkata
" Kak Rin apakah hatinya berdebar dengan lamaran Kak Rayian" Rini memandang Ririn
" hampir pingsan kehabisan napas ha ha" Ririn menutupi gugupnya
" kak Ririn mumpung kaka tidak ada, boleh tahu nggak berapa lama pacaran?? perasaan kakak tu tak pernah bawa cewek selain kak Dewi,tapi sewaktu di khianati kakak tu tertutup"
" tidak lama kami baru pacaran"
" wow berarti dalam tahap penjajakan ni?
" hus anak kecil sudah sudah " Rayian datang bersama dengan Bima dan Risty
" malam om, Tante saya Bima" sapa Bima sambil menyalami kedua orang tua Rayian
" malam, kakaknya Ririn ya"
" ia Tante,"
" malam Pak dan Ibu"
" malam juga kamu Risty kan?"
__ADS_1
" ia pak,aku kira sudah lupa" Risty tersenyum
" ah tidak,mana mungkin lupa"
sementara adik adik Rayian saling memandang. Ria yang sedari tadi memperhatikan Bima.
" Maaf Kak, kemarin kakak yang kasih seminar di sekolah SMA TUNAs kan?? tanya Ria
" ia kemarin,kamu sekolah di situ"
" ia, wow kebetulan sekali,coba belum punya istri aku mau" Ria bercanda sambil tertawa
" kamu ini" Rayian mengajak rambut Ria.memang adik Rayian yang paling bungsu adalah anak paling banyak bicara.
" O ya Bima,karena Rayian sudah melamar Ririn,kami ingin dalam waktu dekat kami ke ruamah untuk pembicaraan lebih lanjut"
" ia pak nanti di kabari supaya aku bisa mengatakannya kepada orang tuaku"
" Pak Rayian aku ke toilet dulu" Ririn bangun dari duduknya
" aku temani?""
" sudahlah kak jangan berlebihan"
" pak aku bisa sendiri" Ririn segera berjalan kearah toilet,karena terburu buru ia menabrak
Bruk hampir saja ia jatuh untung ada sebuah tangan yang menahannya.
__ADS_1
" hati hati kalau jalan"suara itu sangat familiar di telinga Ririn ia mendongkak.didepannya tepat ada Dean.dengan cepat Ririn melepaskan dirinya.
" terima kasih sudah menolongku,Permisi"
" Rin bisa bicara sebentar saja" pinta Dean
" maaf Dean aku tidak mau mendengarnya"
" Rin aku mau mengucapkan selamat ya atas lamaran Rayian,kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari ku"
"makasih,bisa menyingkir dari jalanku?""
" Rin" panggil Dean lirih
" maaf aku kebelelet" Ririn segera berlari ke wc.ia tidak mau berlama lama dengan Dean.ia takut orang menilai salah.Ririn segera masuk ke wc,Rani memang dadanya,kenapa perasaan sakit ini begitu menyiksa?"" aku harus melupakan.Ririn cepat membenahi gaunnya.ia keluar dari wc,ia terkejut karena Rayian sudah menunggu di depan pintu
" kenapa kamu berdiri di depan pintu?""
" menunggumu"
" aku tidak tersesat"
" memang tidak tersesat tapi aku yg gelisah karena kamu lama sekali,makanya aku menyusul"
" sudah kita kembali ke dalam" Rayian meraih tangan Ririn.mereka beriringan masuk ke dalam gedung.
" kak aku pingin coba makanan di sana,boleh kan" bisik Ririn
__ADS_1
" boleh tapi kamu harus cepat kembali"
" siap pak bos" Ririn menuju meja yang menyajikan makanan.wow makanan yang ada begitu banyak.apa yang harus aku ambil ya" Ririn melihat makanan yang ingin di makan.saat ia mau mengambil kue brwonies sebuah tangan mendahuluinya,Ririn memalingkan wajahnya